Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara


LINTAS86.comACEH UTARA – Manajemen kebencanaan modern kini terus bergeser dari pola respons darurat jangka pendek menuju agenda strategis penguatan ketahanan jangka panjang yang berkelanjutan. Menanggapi tantangan nyata tersebut, pimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat bersama jajaran manajemen senior Habitat for Humanity Indonesia mengambil keputusan penting untuk melakukan intervensi struktural di tingkat akar rumput. Kebijakan ini diwujudkan melalui peluncuran program pelatihan keselamatan pemukiman yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Utara pada tanggal 22–26 Agustus 2026.
Langkah taktis yang diambil oleh kedua lembaga kemanusiaan ini didasarkan pada analisis risiko wilayah Aceh Utara yang secara historis rawan terhadap dampak bencana alam. Pimpinan lembaga menilai bahwa penyediaan bantuan fisik berupa bahan bangunan tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan edukasi kebijakan konstruksi yang aman. Oleh karena itu, investasi terbesar program saat ini dialokasikan pada transfer pengetahuan metode Participatory Approach to Safe Shelter Awareness (PASSA) dan prinsip Build Back Safer (BBS).
Koordinator Shelter PMI Pusat, Aristia Fathah, dalam arahan strategisnya menegaskan bahwa arah kebijakan lembaga kemanusiaan saat ini harus fokus pada aspek pemberdayaan masyarakat. Pemulihan wilayah pascabencana tidak boleh mengulangi kesalahan arsitektur yang sama, melainkan harus melahirkan standar hunian baru yang mampu melindungi jiwa para penghuninya.
“PMI tidak hanya ingin menyediakan hunian atau bangunan fisik semata kepada masyarakat. Lebih dari itu, agenda strategis kami adalah memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana. Caranya adalah dengan mengidentifikasi risiko bersama-sama dan memetakan apa saja kebutuhan nyata warga terhadap hunian serta permukiman mereka,” tegas Aristia Fathah saat memberikan keterangan resminya mengenai arah kebijakan program shelter nasional.
Selaras dengan komitmen tersebut, Dwi Agustanti selaku Senior Manager for Housing Disaster Resilient and Recovery Habitat for Humanity Indonesia, menyatakan bahwa kolaborasi erat dengan PMI merupakan keputusan tepat untuk membangun kesadaran kolektif. Pihak manajemen menetapkan delapan langkah metode PASSA sebagai panduan baku yang harus dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan di tingkat lokal dalam mengambil keputusan terkait tata ruang desa.
“Melalui pelatihan PASSA ini, kami di Habitat Indonesia merasa sangat bersyukur bisa berjalan beriringan dengan masyarakat bersama PMI Indonesia. Kami berharap pembelajaran mengenai delapan langkah PASSA yang telah kita lalui bersama dapat menjadi bekal bagi warga untuk menata kembali serta memperkuat hunian dan permukiman pascabencana agar lebih tangguh menghadapi masa depan,” ujar Dwi Agustanti dalam pernyataan resminya terkait visi pemulihan wilayah.
Keputusan pimpinan untuk memprioritaskan pelatihan bagi 31 peserta yang terdiri dari relawan dan warga Kecamatan Langkahan serta Kecamatan Sawang ini menjadi bukti nyata integrasi kebijakan makro menjadi aksi mikro di lapangan. Dengan pengawasan strategis dari pimpinan kedua lembaga, program ini diproyeksikan mampu menstimulasi lahirnya regulasi pembangunan berbasis komunitas di tingkat desa, sekaligus memastikan kesiapsiagaan masyarakat Aceh Utara berada pada level tertinggi dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara
  • Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara
  • Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara
  • Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara
  • Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara
  • Sinergi Strategis Perkuat Hunian Aceh Utara

Posting Komentar