Sempat Vakum, FORPIS PMI Kabupaten Probolinggo Resmi Bangkit Kembali!
LINTAS86.com, Probolinggo – Geliat organisasi relawan muda di Jawa Timur kembali menunjukkan taringnya. Setelah sempat mengalami masa mati suri akibat pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19, Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Probolinggo kini resmi diaktifkan kembali. Langkah berani ini diambil oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo demi menjamin keberlanjutan regenerasi kepemimpinan kemanusiaan di tingkat remaja.
Kebangkitan organisasi ini ditandai dengan digelarnya acara sosialisasi, reorganisasi, sekaligus pelantikan pengurus baru yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 20 Juni 2026. Bertempat di Markas PMI Kabupaten Probolinggo, momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kembalinya wadah kolaborasi antar-Ketua Palang Merah Remaja (PMR) Wira se-Kabupaten Probolinggo.
Urgensi Regenerasi Relawan Muda Pasca-Pandemi Covid-19
Hantaman pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu sempat menghentikan berbagai program kerja tatap muka FORPIS. Akibatnya, hubungan komunikasi antar-unit PMR di sekolah-sekolah sempat merenggang. Reorganisasi kali ini bukan sekadar pergantian jabatan struktural biasa, melainkan sebuah misi penyelamatan organisasi untuk mempersiapkan para relawan muda agar mampu berperan lebih aktif dan responsif di masa depan.
Ketua PMI Kabupaten Probolinggo, dr. Adi Nugroho W D, M.M.Kes., yang melantik langsung para pengurus baru, menyatakan rasa optimisme dan kepedulian yang mendalam terhadap kebangkitan forum ini.
"Saya harap dan yakin bahwa nanti FORPIS bisa menjadi jembatan dan menjadi yang terbaik membawa Kabupaten Probolinggo mencapai tujuannya, kita juga ikut menciptakan suasana dengan potensi yang cukup banyak. Dan terima kasih banyak untuk koordinator lama karena telah memberi banyak prestasi untuk kita," tegas dr. Adi Nugroho dalam sambutannya.
Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi secara penuh, mulai dari staf markas, Kepala Markas, hingga Ketua PMI yang ikut menilai langsung proses seleksi, menjadi suntikan motivasi dan bukti nyata komitmen senioritas dalam mendukung generasi penerus bangsa.
5 Tahapan Ujian Komprehensif Guna Menyaring Pemimpin Tangguh
Kebangkitan FORPIS ditandai dengan sistem seleksi yang sangat ketat untuk menjaring Koordinator terbaik. Sebanyak 17 Ketua PMR Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Probolinggo berkumpul setelah dinyatakan lolos verifikasi internal di sekolah masing-masing. Untuk memastikan kualitas pemimpin baru, panitia menerapkan lima tahapan seleksi terpadu:
1. Seleksi Administrasi
Tahap awal untuk memvalidasi berkas, rekam jejak digital, serta legalitas kepengurusan aktif calon kandidat di sekolah asal mereka.
2. Tes Tulis Keswasanaan
Ujian tertulis yang mengeksplorasi wawasan mendalam seputar sejarah kepalangmerahan internasional, prinsip dasar PMI, dan manajemen keorganisasian remaja.
3. Tes Wawancara Karakter
Uji mental dan kepribadian yang dilakukan langsung oleh tim penguji gabungan dari unsur staf markas, pengurus senior, hingga jajaran kepala markas PMI.
4. Unjuk Minat dan Bakat
Panggung terbuka bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas, solusi pemecahan masalah secara instan, serta kemampuan komunikasi publik (public speaking).
5. Pemaparan Visi, Misi, dan Program Kerja
Uji kelayakan program kerja di mana kandidat wajib mempresentasikan rencana kerja strategis yang inovatif dan terukur untuk satu periode ke depan.
