Intip Keseruan Anak-Anak Yayasan Al-Kafhi Belajar Misi Kemanusiaan dan Donor Darah di PMI Magetan
LINTAS86.com, MAGETAN - Membentuk karakter generasi muda yang berjiwa sosial dan memiliki rasa kepekaan terhadap sesama tidak hanya cukup dilakukan di dalam ruang kelas. Langkah nyata diperlihatkan oleh Yayasan Al-Kafhi yang memilih cara interaktif dan edukatif dalam mengisi kegiatan pembelajaran anak-anak didiknya.
Pada Sabtu (19/9/2026), rombongan anak-anak dari Yayasan Al-Kafhi memboyong para peserta untuk belajar langsung mengenai misi kemanusiaan di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magetan.
Kegiatan kunjungan lapangan ini dirancang khusus guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai dunia kepalangmerahan sejak usia dini.
Sesuai dengan tujuan utamanya, kunjungan ini berfokus pada pengenalan dasar-dasar kepalangmerahan serta berbagai bentuk pelayanan publik yang dijalankan oleh PMI.
Sepanjang kegiatan, para peserta tidak hanya diberikan teori umum, tetapi juga disuguhkan beragam wawasan menarik seputar tugas-tugas vital kemanusiaan.
Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar pertolongan pertama pada kecelakaan, manajemen penanggulangan bencana alam, fungsi operasional layanan ambulans emergency, hingga pentingnya aksi donor darah bagi keselamatan jiwa manusia.
Pendamping Yayasan Al-Kafhi, Basuki Rochmad, menegaskan pentingnya edukasi kepalangmerahan diberikan secara langsung kepada generasi muda.
Menurutnya, pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan perlu ditanamkan sejak anak-anak masih dalam masa pertumbuhan agar memori kepedulian tersebut terus terbawa hingga mereka dewasa.
“Supaya adik-adik mengenal berbagai macam wawasan kepalangmerahan, mulai dari pertolongan pertama, donor darah, kebencanaan, ambulans, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kepalangmerahan. Harapannya, adik-adik bisa mengetahui sejak dini wawasan tersebut,” ujar Basuki di sela-sela mendampingi peserta.
Suasana kunjungan berlangsung sangat interaktif dan penuh antusiasme. Tidak sekadar mendengarkan pemaparan materi di dalam ruangan, para peserta diajak berkeliling untuk melihat dan mengenal dari dekat berbagai fasilitas operasional yang dimiliki PMI Kabupaten Magetan.
Peserta diajak mendekati armada ambulans dan diperkenalkan dengan berbagai peralatan medis darurat yang tersimpan di dalamnya.
Petugas PMI memberikan penjelasan singkat mengenai cara kerja alat-alat keselamatan serta alur evakuasi pasien saat terjadi keadaan darurat di lapangan.
Momen yang paling menarik perhatian anak-anak terjadi ketika rombongan diajak memasuki area pelayanan transfusi darah.
Di dalam ruang pelayanan donor darah, para peserta diberi kesempatan mengamati langsung fasilitas serta peralatan medis yang digunakan.
Petugas PMI memberikan edukasi dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak mengenai bagaimana darah yang didonasikan oleh masyarakat dapat menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan di rumah sakit.
Rangkaian kegiatan eksperiensial ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Mereka dapat melihat secara riil bentuk nyata pelayanan kemanusiaan, yang selama ini mungkin hanya mereka dengar atau lihat lewat media visual.
Kunjungan edukatif dari Yayasan Al-Kafhi ini menyedot perhatian dan apresiasi positif dari jajaran pengurus PMI Kabupaten Magetan.
Sekretaris Pengurus PMI Kabupaten Magetan, Sunarti, S.Sos., M.Si., menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas inisiatif positif tersebut.
“Saya selaku pengurus mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Yayasan Al-Kafhi ke PMI Kabupaten Magetan. Semoga sejak dini anak-anak yang kita kenalkan dengan PMI akan meningkatkan kepedulian tentang kemanusiaan,” tutur Sunarti.
Pihak PMI Kabupaten Magetan berharap kegiatan edukasi terbuka seperti ini dapat menginspirasi lembaga-lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Magetan. Penanaman nilai-nilai kepalangmerahan sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk generasi masa depan yang tanggap bencana, berwawasan luas, serta memiliki empati yang tinggi terhadap sesama manusia.
Penulis: Rekayasa
Posting Komentar