Dorong Kemandirian Tata Kelola, Sekjen PMI A.M. Fachir Cek Kesiapan Fasilitas PMI Ponorogo
LINTAS86.com, PONOROGO - Komitmen penguatan kelembagaan dan mutu pelayanan darah terus digelorakan oleh Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI). Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Sekretaris Jenderal PMI, A.M. Fachir, saat melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Markas PMI Kabupaten Ponorogo pada Senin (21/09/2026).
Menariknya, kunjungan tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri ini dilakukan di tengah-tengah kehadirannya dalam agenda akbar Reuni 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Sebagai seorang alumnus, A.M. Fachir menyempatkan diri untuk meninjau roda organisasi kepalangmerahan yang ada di Bumi Reog.
Setibanya di lokasi, A.M. Fachir langsung disambut oleh Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, bersama seluruh staf operasional. Dalam agenda tersebut, Sekjen PMI Pusat melakukan inspeksi dan keliling ke sejumlah ruangan, mulai dari ruang administrasi markas hingga ruang Unit Donor Darah (UDD) untuk melihat langsung alat-alat medis serta fasilitas pengolahan darah yang dimiliki oleh PMI Ponorogo.
Di sela-sela peninjauan alat, A.M. Fachir memberikan apresiasi atas kinerja tim PMI Ponorogo yang dinilai konsisten dalam melayani masyarakat. Ia juga memberikan motivasi besar sekaligus masukan teknis mengenai pentingnya menjaga standardisasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Menurutnya, penerapan CPOB yang konsisten harus tetap berjalan demi marwah kepalangmerahan, serta menjadi tonggak utama bagi kemajuan pelayanan darah yang profesional dan aman di Indonesia.
Merespons arahan tersebut, Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, menyampaikan bahwa kunjungan kerja dari pengurus pusat ini menjadi jembatan informasi yang sangat berharga bagi perkembangan organisasi di tingkat daerah. Pihaknya mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama strategi penyelarasan program kerja daerah dengan program nasional di bidang kebencanaan serta manajemen logistik kemanusiaan.
"Kunjungan ini membuka ruang diskusi berharga. Kami bisa belajar bagaimana program di pusat dijalankan, termasuk bagaimana membangun komunikasi dan jembatan kemitraan dengan dunia usaha atau pihak ketiga. Melalui komunikasi yang intensif, potensi daerah sebenarnya bisa dioptimalkan untuk menyuplai kegiatan kemanusiaan kita, karena masih banyak korporasi yang belum memahami betul bagaimana mekanisme kolaborasi dengan PMI," jelas Sumani.
Sumani juga menyoroti pentingnya adopsi kemandirian manajemen organisasi dari pusat. Berdasarkan pemaparan dalam kunjungan tersebut, PMI Pusat sendiri bergerak secara swadaya dan tidak bergantung pada alokasi dana APBN. Fakta ini memicu motivasi PMI Kabupaten Ponorogo untuk semakin memperkuat sektor kemandirian finansial dan tidak menggantungkan seluruh operasional pada bantuan suasana pemerintah, meskipun seluruh layanannya disupervisi secara ketat oleh regulasi negara.
"Langkah konkret ke depan adalah adaptasi terhadap era perkembangan digital untuk memperluas jaringan pelayanan masyarakat. Sesuai dengan motivasi yang diberikan oleh Pak Sekjen, tantangan utama kami adalah bagaimana menyadarkan masyarakat akan pentingnya jiwa kerelawanan. Kami ingin terus mencetak relawan-relawan murni di Ponorogo yang siap mengabdi demi kemanusiaan secara tulus, tanpa mengharapkan imbalan materi atau finansial," tutur Sumani di akhir wawancara.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar