Krisis Air Bersih Pascagempa, PMI Manggarai Layani 1.397 Warga Desa Robek melalui Program WASH
LINTAS86.com, MANGGARAI – Gempa yang mengguncang Flores tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Di Desa Robek, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sejumlah warga masih menghadapi kesulitan memperoleh air bersih setelah gempa dan gempa susulan yang terus terjadi.
Untuk membantu masyarakat, PMI Kabupaten Manggarai menghadirkan layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) di Dusun Gincu Timur dan Dusun Mondo pada 12 September 2026.
Layanan tersebut mencakup pengolahan air bersih, distribusi air kepada masyarakat, serta edukasi mengenai sanitasi dan penggunaan air yang aman.
Warga Mengeluhkan Kekurangan Air Bersih
Petrus Pima (56), warga Dusun Gincu Timur, mengatakan kondisi lingkungan pascagempa menyebabkan masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
“Kondisi jalan dan retak di Dusun RT 005/RW 003 yang menyebabkan kekeringan dan kekurangan air bersih setelah pascagempa dan bahkan sekarang masih terjadi,” ujarnya.
Menurut Petrus, bantuan air bersih yang diberikan sangat membantu masyarakat yang masih menjalani masa tanggap darurat.
“Terima kasih banyak kepada pihak-pihak, lembaga-lembaga yang sudah hadir memberikan kami bantuan berupa air bersih, harapannya semoga dalam masa tanggap darurat bencana ini kami selalu diperhatikan dalam setiap bantuan yang masuk, terlebih khusus air bersih,” katanya.
PMI Distribusikan 30.000 Liter Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PMI Kabupaten Manggarai mendistribusikan 30.000 liter air bersih kepada 1.397 jiwa.
Air tersebut diproduksi melalui proses pengolahan menggunakan water treatment hydroflow milik PMI Jatinangor. Setelah melalui proses penyaringan dan desinfeksi menggunakan klorin, air disimpan dalam tangki sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Tim PMI juga melakukan pemeriksaan kadar klorin untuk memastikan proses pengolahan berjalan sesuai prosedur sebelum distribusi dilakukan.
Edukasi Sanitasi dan Penggunaan Air Bersih
Martinus Eda dari tim WASH PMI Kabupaten Manggarai menjelaskan bahwa air yang dibagikan telah diolah sebelum dikonsumsi masyarakat.
“Air ini sudah diolah dengan menggunakan alat water treatment hydroflow atau mesin pengelolaan air bersih dan sudah dicampuri klorin sesuai takaran yang sudah diuji di shelter WASH yang bertujuan membunuh kuman atau bakteri yang ada dalam kandungan air, tapi kami sarankan tetap dimasak dulu baru dikonsumsi,” jelasnya.
Selain distribusi air, PMI juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan air bersih dan sanitasi yang aman untuk mengurangi risiko penyakit setelah bencana.
Menjangkau Warga di Sejumlah Titik
Menurut Martinus, distribusi air dilakukan di sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Kami sudah mendistribusikan air di beberapa titik di antaranya Desa Robek ada beberapa titik yaitu di Golo Sambi RT 006, Mukang RT 003 Dusun Gincu Timur, pengungsian Golo Conggo dan di Ojang Desa Robek, sementara jumlah air yang didistribusikan yaitu 30.000 liter untuk dibagikan kepada 1.397 jiwa,” ujarnya.
Sebanyak lima personel PMI diterjunkan untuk memastikan layanan air bersih dan sanitasi menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
PMI Kabupaten Manggarai menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, Tim SIBAT, dan pihak terkait lainnya agar layanan kemanusiaan tetap berjalan selama masa pemulihan pascabencana.
Penulis: Edho
Editor: Redaksi

Posting Komentar