Ramadan, PMI Pastikan Air Bersih Mengalir di 12 Kecamatan Terdampak Banjir Aceh Tamiang
lintas86.com, Aceh Tamiang – Di tengah bulan suci Ramadan 1447 H, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Tamiang tetap berkomitmen memastikan suplai air bersih terus mengalir ke masyarakat yang terdampak banjir bandang.
PMI Aceh Tamiang juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan air bersih secara bijak selama masa pemulihan pascabencana. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya penyakit yang sering muncul pasca banjir.
Dengan semangat kemanusiaan yang tinggi, PMI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih tetap terpenuhi, sekaligus mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Melalui program Water, Sanitation and Hygiene (WASH), PMI telah memproduksi dan mendistribusikan sebanyak 120.000 liter air bersih ke 12 kecamatan terdampak di wilayah tersebut, dengan produksi dan distribusi yang berjalan setiap hari tanpa henti sejak masa tanggap darurat banjir hingga kini.
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu telah menyebabkan banyak sumur warga tercemar lumpur dan limbah, sehingga akses terhadap air layak konsumsi menjadi sangat terbatas.
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu telah menyebabkan banyak sumur warga tercemar lumpur dan limbah, sehingga akses terhadap air layak konsumsi menjadi sangat terbatas.
Kondisi ini membuat masyarakat sangat bergantung pada suplai air bersih dari PMI untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, khususnya di masa Ramadan yang menuntut kebersihan dan kesehatan yang optimal.
Koordinator WASH PMI Aceh Tamiang, Muslim M. Aji, menjelaskan bahwa meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, pelayanan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.
Muslim M. Aji menambahkan bahwa produksi air bersih dilakukan menggunakan instalasi pengolahan air (water treatment plant) milik PMI yang ditempatkan di titik-titik strategis.
Koordinator WASH PMI Aceh Tamiang, Muslim M. Aji, menjelaskan bahwa meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, pelayanan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama.
“Meskipun saat ini kita menjalankan ibadah puasa, pelayanan kemanusiaan tidak boleh berhenti. Kebutuhan air bersih masyarakat pasca banjir masih sangat tinggi. Kami memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan seperti hari biasa agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya. Senin, 23 Februari 2026
Muslim M. Aji menambahkan bahwa produksi air bersih dilakukan menggunakan instalasi pengolahan air (water treatment plant) milik PMI yang ditempatkan di titik-titik strategis.
Setelah melalui proses penyaringan dan sterilisasi, air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki ke titik-titik pengungsian dan permukiman warga di 12 kecamatan terdampak banjir bandang.
Salah satu warga terdampak banjir di Kecamatan Rantau, Siti Nurhaliza, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran PMI yang terus memberikan bantuan air bersih di masa sulit ini.
Warga lainnya, Ahmad Fauzi, juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras PMI dan relawan.
“Kami bersama relawan terus melakukan asesmen kebutuhan di lapangan untuk memastikan distribusi air bersih tepat sasaran. Selama kebutuhan masih ada, PMI akan terus hadir memberikan layanan air bersih bagi masyarakat,” tambah Muslim.
Salah satu warga terdampak banjir di Kecamatan Rantau, Siti Nurhaliza, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran PMI yang terus memberikan bantuan air bersih di masa sulit ini.
“Alhamdulillah, bantuan air bersih dari PMI sangat membantu kami. Setelah banjir, sumur kami tidak bisa dipakai karena tercemar. Dengan adanya air bersih yang didistribusikan setiap hari, kami bisa memenuhi kebutuhan minum dan memasak selama Ramadan ini,” ujarnya.
Warga lainnya, Ahmad Fauzi, juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras PMI dan relawan.
“Di tengah puasa dan kondisi sulit akibat banjir, PMI tetap hadir membantu kami. Ini sangat berarti bagi kami semua. Semoga bantuan ini terus berlanjut sampai kondisi benar-benar pulih,” katanya.
PMI Aceh Tamiang juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan air bersih secara bijak selama masa pemulihan pascabencana. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya penyakit yang sering muncul pasca banjir.
Dengan semangat kemanusiaan yang tinggi, PMI berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih tetap terpenuhi, sekaligus mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar