Bermain Sambil Belajar, 89 Siswa di Lio Timur Jalani Pemulihan Pascagempa
LINTAS86.com, ENDE – Sebanyak 89 siswa dari SDK Watuneso dan SDK Ase mengikuti kegiatan dukungan psikososial dan promosi kebersihan di SDK Watuneso, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende.
Kegiatan yang didukung Musim Mas Group dan PT Mega Surya Mas (MSM) tersebut menghadirkan permainan bertema gempa untuk membantu anak-anak memahami kesiapsiagaan bencana sekaligus membangun kembali rasa aman pascagempa.
Pendamping dukungan psikososial, Krishardianto, mengatakan kegiatan diawali dengan asesmen kondisi psikologis siswa.
“Dari asesmen, ada cemas, takut, dan khawatir. Itu hal yang wajar. Situasinya saja yang tidak normal,” katanya.
Menurutnya, pendampingan dilakukan agar anak-anak dapat beradaptasi dengan kondisi pascabencana dan tidak berlarut-larut dalam ketakutan.
Wali Kelas III SDK Watuneso, Ludgardis Bheri, menilai metode permainan membuat siswa lebih mudah memahami cara menghadapi gempa.
“Bagus sekali, kegiatan ini bisa bermain dengan anak-anak. Mereka menyadari bagaimana jika ada gempa kembali. Dengan pola permainan bertema gempa, siswa jadi lebih ingat bagaimana cara menanganinya kalau terjadi lagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan proses belajar sempat terganggu setelah gempa. Selama dua minggu siswa belajar dari rumah sebelum kembali masuk sekolah.
“Mereka sudah masuk kelas, tetapi tidak duduk di kursi. Mereka duduk di lantai,” katanya.
Kepala SDK Ase, Maria Arnolda, mengatakan kegiatan tersebut membantu anak-anak kembali fokus mengikuti pelajaran.
“Kegiatan ini bagus untuk mendampingi anak-anak sehingga tidak mengalami trauma dan bisa fokus belajar lagi,” ujarnya.
Selain pendampingan psikososial, siswa juga mendapatkan edukasi kebersihan diri dan lingkungan selama masa pemulihan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menghadapi bencana, tetapi juga perlahan membangun kembali rasa aman untuk menjalani aktivitas sehari-hari di sekolah.

Posting Komentar