Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang



LINTAS86.com
ACEH TAMIANG — Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan persoalan krusial, terutama pada pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat. Menyikapi situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 90 ton tawas (kaporit) untuk mendukung operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang pada Selasa (5/8/2026).

Serah terima bantuan dilaksanakan di Kompleks Operasional PDAM Tirta Tamiang, Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Aceh Tamiang, jajaran pengurus PMI Provinsi Aceh, PMI Kabupaten Aceh Tamiang, serta manajemen PDAM Tirta Tamiang.

Bencana banjir bandang dan luapan air yang terjadi sebelumnya memicu kerusakan instalasi serta penurunan kualitas air baku secara drastis. Tingginya tingkat kekeruhan air membutuhkan pasokan bahan kimia pengolah air dalam jumlah besar agar ketersediaan air minum layak konsumsi dapat kembali disalurkan ke pemukiman warga secara aman.

Prinsip Kemanusiaan dan Respons Cepat


Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen PMI dalam mendampingi masyarakat pada fase pemulihan pascabencana.

"PMI bukan ormas. PMI adalah organisasi kemanusiaan. Prinsip mendasar kami adalah masuk secepatnya ke lokasi bencana dan keluar paling akhir setelah proses pemulihan benar-benar membaik. Bantuan tawas ini merupakan bentuk kepedulian nyata PMI terhadap penderitaan dan kebutuhan dasar masyarakat pasca-banjir di Aceh Tamiang," ujar Murdani.

Murdani menjelaskan, pengiriman 90 ton tawas ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PMI Pusat, Drs. H. M. Jusuf Kalla, guna menindaklanjuti permohonan dari Wakil Bupati Aceh Tamiang.

Selain menyokong pasokan kimia pengolah air untuk PDAM Tirta Tamiang, seperti dilaporkan oleh media ANEWS.co, PMI juga mengerahkan 15 unit armada mobil tangki air bersih. Truk-truk tangki tersebut dikirim setiap hari untuk mendistribusikan air secara gratis (door-to-door) ke area pemukiman yang belum terjangkau jaringan pipa PDAM akibat kerusakan infrastruktur.

Dalam kesempatan tersebut, Murdani juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat mengalokasikan dukungan dana hibah daerah untuk operasional PMI Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun-tahun mendatang guna menjaga kesiapsiagaan armada dan relawan. Ia turut mengajak para pemuda setempat untuk aktif bergabung sebagai relawan kemanusiaan.

Apresiasi Pemerintah Daerah


Langkah konkret yang dilakukan PMI Aceh beserta PMI Pusat mendapat sambutan hangat dari Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Fahmi, MH.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua PMI Aceh dan jajaran yang telah memberikan bantuan 90 ton tawas untuk operasional PDAM Tirta Tamiang. Bantuan dalam bentuk apa pun kami terima dengan rasa syukur yang mendalam karena sangat meringankan beban daerah," kata Bupati Armia Fahmi.

Bupati Armia memaparkan bahwa proses rekonstruksi pascabencana banjir terus dipacu. Verifikasi data mencatat sekitar 4.000 unit rumah warga mengalami kerusakan, dan Pemkab merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) sebanyak 10.040 unit. Namun, pemulihan sektor hunian perlu ditunjang oleh normalisasi fasilitas umum, khususnya jaringan air bersih yang sempat terkendala teknis dan finansial.

"PDAM kita memang mengalami kesulitan yang cukup berat dari sisi infrastruktur maupun kondisi ekonomi pascabencana. Bantuan bahan pengolah air ini sangat menolong kontinuitas produksi air minum kita. Untuk itu, kami menitipkan salam hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Ketua Umum PMI, Bapak Drs. H. M. Jusuf Kalla," tuturnya.

Kolaborasi Strategis Pemulihan Fasilitas Publik


Penyerahan bantuan ini menjadi wujud sinergi antara organisasi kemanusiaan dan pemerintah daerah untuk memastikan sarana publik kembali berfungsi optimal.

Kegiatan penyerahan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Fahmi, MH; Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf; Ketua PMI Kabupaten Aceh Tamiang Irwan Pane, S.Sos; Pengurus PMI Aceh Tamiang Marsyal; serta Kepala PDAM Tirta Tamiang Juanda.

Melalui ketersediaan 90 ton tawas dan pengoperasian 15 unit armada tangki air, pemulihan layanan air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang diharapkan dapat berjalan lebih cepat hingga jaringan distribusi ke masyarakat kembali normal sepenuhnya.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang
  • Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang
  • Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang
  • Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang
  • Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang
  • Atasi Krisis Air Pasca-Banjir, PMI Aceh Pasok 90 Ton Tawas dan Mobil Tangki ke Aceh Tamiang

Posting Komentar