Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara

LINTAS86.comMANGGARAI - Keterbatasan akses tak meluruhkan niat kemanusiaan untuk menjangkau masyarakat rentan korban gempa bumi di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Tim gabungan yang terdiri dari Kalla Rescue, PMI Kabupaten Manggarai, serta tenaga kesehatan setempat menggelar aksi pelayanan kesehatan jemput bola di Desa Wae Mantang, Kecamatan Rahong Utara, Rabu (09/09/2026).

Aksi cepat tanggap ini dipicu oleh temuan lapangan bahwa warga Desa Wae Mantang yang tengah mengungsi secara mandiri belum tersentuh penanganan layanan medis pasca-gempa. Rendahnya taraf kesehatan warga tereskalasi akibat faktor geografis yang mengisolasi pemukiman mereka dari fasilitas kesehatan utama.

Jarak tempuh dari Desa Wae Mantang menuju Puskesmas terdekat memakan waktu hingga 2 jam perjalanan. Kondisi ini diperparah dengan kerusakan infrastruktur jalan yang sangat parah, medan perbukitan yang terjal, serta ketiadaan armada transportasi umum yang dapat diakses oleh masyarakat.

Kondisi tersebut tecermin dari penuturan warga setempat yang mengeluhkan betapa sulitnya memperoleh penanganan medis di tengah kondisi darurat pasca-bencana. Ketika ada anggota keluarga yang jatuh sakit di pengungsian, akses menuju Puskesmas menjadi cobaan berat lantaran jalur darat yang memprihatinkan.

Melihat fakta mendesak tersebut, tim medis yang dipimpin dr. Haekal (dokter Rumah Sakit Islam Faisal Makassar) bergerak menembus rintangan geografis. Meski perjalanan tim sempat tersendat akibat kerusakan jalan, posko pengobatan darurat berhasil didirikan di halaman luar ruangan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) Desa Wae Mantang. Langkah ini terpaksa diambil mengingat struktur gedung Pustu sendiri hancur dan rusak berat akibat guncangan gempa.

"Proses layanan kesehatan berjalan lancar, masyarakat juga sangat antusias dalam pengobatan pemeriksaan kesehatannya, dibantu oleh relawan PMI dan tenaga kesehatan setempat layanan berjalan dengan lancar," ujar dr. Haekal.

Ia menegaskan pentingnya perbaikan aksesibilitas menuju kawasan-kawasan rawan bencana agar penanganan darurat di masa depan tidak terkendala. "Salah satu tantangan dalam layanan ini yaitu kondisi jalan yang rusak, tapi dengan semangat kemanusiaan kami sampai juga, harapannya semoga jalannya cepat diperbaiki supaya akses tenaga medis cepat sampai tepat waktu dalam penanganan pasien," tambah dr. Haekal.

Antusiasme warga terpancar sepanjang pengobatan berlangsung. Berdasarkan rekapitulasi data KSR PMI Kabupaten Manggarai, sebanyak 135 pengungsi berhasil mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan secara cuma-cuma. Komposisi pasien terdiri dari 92 orang perempuan dan 43 orang laki-laki, yang di dalamnya mencakup kelompok berisiko tinggi seperti 1 orang ibu hamil serta 30 orang ibu menyusui.

Hasil penapisan medis menunjukkan bahwa rentetan penyakit pasca-bencana mulai menggerogoti fisik warga di pengungsian mandiri. Keluhan ISPA mendominasi dengan 70 kasus, diikuti myalgia (30 kasus), hipertensi (18 kasus), dan gastritis (17 kasus). Keluhan-keluhan tersebut erat kaitannya dengan suhu dingin tempat pengungsian, stres pasca-trauma, serta keterbatasan pasokan makanan bergizi.

Kehadiran dokter dan relawan ke lokasi pengungsian memberikan kelegaan mendalam bagi warga. Sofi Fatima Rene, seorang ibu rumah tangga yang membawa anaknya berobat, menyampaikan apresiasinya atas tindakan cepat tim medis gabungan.

"Selama ini kami hanya mendapatkan layanan dari puskesmas dan hari ini kami mendapatkan layanan tersebut yang langsung mengunjungi kami pascagempa, keluhan saya tadi pusing, sakit pinggang dan flu, sementara anak saya batuk dan flu, saya merasa lega karena langsung ditangani oleh dokter, semoga ada lembaga lain yang terus melayani kami disini," tutur Sofi.

Aksi tanggap darurat di Desa Wae Mantang ini diharapkan menjadi pemicu mengalirnya bantuan-bantuan kemanusiaan berikutnya dari berbagai pihak, guna memastikan proses pemulihan kesehatan dan psikologis masyarakat terdampak bencana dapat berjalan optimal.

Penulis: Edho 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara
  • Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara
  • Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara
  • Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara
  • Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara
  • Tempuh 2 Jam Jalur Rusak Parah, Kalla Rescue dan PMI Obati 135 Pengungsi Gempa di Rahong Utara

Posting Komentar