Jelang Lebaran, Relawan PMI Ponorogo Bagi Ratusan Takjil
lintas86.com, Ponorogo - Saat bulan Ramadan tiba, umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba melakukan kebaikan sebagai bagian dari ibadah mereka. Tak terkecuali di Ponorogo, sebuah kota yang dikenal karena warisan budaya dan semangat gotong royong warganya. Pada momen yang penuh berkah ini, relawan PMI (Palang Merah Indonesia) dan PMR (Palang Merah Remaja) cabang Ponorogo melakukan aksi kemanusiaan dengan membagikan 500 paket takjil kepada masyarakat sekitar di Jalan Ir. H. Juanda Ponorogo. Rabu, (18/3)
Kegiatan ini melibatkan sembilan anggota, terdiri dari empat relawan PMI dan lima anggota PMR. Upaya mereka merupakan gambaran konkret dari semangat kemanusiaan yang terus hidup dan berkembang, bahkan di tengah tantangan pandemi yang belum sepenuhnya hilang.
Dalam kesempatan tersebut, Yoga Muhammad Ali, koordinator aksi ini, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari semangat solidaritas dan kepedulian sosial.
"Kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan sedikit beban masyarakat di bulan suci ini," ungkap Yoga.
Distribusi takjil dilakukan di sepanjang jalan Juanda, sebuah lokasi yang dikenal ramai dengan pelintas yang bergerak pulang setelah seharian bekerja. Para relawan dengan senyum tulus membagikan paket takjil yang berisi kurma, kue, dan minuman untuk berbuka puasa kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas.
Aksi ini tidak hanya sekadar pemberian makanan, melainkan juga upaya membangun kebersamaan dan kekeluargaan di tengah masyarakat.
Respons positif juga datang dari warga yang menerima takjil.
"Ini sangat membantu, terutama bagi kami yang tidak sempat mempersiapkan makanan untuk berbuka," ujar Siti, salah seorang penerima takjil. "Kami merasa sangat dihargai dan diberi perhatian dengan adanya kegiatan seperti ini."
Kegiatan ini seolah mempertegas peran penting relawan dalam menjaga dan menggalakkan semangat kemanusiaan. Di tengah kesibukan persiapan jelang Idul Fitri, aksi ini menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu hingga seseorang memiliki banyak, tetapi dapat dimulai dengan apa yang dimiliki saat ini.
Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di momen-momen lainnya. Aksi ini menanamkan nilai kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu dan diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam gerakan kebaikan yang lebih luas.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar