Klinik Lapangan PMI di Sengari Obati Ratusan Pengungsi Terpapar Dampak Gempa
LINTAS86.com, MANGGARAI TIMUR – Posko kesehatan darurat yang didirikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di wilayah Sengari, Kelurahan Wangkung, langsung diserbu oleh ratusan warga yang membutuhkan pertolongan medis. Sejak tenda pleton berdiri pada pagi hari, antrean warga yang didominasi oleh lansia dan anak-anak terus mengular di depan meja pemeriksaan.
Gempa tektonik yang melanda kawasan Flores tahun 2026 ini tidak hanya merobohkan puluhan rumah warga di Sengari, tetapi juga memicu longsoran batu dari perbukitan sekitar. Akibatnya, banyak warga mengalami luka hantaman obyek tumpul saat mencoba menyelamatkan diri ke luar ruangan.
Tim medis PMI bergerak sigap melakukan pembersihan luka, penjahitan robekan kulit, hingga pemberian obat-obatan esensial. Selain luka fisik langsung akibat reruntuhan, tim kesehatan mulai mendeteksi ancaman penyakit baru di tenda pengungsian, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit kulit akibat keterbatasan air bersih.
"Sebagian besar pasien yang kami tangani menderita luka robek terbuka yang mulai mengalami infeksi karena terlambat mendapat antiseptik. Di samping itu, debu reruntuhan yang pekat memicu lonjakan kasus ISPA pada balita," kata Koordinator Medis Lapangan PMI, Siti Rahmawati, saat memimpin aksi pengobatan massal.
Siti juga menyerukan pentingnya bantuan logistik non-medis untuk mendukung kesehatan warga secara holistik.
"Obat-obatan saja tidak akan cukup jika sanitasi buruk. Kami sangat membutuhkan pasokan air bersih yang higienis, selimut hangat, makanan siap saji untuk bayi, serta pembangunan toilet komunal darurat di sekitar area pengungsian warga ini," pungkas Siti menjabarkan kebutuhan mendesak di lapangan.
Kolaborasi di lapangan terus diperkuat. PMI bersama unsur SAR gabungan, Polri, dan pemerintah daerah setempat bahu-membahu mendistribusikan sisa bantuan yang berhasil dibawa menggunakan kendaraan roda dua membelah jalur setapak yang tersisa.
Aksi kemanusiaan terpadu ini ditargetkan akan terus bertahan di Sengari hingga situasi psikologis dan fisik masyarakat berangsur pulih, serta jalur distribusi logistik utama kembali normal.
Penulis: Benhil M.
Editor: Redaksi

Posting Komentar