Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur

LINTAS86.comMANGGARAI TIMUR – Penanganan dampak kesehatan akibat gempa bumi di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, tidak hanya berfokus pada evakuasi pasien cedera berat ke rumah sakit rujukan. Tim ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan kabupaten setempat juga melancarkan strategi jemput bola dengan cara mendatangi langsung sejumlah posko pengungsian mandiri yang didirikan dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat di sekitar pemukiman mereka yang hancur.
Langkah taktis kunjungan langsung ke lapangan ini sengaja diambil untuk memberikan jaminan layanan pemeriksaan kesehatan dasar dan pengobatan gratis bagi warga yang menderita cedera ringan maupun keluhan penyakit komunal yang biasa muncul pascabencana. Tim medis di lapangan melaporkan banyak menemukan pengungsi yang mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti sesak napas akibat debu reruntuhan, batuk-batuk, luka memar, serta infeksi luka-luka terbuka ringan yang belum sempat dibersihkan dengan standar medis yang steril.
Menurut penjelasan dari Kepala Markas PMI Kabupaten Manggarai Timur, Alfred Tuname, keputusan untuk mendatangi pemukiman warga secara berkala ini didasari oleh faktor psikologis para pengungsi. Banyak di antara warga korban gempa yang saat ini masih enggan untuk melangkah keluar dari area pengungsian aman mereka, apalagi untuk mendatangi bangunan fisik rumah sakit yang besar karena adanya bayang-bayang ketakutan dan trauma psikologis mendalam akan potensi terjadinya gempa bumi susulan yang bisa meruntuhkan bangunan kembali.
“Sebagian masyarakat masih enggan datang ke rumah sakit karena trauma akibat gempa. Karena itu, kami bersama tenaga kesehatan berupaya mendatangi posko-posko mandiri agar warga tetap mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Di sisi lain, langkah ini juga membantu mengurangi beban Rumah Sakit Lapangan yang kapasitasnya masih terbatas karena jumlah tempat tidur pasien atau velbed belum mencukupi,” jelas Alfred secara rinci mengenai kondisi sosiologis pengungsi.
Keberadaan layanan kesehatan keliling ini terbukti efektif menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan sarana prasarana yang ada di Rumah Sakit Lapangan Damer. Hingga saat ini, kapasitas tampung Rumah Sakit Lapangan tersebut memang dilaporkan masih sangat minim akibat belum terpenuhinya kuota kebutuhan fasilitas tempat tidur darurat khusus pasien atau velbed. Dengan adanya skema penanganan medis langsung di posko-posko mandiri, penumpukan pasien di pusat layanan kesehatan darurat dapat dihindari, sehingga alokasi velbed yang terbatas bisa diprioritaskan bagi pasien transisi yang kondisinya jauh lebih darurat.
Guna mengatasi keterbatasan sumber daya manusia yang mulai kelelahan akibat tingginya ritme kerja di lapangan, dukungan dari tingkat pusat kini mulai mengalir. PMI Pusat telah menjadwalkan pengiriman penambahan pasokan tenaga medis untuk memperkuat lini pertahanan kesehatan di wilayah Dampek. Mulai hari Rabu (19/8), dijadwalkan satu orang dokter spesialis kedaruratan beserta dua orang tenaga kesehatan terlatih dari markas PMI Pusat akan tiba di lokasi bencana. Mereka akan langsung diintegrasikan dengan tim ambulans lokal serta tenaga medis Dinas Kesehatan setempat untuk memperluas jangkauan operasional pelayanan kepada seluruh masyarakat terdampak.

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur
  • Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur
  • Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur
  • Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur
  • Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur
  • Tim Medis Gabungan Jemput Bola Layani Pengungsi Gempa Manggarai Timur

Posting Komentar