Momen Spesial: Salat Idulfitri Lebih Awal oleh Jemaah Tarekat Syattariyah Ponorogo
lintas86.com, Ponorogo - Dalam sebuah momen yang istimewa dan penuh kekhusyukan, Tarekat Syattariyah di Desa/Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melaksanakan salat Idulfitri pada Kamis (19/3/2026).
Peristiwa ini terjadi lebih awal dari penetapan pemerintah, sebagai hasil dari penghitungan awal Ramadan yang dimulai satu hari lebih cepat oleh tarekat tersebut.
Pondok Pesantren Darul Islam menjadi pusat kegiatan ini, dihadiri oleh ratusan jemaah yang tidak hanya berasal dari Bumi Reog, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya seperti Madiun, Kediri, dan Wonogiri.
Ahmad Khumaidi, pengasuh pesantren, menekankan pentingnya niat dan kerendahan hati dalam menjalani ibadah, dengan menekankan bahwa perbedaan dalam penetapan hari Idulfitri adalah hal yang sudah lama diterima dalam komunitas tersebut.
Khumaidi juga menyoroti semangat saling menghormati antarumat sebagai kunci untuk menjaga keharmonisan.
Sebagai bentuk penghayatan atas prinsip tersebut, jemaah memutuskan untuk tidak melaksanakan takbiran pada malam Idulfitri, sebagai bentuk toleransi terhadap umat Islam lainnya yang belum merayakan.
Kapolsek Sukorejo, Iptu Agus Tricahyo Wiyono, turut hadir dan memberikan catatan bahwa perbedaan penetapan hari raya tidak seharusnya menjadi sumber perselisihan.
Sebaliknya, ia memandang bahwa keragaman cara perayaan ini dapat memperkuat toleransi dan rasa kebersamaan dalam masyarakat.
"Justru dengan adanya perbedaan, diharapkan semakin memperkuat toleransi dan kebersamaan di masyarakat," ujar Agus, yang mendorong masyarakat untuk melihat keragaman sebagai kesempatan untuk menjalin rasa saling pengertian yang lebih dalam.
Acara ini menjadi refleksi dari semangat inklusivitas dan pengakuan terhadap keragaman pendekatan dalam praktek keagamaan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi



Posting Komentar