Rem Blong, Truk Telur Tabrak Dump Truk di Sawoo Ponorogo Dua terluka
LINTAS86.com, PONOROGO — Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek kembali memakan korban akibat kecelakaan lalu lintas. Insiden tabrakan hebat atau adu banteng terjadi di Kilometer 27, tepatnya di Dukuh Pangkal RT 01 RW 01, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa naas ini berlangsung pada Minggu malam, 19 Juli 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.
Kecelakaan tragis ini melibatkan dua kendaraan besar, yakni truk bermuatan telur bernomor polisi AG 8515 RW melawan sebuah dump truck dengan nomor polisi AG 9412 UQ. Benturan keras di tengah malam tersebut mengejutkan warga sekitar lokasi kejadian yang sebagian besar sudah beristirahat tidur.
Berdasar keterangan warga sekitar kejadian yang juga komandan Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektos Sawoo, Baito, menjelaskan, truk bermuatan telur tersebut dikemudikan oleh BS (47), seorang warga Dusun Demok, Desa Demok, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Sementara itu, dump truck dikendarai oleh AK (28), pemuda yang beralamat di Dusun Sumber Agung, Desa Sumber Agung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Informasi dari warga sekitar kronologi kejadian bermula saat truk bermuatan telur melaju dari arah selatan menuju ke utara, atau dari arah Trenggalek menuju Ponorogo. Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalur menikung tajam di Km 27, truk tersebut mendadak mengalami gagal fungsi pengereman atau rem blong. Akibatnya, Bambang Suharto kehilangan kendali penuh atas kendaraan besar yang dikemudikannya tersebut.
Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan melaju dump truck yang dikemudikan oleh Angga Kurniawan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan posisi truk telur yang hilang kendali memakan marka jalan, tabrakan hebat di bagian depan kedua kendaraan tidak dapat dihindarkan lagi. Kendaraan langsung saling menghantam dengan posisi berhadapan langsung.
Kerasnya benturan membuat bagian kabin depan kedua truk ringsek parah. Kondisi ini menyebabkan kedua pengemudi langsung terjepit di dalam bodi truk yang penyok. Warga setempat bersama petugas gabungan segera bergerak cepat melakukan proses evakuasi yang berjalan cukup dramatis.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kedua sopir mengalami luka berat (LB). Bambang Suharto menderita luka patah tulang terbuka pada bagian kaki kanan. Sedangkan Angga Kurniawan mengalami patah tulang pada bagian paha kanan. Kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 75 juta rupiah.
Proses evakuasi korban melibatkan Tim PSC Sawoo, Piket Jaga Polsek Sawoo, satu unit ambulans Puskesmas Sawoo, serta satu unit ambulans Pokdarkamtibmas Sawoo. Personel gabungan berjibaku mengeluarkan kaki korban yang terhimpit besi bodi kabin depan.
Petugas piket Kepolisian Sektor Sawoo, Aiptu Rio, membenarkan bahwa anggotanya langsung terjun ke lokasi begitu menerima laporan warga. Sinergi evakuasi berjalan cepat demi menyelamatkan nyawa para sopir.
"Kami segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat untuk membantu proses evakuasi. Bersama petugas medis, dan warga, ambulans Puskesmas dan Pokdarkamtibmas Sawoo langsung melarikan kedua korban luka berat ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan medis darurat secara intensif," ujar Rio.
Kasus kecelakaan lalu lintas ini kini sudah ditangani oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Ponorogo untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga telah mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat guna mengurai kemacetan arus lalu lintas.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar