Belajar Lewat Lagu, Anak-anak Penyintas Gempa di Ende Kini Hafal Cara Cuci Tangan yang Benar
LINTAS86.com, ENDE - Suasana ceria kembali terlihat di SDK Ndona 2, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Di tengah proses pemulihan pascagempa, puluhan anak mengikuti kegiatan promosi kesehatan yang dikemas secara menarik melalui lagu, permainan, dan praktik langsung.
Sebanyak 70 siswa dan 11 guru mengikuti kegiatan edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Materi yang disampaikan tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga dipadukan dengan lagu dan gerakan sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak.
Salah satu peserta, Febrionia Nona Laka, siswi kelas VI SDK Ndona 2, mengaku baru memahami bahwa mencuci tangan memiliki tahapan yang harus dilakukan secara benar.
“Biasanya saya cuci tangan, tapi hanya membasuh telapak tangan saja. Setelah diajari tadi, saya jadi tahu ternyata ada langkah-langkahnya, bukan hanya telapak tangan,” ujarnya.
Menurut Febrionia, metode belajar yang diselingi nyanyian membuat enam langkah mencuci tangan lebih mudah dihafal dan dipraktikkan.
“Awalnya susah menghafalkan enam langkah cuci tangan. Setelah diajak bernyanyi, akhirnya saya hafal dan bisa mempraktikkannya,” katanya.
Hal senada disampaikan Arnoldus Wora, siswa kelas V. Ia menilai pembelajaran kesehatan menjadi lebih menyenangkan karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkannya.
“Senang karena tadi bukan hanya mendengarkan, tapi langsung ikut bergerak dan praktik. Saya jadi tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kebiasaan hidup bersih dan sehat di kalangan anak-anak. Melalui pendekatan yang interaktif, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah sederhana untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk diare dan infeksi.
Tim promosi kesehatan yang terlibat dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa metode bernyanyi dan praktik dipilih karena lebih dekat dengan dunia anak-anak. Dengan cara tersebut, pesan kesehatan diharapkan tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SDK Ndona 2, Theodosia Ndole, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa di tengah proses pemulihan pascagempa.
“Materi seperti cara mencuci tangan dan pencegahan diare menjadi pengetahuan baru bagi anak-anak. Penyampaiannya melalui lagu dan praktik langsung membuat mereka lebih mudah mengikuti,” ujarnya.
Menurut Theodosia, antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan pengetahuan kesehatan, anak-anak juga memiliki kesempatan untuk kembali belajar dan berinteraksi bersama teman-temannya dalam suasana yang menyenangkan.
“Anak-anak terlihat sangat antusias. Kegiatan seperti ini membantu mereka kembali bersemangat untuk belajar dan beraktivitas di sekolah,” katanya.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kegiatan edukasi kesehatan menjadi lebih dari sekadar penyampaian informasi. Melalui lagu, permainan, dan praktik sederhana, anak-anak tidak hanya belajar menjaga kesehatan, tetapi juga kembali menemukan keceriaan yang sempat berkurang setelah gempa.
Dari gerakan mencuci tangan hingga nyanyian yang dinyanyikan bersama, ruang belajar di SDK Ndona 2 perlahan kembali hidup. Semangat belajar, rasa percaya diri, dan kebiasaan hidup sehat menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk terus tumbuh dan bangkit setelah bencana.
Editor: Redaksi

Posting Komentar