Ratusan PMR Ikuti Latihan Gabungan di SMAN 1 Kota Mojokerto, Asah Kesiapsiagaan Bencana
| Ratusan anggota PMR Wira mengikuti Latihan Gabungan di SMAN 1 Kota Mojokerto, Sabtu (12/9/2026), dengan materi manajemen dapur umum dan simulasi kebencanaan. (Foto Dimas PMI Kota Mojokerto) |
LINTAS86.com, MOJOKERTO – Ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) yang digelar di SMAN 1 Kota Mojokerto, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi relawan muda untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat kebersamaan, sekaligus mengasah kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan.
Peserta Latgab berasal dari sembilan sekolah menengah atas di Kota Mojokerto dan satu sekolah menengah atas dari Kabupaten Mojokerto.
Sejak kegiatan dimulai, suasana lapangan SMAN 1 Kota Mojokerto dipenuhi semangat para anggota PMR Wira. Para pelajar dari berbagai sekolah berkumpul untuk mengikuti serangkaian latihan yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun koordinasi dan kerja sama antarpeserta.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan di halaman SMAN 1 Kota Mojokerto. Latgab tersebut dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMAN 1 Kota Mojokerto, Rochmat, M.Pd.
Sekretaris PMI Kota Mojokerto, Ayuhannafiq, SIP, turut hadir dan memberikan motivasi kepada para anggota PMR Wira.
Dalam sambutannya, Ayuhannafiq menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa kemanusiaan, kedisiplinan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia sekolah.
"Melalui latihan gabungan ini, anggota PMR Wira diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga menumbuhkan jiwa kemanusiaan, disiplin serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat," ujar Ayuhannafiq.
Menurutnya, pembinaan terhadap anggota PMR menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang peduli dan mampu bekerja sama ketika dibutuhkan.
Para anggota PMR juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama latihan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Belajar Manajemen Dapur Umum
Setelah apel pembukaan, peserta mengikuti dua fokus materi utama. Salah satunya adalah manajemen dapur umum.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai penyiapan kebutuhan pangan dalam situasi darurat. Mereka diperkenalkan dengan pengelolaan bahan makanan, pembagian tugas dalam tim, hingga mekanisme pendistribusian konsumsi secara efisien.
Materi tersebut memberikan gambaran kepada anggota PMR bahwa pelayanan dalam kondisi bencana tidak hanya berkaitan dengan evakuasi dan pertolongan pertama.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk makanan, juga membutuhkan pengelolaan dan koordinasi yang baik.
Melalui latihan tersebut, peserta belajar pentingnya bekerja secara terorganisasi. Setiap anggota harus memahami tugas masing-masing sekaligus mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim lainnya.
Pengalaman praktik itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman relawan muda mengenai berbagai bentuk pelayanan kemanusiaan yang mungkin diperlukan ketika menghadapi keadaan darurat.
Simulasi Kebencanaan, Evakuasi dan Pertolongan Pertama
Materi lainnya yang menjadi bagian penting dalam Latgab PMR Wira adalah simulasi kebencanaan.
Dalam sesi ini, para anggota PMR berlatih meningkatkan ketangkasan dalam proses evakuasi dan memberikan pertolongan pertama. Mereka juga mempraktikkan koordinasi lapangan saat menghadapi situasi darurat.
Simulasi menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang selama ini telah mereka pelajari melalui kegiatan PMR di sekolah masing-masing.
Tidak hanya kemampuan teknis, kesiapan mental juga menjadi bagian dari latihan.
Peserta belajar untuk tetap tenang menghadapi kondisi darurat, berkomunikasi dengan anggota tim, memahami pembagian tugas serta melakukan tindakan sesuai dengan keterampilan yang telah dipelajari.
"Kesiapsiagaan perlu dipupuk sejak bangku sekolah. Anggota PMR diharapkan memiliki kepedulian terhadap sesama serta mampu bekerja sama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan," kata Ayuhannafiq.
Latihan tersebut diharapkan membuat anggota PMR semakin memahami bahwa penanganan keadaan darurat membutuhkan keberanian, pengetahuan, kedisiplinan dan kekompakan.
Pererat Kebersamaan PMR Antar-Sekolah
Selain meningkatkan keterampilan, Latgab di SMAN 1 Kota Mojokerto menjadi wadah untuk mempererat hubungan antaranggota PMR Wira.
Pertemuan yang melibatkan peserta dari sepuluh sekolah tersebut memberi kesempatan kepada para pelajar untuk saling mengenal, berkomunikasi dan bertukar pengalaman mengenai kegiatan PMR di sekolah masing-masing.
Kebersamaan yang terbangun menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan relawan muda. Pasalnya, pelayanan kemanusiaan membutuhkan kemampuan bekerja dalam tim dan kepedulian terhadap orang lain.
Melalui kegiatan PMR, para pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana. Mereka juga belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kepemimpinan, solidaritas, komunikasi dan kepedulian sosial.
Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Latgab PMR Wira di SMAN 1 Kota Mojokerto pun menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar melalui praktik langsung. Materi manajemen dapur umum dan simulasi kebencanaan diharapkan menjadi tambahan bekal bagi peserta agar lebih siap menghadapi kondisi yang membutuhkan pertolongan.
Dengan pembinaan dan latihan yang berkelanjutan, anggota PMR Wira diharapkan tumbuh menjadi pelajar yang tanggap, terampil, disiplin dan memiliki kepedulian terhadap sesama, sekaligus mampu menjadi penggerak semangat kemanusiaan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Penulis: Dimas
Editor: Redaksi
Posting Komentar