Hasil Skor Akhir Seleksi FORPIS 2026/2027
Berdasarkan akumulasi penilaian yang dilakukan secara transparan oleh dewan juri, berikut adalah hasil akhir puncak seleksi:
- Koordinator Terpilih: Aprilia Dwi Kartika
- Asal Sekolah: SMAN 1 Kraksaan
- Total Nilai: 455 Poin
Membentuk Karakter Dasar Relawan: Disiplin, Sikap, dan Kesigapan
Tantangan menggerakkan organisasi kemanusiaan di tingkat remaja memerlukan fondasi mental yang kokoh. Koordinator FORPIS periode sebelumnya, Raisya Alifia Drienda, memberikan pandangan mendalam mengenai esensi dari ketatnya proses seleksi yang diterapkan tahun ini. Menurutnya, kepemimpinan FORPIS baru tidak boleh sekadar mengejar popularitas, melainkan harus berakar pada pembentukan karakter.
"Penyeleksian kegiatan pada hari ini membentuk kedisiplinan, berkaitan dengan waktu, attitude, dan kesigapan, karena kedepannya seorang koordinator akan dilihat dari ketersediaan dalam kegiatan PMI bagi koordinator FORPIS kedepannya. Teman-teman yang hadir pada kegiatan hari ini semoga kedepannya dapat meningkatkan kapasitas tingkatan PMR dari Mula, Madya, hingga Wira," ujar Raisya Alifia Drienda menjabarkan visi pembinaan karakter tersebut.
Kriteria utama seperti manajemen waktu yang ketat, pembawaan diri yang sopan (attitude), serta kesigapan dalam mengambil keputusan darurat menjadi indikator utama yang membuat kepengurusan periode ini dinilai siap menghadapi dinamika sosial di masyarakat.
Transformasi Digital: Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Alat Publikasi
Salah satu agenda krusial yang langsung digodok oleh kepengurusan baru di bawah komando Aprilia Dwi Kartika adalah modernisasi pola komunikasi organisasi. Era digital menuntut FORPIS untuk tidak lagi bergerak menggunakan metode konvensional saja. Pemberdayaan media sosial kini resmi dijadikan sebagai pilar utama sarana publikasi kegiatan PMI Kabupaten Probolinggo.
Target Strategis Digitalisasi FORPIS:
- Sosialisasi Masif: Mengenalkan program-program kemanusiaan dan donor darah kepada generasi muda (Gen Z dan Gen Alpha) melalui platform digital yang populer.
- Ekspansi Unit Sekolah: Menjangkau dan mengedukasi sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Probolinggo yang saat ini belum memiliki unit PMR agar tertarik mendirikan kepengurusan.
- Jembatan Komunikasi Terpadu: Berperan aktif sebagai penghubung komunikasi dua arah yang cepat antara anggota PMR di tiap sekolah dengan pengurus di tingkat Markas Kabupaten.
Membangun Kerjasama Solid Lewat Sesi Ice Breaking yang Edukatif
Meskipun persaingan memperebutkan posisi koordinator berlangsung sengit, kebersamaan dan nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama. Sebelum pelantikan khidmat digelar, seluruh peserta diwajibkan mengikuti sesi ice breaking dan pengenalan antarcalon pengurus. Strategi ini terbukti ampuh mencairkan ketegangan dan membangun ikatan emosional yang kuat sejak awal.
Sebagai koordinator baru yang akan memimpin jalannya organisasi, Aprilia Dwi Kartika mengaku sangat bahagia atas atmosfer positif yang terbangun selama masa reorganisasi ini.
"Kesan dari saya, pelantikan FORPIS tadi cukup seru, tertib dan tidak membosankan. Setelah acara pelantikan tadi saya jadi mengenal ketua dari beberapa sekolah lain yang ikut serta dalam pelantikan," kata Aprilia Dwi Kartika dengan antusias.
Komunikasi dan relasi harmonis yang terjalin antar-Ketua PMR ini diharapkan mampu mempermudah koordinasi kerja di masa mendatang. Dengan dukungan penuh dari jajaran pengurus PMI Kabupaten Probolinggo, FORPIS periode 2026/2027 kini siap melangkah mantap untuk menjalankan program kerja yang aktif, kreatif, dan berdampak nyata secara berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Penulis: Bee
Editor: Redaksi

Posting Komentar