Kontingen Jamnas XII Ponorogo Resmi Dilepas oleh Lisdyarita
LINTAS86.com, PONOROGO — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo, Lisdyarita, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini digelar di halaman pendopo Kabupaten Ponorogo pada Jumat, 7 Agustus 2026. Anggota Pramuka penggalang terbaik yang terpilih ini akan bertolak menuju Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, guna mengikuti pesta penegak dan penggalang terbesar di tingkat nasional.
Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarcab Ponorogo, para pembina pendamping, serta orang tua wali murid dari para peserta. Kehadiran para orang tua menambah suasana haru sekaligus bangga saat melihat putra-putri mereka bersiap mengemban tugas sebagai duta daerah di kancah nasional.
Dalam sambutan resminya, Lisdyarita menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta kontingen.
Menurutnya, anak-anak yang diberangkatkan merupakan figur pilihan yang telah melewati berbagai tahapan seleksi ketat, pelatihan mental, dan uji kecakapan kepramukaan selama beberapa bulan terakhir.
"Kalian adalah duta Pramuka Ponorogo. Tunjukkan semangat, jaga kekompakan, hormati setiap perbedaan, dan pulanglah dengan membawa pengalaman, prestasi, serta kebanggaan untuk Ponorogo. Selamat berjuang, kami semua mendoakan yang terbaik," tegas Lisdyarita di hadapan seluruh peserta upacara.
Wakil Bupati Ponorogo tersebut juga menekankan pentingnya menjaga nama baik Kabupaten Ponorogo selama berada di bumi perkemahan. Beliau mengingatkan bahwa Jambore Nasional bukan sekadar ajang berkemah bersama, melainkan wadah bertemunya jutaan kebudayaan dan karakter dari seluruh penjuru nusantara. Oleh karena itu, sikap disiplin, santun, ramah, dan bergotong-royong harus selalu dikedepankan oleh setiap anggota kontingen.
Kontingen Kwarcab Ponorogo tahun ini membawa misi khusus untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal, khususnya kesenian Reog Ponorogo yang legendaris. Melalui festival budaya yang menjadi salah satu agenda utama di Jamnas XII, para peserta diharapkan mampu memukau kontingen dari provinsi lain sekaligus memperkuat identitas Ponorogo sebagai Kota Budaya di mata masyarakat Indonesia.
Persiapan fisik dan mental para peserta telah dilakukan secara matang melalui program training center (TC) yang intensif. Selama masa karantina tersebut, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan kepramukaan tingkat lanjut, wawasan kebangsaan, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga kesiapan seni pertunjukan. Kesiapan komprehensif ini diharapkan dapat meminimalkan kendala non-teknis saat berada di lapangan.
Selain fokus pada kegiatan kepramukaan dan prestasi, pembina pendamping kontingen juga memastikan aspek kesehatan menjadi prioritas utama selama perkemahan berlangsung. Tim medis internal disiagakan untuk memantau kondisi fisik anak-anak secara berkala, mengingat dinamika cuaca di Jakarta yang fluktuatif dan menuntut ketahanan fisik prima dari setiap individu.
Pelepasan ini ditandai secara simbolis dengan penyerahan bendera kontingen dari Ketua Kwarcab kepada pemimpin kontingen. Sorak yel-yel khas Pramuka Ponorogo langsung bergema setelah prosesi penyerahan selesai, menandakan kesiapan penuh dari para penggalang untuk menaklukkan medan kegiatan di Buperta Cibubur.
Dengan penuh semangat, restu dari orang tua, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, Kontingen Jambore Nasional XII Kwartir Cabang Ponorogo siap mengukir prestasi terbaik. Mereka bertekad membawa pulang pengalaman berharga dan mengharumkan nama Bumi Reog di panggung tertinggi kepanduan nasional.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi


Posting Komentar