Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi

LINTAS86.com, NGAWI – Sektor pertanian di Kabupaten Ngawi kembali mendapat dorongan teknologi segar melalui aksi nyata dunia akademik dan lembaga sosial. Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yatim Mandiri berkolaborasi meluncurkan inovasi Alat Pengering Padi Hybrid serta menggelar pelatihan intensif pupuk organik. Langkah strategis ini dirancang khusus untuk mendongkrak produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian lokal.
Aksi pengabdian masyarakat tersebut berlangsung pada Jumat sore, 3 Juli 2026. Penyaluran inovasi dan edukasi ini dipusatkan di kediaman Bapak Suwadi, yang berlokasi di RT 04, RW 08, Dusun Konten, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Sinergi Strategis UNS dan Yatim Mandiri untuk Kesejahteraan Petani

Kolaborasi ini lahir sebagai respons atas tantangan nyata yang dihadapi petani pasca-panen, terutama masalah pengeringan gabah saat cuaca tidak menentu. Laznas Yatim Mandiri yang selama ini berfokus pada program kemanusiaan, kini memperluas jangkauan manfaatnya ke sektor ketahanan pangan.
Bapak Rifki Nurdiansyah, selaku Kepala Regional 3 Yatim Mandiri, menegaskan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi seperti UNS merupakan langkah penting untuk menghadirkan solusi konkret di lapangan.
"Program kolaborasi ini sengaja kami rancang untuk melebarkan sayap kebermanfaatan Yatim Mandiri. Kami ingin masuk lebih dalam ke sektor esensial yang menyentuh hajat hidup para petani di daerah," ujar Rifki di hadapan para peserta.
Di sisi lain, dunia kampus melihat momentum ini sebagai perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Koordinator tim UNS Solo, Bapak Ngatou Rohman, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di Kasreman bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang.
"Ini adalah program pengabdian masyarakat resmi dari kampus. Kami tidak hanya membawa teori, tetapi juga menyerahkan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang bisa langsung diaplikasikan oleh kelompok tani," tegas Ngatou.

Solusi Pasca-Panen: Mengenal Alat Pengering Padi Hybrid

Masalah utama yang sering menurunkan harga jual gabah di tingkat petani Ngawi adalah tingginya kadar air akibat proses pengeringan yang masih bergantung penuh pada sinar matahari. Ketika musim hujan tiba, gabah berisiko membusuk atau tumbuh jamur.
Alat Pengering Padi Hybrid yang disalurkan oleh UNS Solo menjadi jawaban atas kecemasan tersebut. Keunggulan utama dari teknologi tepat guna ini meliputi:
  • Sistem Sumber Energi Ganda (Hybrid): Mampu memanfaatkan panas matahari sekaligus sumber energi alternatif buatan saat cuaca mendung.
  • Efisiensi Waktu: Memangkas waktu pengeringan gabah hingga 40% lebih cepat dibandingkan metode konvensional dihamparkan di jalan.
  • Mutu Hasil Panen Terjaga: Mengurangi risiko kerusakan butir padi sehingga meningkatkan nilai jual atau rendemen saat digiling.
Sebanyak 10 petani pelopor yang tergabung dalam Kelompok Tani "Margo Rukun" terlibat langsung dalam uji coba dan serah terima alat ini. Mereka dipersiapkan menjadi motor penggerak pemanfaatan teknologi di lingkungan Dusun Konten.

Edukasi Lahan: Dosen Agribisnis UNS Latih Pembuatan Pupuk Organik

Selain intervensi teknologi mekanisasi, aspek kesehatan tanah juga menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Ketergantungan menahun terhadap pupuk kimia dinilai telah menurunkan kualitas unsur hara tanah di wilayah Kasreman.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dosen Agribisnis UNS, Ibu Dr. Desy Setyaningrum, S.P., M.P., turun langsung memimpin sesi sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik. Dalam paparannya yang interaktif, Dr. Desy menguraikan langkah-langkah praktis memanfaatkan limbah kotoran ternak dan sisa organik rumah tangga menjadi pupuk berkualitas tinggi.
"Tanah pertanian kita perlu dirawat kembali. Penggunaan pupuk organik bukan sekadar alternatif saat pupuk kimia langka, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem tanah sekaligus menekan biaya produksi pertanian ke depan," jelas Dr. Desy Setyaningrum saat sesi diskusi kelompok.
Para petani tampak antusias mengikuti simulasi pencampuran bahan baku organik. Dialog interaktif dua arah antara akademisi dan praktisi lapangan ini berjalan dinamis, melahirkan banyak solusi atas keluhan hama dan kesuburan tanah yang dihadapi Kelompok Tani Margo Rukun.

Harapan Baru bagi Produktivitas Pertanian Kasreman

Melalui integrasi dua program utama ini—edukasi hulu berupa pupuk organik dan fasilitas hilir berupa alat pengering padi—pertanian di Desa Tawun diharapkan mampu naik kelas.
Pihak UNS dan Yatim Mandiri berharap teknologi tepat guna yang diserahkan tidak menjadi pajangan semata, melainkan dirawat bersama oleh kelompok tani secara swadaya. Dengan tanah yang sehat dan proses pasca-panen yang terukur, stabilitas pangan di tingkat desa dapat terwujud secara mandiri.
"Semoga seluruh rangkaian pelatihan dan alat yang kami titipkan ini membawa manfaat berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga petani, dan menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Ngawi," tutup perwakilan panitia bersama.
Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi
  • Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi
  • Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi
  • Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi
  • Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi
  • Dongkrak Panen, UNS dan Yatim Mandiri Luncurkan Alat Pengering Padi di Ngawi

Posting Komentar