El Nino, PMI Salurkan Air Bersih di Wates dan Panggungrejo Blitar
LINTAS86.com, BLITAR — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blitar bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih guna menanggulangi krisis kekeringan yang semakin meluas akibat fenomena El Niño di wilayah Kabupaten Blitar. Berdasarkan data operasional Posko PMI Kabupaten Blitar, rangkaian aksi kemanusiaan yang dimulai sejak Rabu, 5 Agustus 2026 hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 tersebut berhasil mendistribusikan akumulasi bantuan air bersih sebanyak 32.000 liter kepada masyarakat terdampak.
Dalam operasi intensif ini, PMI menyiagakan satu unit truk tangki air bersih khusus bernomor polisi B 9504 SLA berkapasitas 4.000 liter. Armada tangki tersebut beroperasi secara rutin sebanyak 2 trip per hari, sehingga mampu menyuplay pasokan air hingga 8.000 liter setiap harinya untuk menjangkau pemukiman warga di kawasan krisis.
Sekretaris PMI Kabupaten Blitar, Sunu Ali Wardana, menegaskan bahwa pendistribusian ini merupakan bentuk respons cepat dan langkah nyata organisasi dalam mendukung pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
"Kami terus menyiagakan armada dan personel posko untuk menyisir wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem. Prioritas utama kami adalah memastikan pasokan air bersih sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan agar aktivitas domestik dan kesehatan mereka tetap terjaga di tengah dampak El Niño ini," ujar Sunu Ali Wardana.
Penyaluran Bertahap Menyisir Wilayah Terdampak
Operasi penanganan kekeringan oleh PMI Kabupaten Blitar dipusatkan di dua kecamatan terdampak utama, yakni Kecamatan Wates dan Kecamatan Panggungrejo, dengan rincian kegiatan operasional sebagai berikut:
1. Rabu, 5 Agustus 2026 (Dusun Sidoarjo, Desa Sukorejo)
Aksi penanganan diawali di Dusun Sidoarjo, Desa Sukorejo, Kecamatan Wates. Bertugas dari pukul 07.00 hingga 16.30 WIB, tim relawan yang beranggotakan Sanca Praba Abi, Wawan Yudha, dan Hanif Al Badri menyalurkan 2 trip tangki setara 8.000 liter air bersih. Penyaluran perdana ini berhasil menjangkau 73 Kepala Keluarga (KK) dengan total penerima manfaat sebanyak 270 jiwa, terdiri dari 114 warga laki-laki dan 156 warga perempuan.
2. Jumat, 7 Agustus 2026 (Dusun Bejirejo dan Wonosari, Desa Tugurejo)
Memasuki hari Jumat, armada truk tangki B 9504 SLA yang dikawal oleh petugas Agus Hariadi, Aan Makfiroh F, dan Teddy Pawitra menyisir wilayah Dusun Bejirejo dan Dusun Wonosari di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates. Tim mendistribusikan 2 trip tangki (8.000 liter air) untuk memenuhi kebutuhan 246 KK dengan total 1.198 jiwa (464 laki-laki dan 669 perempuan).
Mengingat banyaknya titik penampungan warga di lokasi tersebut, petugas mengambil langkah taktis berupa sistem pemerataan agar bantuan air terbagi secara adil. PMI Kabupaten Blitar juga merekomendasikan peningkatan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar terkait penambahan jumlah armada, serta memperkuat komunikasi dengan koordinator desa guna efisiensi alur distribusi.
3. Sabtu, 8 Agustus 2026 (Dusun Panggungwinong, Desa Sumberagung)
Pada Sabtu, fokus pendistribusian dialihkan ke wilayah Kecamatan Panggungrejo, tepatnya di pemukiman warga RT 001 / RW 005, Dusun Panggungwinong, Desa Sumberagung. Sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, tim relawan yang dikomandoi oleh Nova Hariyono, Hanif Al Badri, dan Dian Safitri mengucurkan 2 trip tangki setara 8.000 liter air.
Berdasarkan pendataan flash update posko, pasokan air tersebut menyasar area RT 001 / RW 005 secara spesifik bagi 24 KK (85 jiwa: 34 laki-laki dan 51 perempuan), serta mendukung pemenuhan air bersih bagi cakupan sasaran dusun secara keseluruhan yang mencapai 55 KK dengan total 180 jiwa penerima manfaat. Penyaluran di lokasi ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Komitmen Pelayanan Berkelanjutan
Mengingat fenomena El Niño yang masih berpotensi memicu kemarau panjang, PMI Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus membuka posko pengaduan dan memantau wilayah-wilayah rawan kekeringan secara berkala. PMI juga terus memperkuat komunikasi dengan koordinator di tingkat desa guna memetakan wilayah kritis lain yang membutuhkan intervensi bantuan air bersih serupa secara berkelanjutan.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar