62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian

Warga terdampak gempa menjalani pemeriksaan kesehatan di Dusun Wancang, Desa Ladur, Kabupaten Manggarai, Kamis (17/9/2026).

LINTAS86.comMANGGARAI,  – Sebanyak 62 warga Dusun Wancang, Desa Ladur, Kabupaten Manggarai, mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan di tengah proses pemulihan pascagempa, Kamis (17/9/2026).

Dari jumlah tersebut, penerima manfaat terdiri atas 22 laki-laki dan 40 perempuan, termasuk delapan ibu menyusui.

Layanan kesehatan diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih menjalani masa pemulihan setelah gempa bumi pada 15 Agustus 2026.

Tim kesehatan turun langsung melakukan pemeriksaan fisik, mengidentifikasi keluhan warga, memberikan pengobatan, hingga menyalurkan obat-obatan sesuai kebutuhan pasien.

Layanan Berawal dari Permintaan Pustu Wancang

Koordinator Lapangan Layanan Kesehatan, Albertus W. B. Dugis, S.Kep, mengatakan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan setelah adanya permintaan dari Pustu Wancang.

Permintaan kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan informasi BPBD, posko pengungsian di Dusun Wancang masih diaktifkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Albertus yang akrab disapa Wili mengatakan, ketersediaan obat-obatan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Kebutuhan obat harus memenuhi kebutuhan yang ada di lapangan. Kebetulan juga kita memiliki ketersediaan dan para pengungsi yang terdampak membutuhkan obat-obatan, sehingga mereka cepat mendapat pemeriksaan dan pengobatan saat sakit,” jelas Wili.

Menurut dia, kondisi cuaca yang kurang baik turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan warga, khususnya mereka yang masih berada di sekitar lokasi pengungsian.

Pelayanan kesehatan dan distribusi obat diharapkan dapat membantu warga memperoleh penanganan lebih cepat ketika mengalami keluhan.

ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan beragam keluhan dan kondisi kesehatan masyarakat, antara lain myalgia atau nyeri otot, hipertensi, gastritis, dermatitis, diabetes melitus (DM), hingga konjungtivitis.

Keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama batuk dan pilek, juga banyak ditemukan selama pelayanan berlangsung.

Dokter utusan PMI Pusat, dr. Nugroho Arif Budiman, mengatakan pelayanan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik dan pemberian pengobatan berdasarkan kondisi setiap pasien.

“Kegiatan yang kami lakukan adalah pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengobatan dan pemeriksaan fisik. Sebagian besar masyarakat di Dusun Wancang menderita ISPA seperti batuk dan pilek,” ungkap dr. Nugroho.

Selain gangguan pernapasan, tekanan darah tinggi juga menjadi perhatian tim kesehatan.

Nugroho mengatakan terdapat warga yang mengalami hipertensi dan sebagian memiliki kondisi stroke. Karena itu, ia mendorong fasilitas kesehatan setempat melakukan pemantauan lanjutan terhadap pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Harapannya untuk fasilitas kesehatan setempat supaya bisa memonitor lebih lanjut, karena setelah pemeriksaan ada beberapa masyarakat yang menderita hipertensi dan sebagian mengalami stroke,” lanjut Nugroho.

Tekla Bihu Mengeluh Nyeri Pinggang dan Lutut

Di antara warga yang mendapatkan pelayanan terdapat Tekla Bihu (65).

Selama berada di lokasi pengungsian, Tekla mengeluhkan nyeri pada bagian pinggang dan lutut. Ia kemudian mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter dan diberikan obat sesuai kondisi yang dialaminya.

“Tadi saya diperiksa oleh dokter. Berdasarkan keluhan saya, yaitu nyeri pinggang dan lutut, saya sudah mendapatkan pemeriksaan langsung di tempat dan dikasih obat. Semoga PMI Kabupaten Manggarai selalu hadir di Dusun Wancang untuk melayani pengobatan kepada kami,” ungkap Tekla.

Kehadiran layanan kesehatan di sekitar lokasi pengungsian membantu Tekla dan warga lainnya memperoleh pemeriksaan selama masa pemulihan pascabencana.

Pustu Wancang: Belum Ada Masalah Kesehatan Serius

Penanggung Jawab Pustu Wancang, Maria Oktafiani Serli, S.Kep, mengatakan sejauh ini belum ditemukan masalah kesehatan serius di lingkungan pengungsian.

Menurutnya, sebagian besar keluhan yang ditangani merupakan penyakit ringan, terutama ISPA. Selain itu, terdapat kasus diare pada anak-anak.

Dari sisi lingkungan, sejumlah fasilitas pendukung juga telah tersedia, termasuk wadah penampungan sampah dan sarana penampungan air bersih.

“Untuk permasalahan kesehatan yang serius tidak ada. Sejauh ini kami hanya menangani pasien yang sakit ringan seperti ISPA dan diare pada anak-anak. Untuk pelayanan darurat juga tidak ada sakit atau kasus yang berat,” jelas Serli.

Serli juga mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan sempat memberikan pertolongan persalinan di posko pengungsian pada 10 September 2026. Proses tersebut, kata dia, berlangsung lancar.

