Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo




LINTAS86.comPONOROGOMusim kemarau kembali menguji ketahanan warga di pelosok Kabupaten Ponorogo. Terik matahari yang menyengat selama beberapa pekan terakhir perlahan menyusutkan debit air di sumur-sumur warga. Menghadapi ancaman krisis air yang kian nyata, sinergi cepat ditunjukkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melalui aksi pendistribusian air bersih ke pemukiman terdampak.


Dusun Bungur di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, menjadi lokasi perdana yang disasar dalam gerakan penanganan kekeringan ini. Satu armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan langsung menuju lokasi untuk membagikan air bersih yang sangat dibutuhkan warga demi melangsungkan aktivitas domestik sehari-hari.


Pelepasan armada bantuan air bersih yang berlangsung di Pendopo Agung Ponorogo, Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Mangkujayan, pada Selasa (4/8/2026) menjadi tanda dimulainya aksi mitigasi kekeringan secara masif di bumi Reog.


Ketua PMI Ponorogo, Luhur Kasranto, menegaskan bahwa fenomena kekeringan tahun ini tidak bisa dipandang sebelah mata lantaran diperkuat oleh ancaman El Nino. Penyaluran air bersih ini merupakan respon cepat organisasi untuk hadir sebelum krisis air memburuk.


"Jadi ini komitmen kita (PMI) dari tahun ke tahun. Kita pedulilah terhadap warga yang terdampak kekeringan ini. Ini kekeringan ekstrem dan itu memang peramalan dari BMKG kita akan mengalami kekeringan panjang, begitu. Dan itu sudah muncul pertama di Dusun Bungur Desa Munggu,” ujar mantan Sekda Ponorogo tersebut.


Luhur memaparkan, armada tangki yang dimiliki PMI Ponorogo saat ini berjumlah satu unit dengan kapasitas 5.000 liter. Karena keterbatasan armada operasional, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi bersama pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, hingga pihak swasta agar penanganan kekeringan dapat mencakup seluruh wilayah rawan secara merata.


“Tentu kita membutuhkan dukungan pemerintah daerah, dukungan melalui BPBD, maupun pihak swasta, supaya kita jangan sampai menyaksikan penderitaan warga terdampak kekeringan ini. Sulitnya air, kita bisa bayangkan. Ini langkah awal kecil, tapi mudah-mudahan bermanfaat,” jelas Luhur.


Pemetaan awal menunjukkan bahwa potensi darurat air bersih tidak berhenti di Desa Munggu semata. Sejumlah desa di kecamatan lain, seperti Desa Wates dan Desa Duri di Kecamatan Slahung, serta Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung, kini masuk dalam daftar pantauan ketat PMI dan BPBD karena telah menunjukkan gejala krisis air.


Sinergi di lapangan dipastikan berjalan solid. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, menyebutkan bahwa kebersamaan antara BPBD dan PMI merupakan bentuk komitmen rutin yang terus dirawat demi kepentingan kemanusiaan.


"BPBD dan PMI sudah hampir setiap tahun berkolaborasi. Jadi sama-sama saling melengkapi dalam misi kemanusiaan, baik itu di hidrometeorologi basah maupun hidrometeorologi kering. Kita bersama-sama PMI selalu memberikan pertolongan, memberikan bantuan kepada masyarakat. Dan saat ini, hidrometeorologi kering yaitu musim kering, PMI bersama BPBD melakukan giat kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih di masyarakat Desa Munggu,” terang Agung Prasetyo.


Ancaman kekeringan akibat El Nino juga menjadi perhatian serius di tingkat regional Jawa Timur


Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Provinsi Jawa Timur, Edi Purwinarto, mengimbau seluruh kabupaten/kota di kawasan Matraman untuk memperkuat pemetaan wilayah.


"Terkait tinjauan dari wilayah Matraman, bagaimanapun juga kita harus mewaspadai fenomena El Nino. Karena apa, tahun ini bergerak mulai bulan Juli awal sampai dengan Agustus, yang terus kemudian nanti akan berlanjut sampai dengan Oktober dan awal tahun 2027. Untuk Jawa Timur, ada beberapa kabupaten—sementara ini ada 11 daerah—yang sudah melaporkan mengalami kekeringan. Untuk wilayah Matraman ini ada Madiun, Pacitan, Blitar, itu mengalami kekeringan," urai Edi Purwinarto.


Ia menyoroti bahwa dampak kekeringan sangat tergantung pada kesiapan asesmen di tingkat lokal. Penanganan yang akurat akan meminimalkan risiko krisis kesehatan yang timbul akibat penurunan kualitas dan kuantitas air bersih di masyarakat.


"Sangat tergantung dari asesmen masing-masing daerah. Makanya kita harapkan dari masing-masing daerah itu melakukan asesmen sehingga membuat perencanaan kebutuhan yang diperlukan berapa, dan nanti sesuai dengan hasil asesmen ini kita tentunya bisa memenuhi harapan warga. Pada dasarnya air itu merupakan satu kebutuhan vital sehingga kita tidak bisa abaik terhadap kebutuhan masyarakat atas air bersih. Harapan kita dengan merespon ini, masyarakat jangan sampai tidak terpenuhi air bersihnya karena bisa berdampak pada kesehatan," tegas Edi.


Bagi masyarakat di daerah rawan kekeringan, kehadiran bantuan air bersih ini memberikan rasa tenang di tengah ketidakpastian cuaca. Sarlan, warga Dusun Bungur, mengungkapkan betapa berharganya setiap liter air yang disalurkan ke desanya.


"Untuk dapat air bersih selama musim kemarau ini sangat sulit. Walaupun sudah dicoba membuat sumur dalam atau dibor, airnya tetap sulit didapat. Dengan adanya bantuan air bersih dari PMI ini, warga merasa sangat terbantu dan bersyukur. Air bantuan ini nantinya akan kami gunakan terutama untuk keperluan memasak dan air minum keluarga," pungkas Sarlan.


Penulis: Zabidi 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo
  • Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo
  • Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo
  • Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo
  • Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo
  • Antisipasi Kekeringan Panjang akibat El Nino, Sinergi PMI dan BPBD Pasok Kebutuhan Air Warga Ponorogo

Posting Komentar