Cegah Penyakit, PMI Edukasi PHBS Pengungsi di Manggarai
LINTAS86.com, MANGGARAI — Pemenuhan kebutuhan dasar bagi para korban bencana alam yang berada di posko darurat tidak boleh hanya bertumpu pada sektor logistik makanan dan tenda hunian sementara. Salah satu tantangan laten yang kerap menjadi bom waktu pascabencana adalah penurunan drastis kualitas sanitasi lingkungan yang berpotensi memicu persebaran wabah penyakit menular secara massal. Menyadari risiko krusial tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bergerak taktis ke garis depan dengan meluncurkan operasi kemanusiaan yang berfokus pada sektor Promosi Kesehatan (Promkes). Langkah proaktif ini dirancang khusus untuk mengawal stabilitas imunitas masyarakat terdampak yang terpaksa bertahan di kamp pengungsian.
Aksi intervensi medis non-klinis ini dilaksanakan secara intensif dengan menyasar dua titik pengungsian utama, yaitu Dusun Golo dan Dusun Laci yang berada di bawah administrasi Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wilayah Kecamatan Cibal menjadi salah satu prioritas operasi lantaran karakteristik geografisnya yang berbukit, sehingga mobilitas para penyintas untuk mengakses fasilitas kesehatan permanen menjadi sangat terbatas setelah infrastruktur jalan desa mereka dihantam bencana.
Dalam menggelar giat layanan edukasi massal ini, PMI menerjunkan tim gabungan yang memiliki kualifikasi keahlian di bidang sanitasi kedaruratan dan komunikasi publik kebencanaan. Formasi tim lapangan diperkuat oleh 4 orang personel taktis, dengan komposisi berimbang yang melibatkan 2 orang utusan teknis dari PMI Pusat dan 2 orang utusan lokal dari PMI Kabupaten Manggarai. Kehadiran perwakilan pusat ini sekaligus memastikan bahwa standar operasional prosedur penanganan promkes darurat berjalan tegak lurus dengan protokol internasional gerakan palang merah.
Metode pendekatan yang diadopsi oleh relawan di lapangan dilakukan secara spesifik dengan menyesuaikan karakteristik kebutuhan serta kerentanan masalah kesehatan lokal di masing-masing dusun. Di Dusun Golo, tim memusatkan perhatian pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara komparatif. Warga dikumpulkan dalam kelompok-kelompok kecil untuk mempraktikkan langsung tata cara cuci tangan yang benar menggunakan sabun di air mengalir, menjaga kebersihan perimeter hunian, manajemen pemilahan sampah domestik, serta protokol pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga etika batuk dan bersin di ruang komunal terbuka.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, menegaskan bahwa edukasi kesehatan preventif di area bencana memiliki nilai strategis yang setara dengan penanganan medis kuratif.
Menurut pria yang akrab disapa Ronny ini, membangun benteng pertahanan kesehatan dari level keluarga merupakan kunci utama agar posko pengungsian terhindar dari krisis kesehatan sekunder.
"Kami dari PMI Kabupaten Manggarai terus berkomitmen hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak, tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga membawa pengetahuan untuk melindungi jiwa mereka. Melalui edukasi PHBS yang intensif dari rumah ke rumah ini, kami ingin memastikan para pengungsi di Cibal memiliki kesadaran mandiri untuk menjaga kebersihan makanan, air, dan lingkungan tenda mereka. Ini adalah langkah nyata kami untuk mencegah munculnya wabah penyakit seperti diare dan ISPA selama masa tanggap darurat," ujar Hironnymus A. Kaunang saat memberikan arahan teknis kepada tim relawan gabungan.
Berdasarkan data registrasi penerima manfaat yang dihimpun oleh tim logistik di lapangan, total warga yang berhasil dijangkau oleh layanan ini mencapai ratusan jiwa. Di Dusun Golo, tercatat ada sebanyak 115 penerima manfaat aktif dengan rincian gender terdiri dari 52 orang laki-laki dan 63 orang perempuan. Sementara itu, untuk wilayah Dusun Laci, khususnya di area RT 001, tim promkes memberikan pelaporan jangkauan kepada sebanyak 65 orang penerima manfaat yang terdiri atas 29 orang laki-laki dan 36 orang perempuan.
Namun, di tengah jalannya pelayanan harian, tim Promkes PMI juga bertindak sebagai enumerator data yang mencatat sejumlah hambatan struktural di lapangan yang membutuhkan intervensi kedaruratan jangka pendek. Di wilayah Dusun Golo, para relawan mengidentifikasi masalah serius berupa nihilnya fasilitas tempat pembuangan sampah sementara yang memadai. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan segera, tumpukan sampah domestik di sekitar tenda akan mengundang lalat dan vektor penyakit pencernaan lainnya.
Guna mengurai persoalan sanitasi tersebut, PMI Kabupaten Manggarai langsung membangun jalur koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Lingkungan Hidup setempat. PMI memberikan rekomendasi taktis agar otoritas terkait segera melakukan mobilisasi dan pengadaan tong-tong sampah modular berkapasitas besar ke Dusun Golo. Kehadiran layanan Promkes ini diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga keselamatan dan higienitas para pengungsi selama menjalani fase pemulihan bencana di daratan Flores.
Penulis: Edho
Editor: Redaksi

Posting Komentar