“Hanya saja pada tanggal 10 September yang lalu kami melakukan penanganan persalinan di posko dan semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.

Serli mengapresiasi pelayanan kesehatan dan bantuan obat-obatan yang diberikan kepada warga Wancang.

“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas bantuan layanan kesehatan dan obat-obatan yang diberikan oleh Palang Merah Indonesia Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Ia juga memberikan semangat kepada para relawan yang masih menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.

“Pesan saya untuk relawan yang bertugas melayani masyarakat di lapangan untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap semangat dalam bertugas, karena kami melihat kehadiran PMI di Posko Wancang sudah membantu kami di lapangan,” tutup Serli.

HUT ke-81 Jadi Momentum Terus Bergerak untuk Warga

Di tengah proses pemulihan masyarakat, peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia turut menjadi momentum bagi para relawan untuk memperkuat komitmen pelayanan kemanusiaan.

Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hyronimus Kaunang, mengatakan momentum HUT ke-81 menjadi pengingat untuk terus bergerak mendukung masyarakat yang terdampak bencana.

Hyronimus mengenang perjalanan pengembangan PMI di Manggarai yang telah dilaluinya sejak 2006 dengan sumber daya terbatas.

“Tahun 2006 lalu, saya memulai PMI Manggarai dengan satu orang staf dan secara perlahan, tahun demi tahun, staf bertambah dan relawan terus bertumbuh,” ungkap Hyronimus.

Menurut Hyronimus, kekuatan relawan itu semakin terlihat ketika bencana terjadi. Dukungan tidak hanya datang dari Manggarai, tetapi juga dari tingkat provinsi serta kabupaten dan kota lainnya.

Ia menyebut sejumlah relawan yang hadir berasal dari PMI Kalimantan Timur, PMI Sulawesi Tengah, dan PMI Klaten.

“Ini tentunya kerja luar biasa. Kita tidak berjalan sendiri menghadapi bencana ini. Kita peduli, bergerak bersama,” tegasnya.

Kehadiran relawan dari berbagai daerah menunjukkan semangat kolaborasi dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Solidaritas Relawan untuk Pemulihan Flores

Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI NTT, Adrian Jeharun, mengatakan HUT ke-81 PMI juga memiliki makna tersendiri bagi perjumpaan dan perjuangan para relawan yang bekerja di wilayah terdampak.

Adrian menyinggung perjalanan PMI sejak awal kemerdekaan Indonesia serta kontribusinya dalam mendukung pemerintah dan masyarakat menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

“Pada tahun 1945, Bung Karno katakan bahwa PMI adalah bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Saya kira kita perlu menyadari betul bahwa PMI berperan sangat penting mendukung pemerintah dan bangsa Indonesia dalam membangun ketangguhan bersama dan menjawabi tantangan bencana,” ungkap Adrian.

Menurut Adrian, penanganan dampak bencana di Flores tidak hanya menjadi tanggung jawab PMI NTT maupun PMI di tujuh kabupaten terdampak.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur PMI bersama mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

“Bencana Flores bukan hanya menjadi tanggung jawab PMI NTT dan PMI tujuh kabupaten terdampak, melainkan tanggung jawab bersama PMI dan mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah,” katanya.

Bagi Adrian, pertemuan relawan dari berbagai wilayah bukan semata-mata untuk menjalankan tugas, melainkan didorong oleh kepedulian terhadap kemanusiaan.

“Ini luar biasa, karena setiap relawan PMI hadir, bertemu, bekerja bersama tidak hanya sebagai tugas, tetapi lebih karena peduli pada kemanusiaan,” ujarnya.

Sebulan Bergerak, Jalan Pemulihan Masih Panjang

Adrian mengatakan upaya kemanusiaan telah berjalan selama sekitar satu bulan sejak 15 Agustus 2026. Meski demikian, ia menilai proses untuk mendukung pemulihan masyarakat masih membutuhkan waktu.

Upaya tersebut, menurut dia, akan terus dilanjutkan dalam beberapa bulan ke depan dengan mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pemulihan.

“Kita telah berjuang selama satu bulan sejak tanggal 15 Agustus 2026 lalu dan perjalanan kita masih panjang untuk tiga bulan ke depan. Mari kita saling bergandengan tangan, bergerak bersama dan bekerja secara partisipatif bersama masyarakat untuk mendukung pemulihan bersama untuk Flores Bangkit,” kata Adrian.

Pelayanan kesehatan di Dusun Wancang menjadi salah satu bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan pascagempa.

Selain pemeriksaan dan pengobatan, pemantauan kondisi kesehatan, ketersediaan obat, air bersih dan sanitasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.

Kolaborasi tenaga kesehatan, relawan, pemerintah, fasilitas kesehatan setempat dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat proses pemulihan warga serta membangun ketangguhan menghadapi dampak bencana.

Penulis: Edho
Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • 62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian
  • 62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian
  • 62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian
  • 62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian
  • 62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian
  • 62 Warga Wancang Dapat Layanan Kesehatan Pascagempa, ISPA hingga Hipertensi Jadi Perhatian

Posting Komentar