Bantuan Terpal PMI Pastikan Kegiatan Belajar Siswa dan Guru SDK Nggolonio Tetap Berjalan Pascagempa
LINTAS86.com, NAGEKEO — Aktivitas belajar mengajar di SDK Nggolonio, Kabupaten Nagekeo, dipastikan tetap berjalan meski kondisi bangunan sekolah masih mengalami dampak kerusakan pascagempa. Untuk mendukung keberlangsung kegiatan belajar mengajar (KBM), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo menyalurkan bantuan terpal yang langsung dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara.
Sebelum adanya tempat berteduh darurat, para siswa sempat mengikuti kegiatan belajar di lokasi posko pengungsian selama dua hari. Setelah masa pengungsian awal tersebut, kegiatan belajar dipindahkan kembali ke lingkungan sekolah, namun terpaksa dilakukan di bawah pohon akibat belum tersedianya fasilitas bangunan yang aman dan nyaman untuk berteduh.
Melihat kondisi yang kurang memadai tersebut, para orang tua siswa bersama jajaran guru berinisiatif untuk mendirikan tenda darurat di area sekolah. Koordinasi kerja bakti disampaikan secara cepat melalui grup WhatsApp, hingga akhirnya orang tua dan guru bergotong royong membantu mendirikan tempat belajar sementara bagi peserta didik.
"Awalnya guru rapat dan sepakat untuk kerja bakti. Informasinya disampaikan di grup WhatsApp orang tua. Kami bersama-sama mendirikan tenda darurat untuk tempat anak-anak belajar," ujar wali kelas sekaligus Guru Kelas 6 SDK Nggolonio, Ibu Beatriks Lino.
Selain tempat belajar yang dipindahkan, penyesuaian jam pelajaran juga dilakukan. Sebelum terjadinya bencana gempa bumi, para siswa biasanya menyelesaikan kegiatan belajar pada pukul 12.40 WITA. Namun pascagempa, durasi waktu belajar diperpendek demi mempertimbangkan faktor keamanan serta kondisi psikologis siswa dan guru.
"Setelah gempa, sekarang jam 11 sudah pulang ke rumah. Sebelumnya pulang jam 12.40," kata Beatriks.
Kehadiran bantuan terpal dari PMI Kabupaten Nagekeo menjadi kebutuhan vital bagi operasional sekolah. Terpal tersebut dimanfaatkan secara efektif untuk melindungi siswa dan guru dari sengatan panas maupun perubahan cuaca saat proses pembelajaran berlangsung. Beatriks menilai keberadaan tenda darurat dari terpal ini memberikan rasa aman bagi seluruh civitas sekolah.
"Menurut saya sangat baik, supaya bisa berteduh. Murid aman dan guru juga aman untuk pelaksanaan KBM," tuturnya.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menyampaikan bahwa penyaluran terpal ini merupakan bentuk komitmen PMI dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa, khususnya sektor pendidikan yang membutuhkan ruang belajar darurat. Di tengah keterbatasan pascabencana, terpal tersebut menjadi fasilitas sederhana yang memungkinkan aktivitas pendidikan terus berlanjut.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar