Ratusan Pelajar Ikuti Jumbara PMR Banjarnegara, Ditempa Jadi Generasi Peduli dan Relawan Masa Depan

LINTAS86.com, BANJARNEGARA – Ratusan pelajar dari 49 SMP dan MTs di Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya yang digelar di SMAN 1 Wanadadi, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus peningkatan keterampilan kepalangmerahan bagi generasi muda.
Jumbara tidak hanya menjadi wadah pertemuan antaranggota PMR, tetapi juga sarana pembelajaran yang mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap sesama, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menjadi relawan kemanusiaan di masa depan.
Plh Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, Drs. H. Noor Tamami, M.Pd, mengatakan Jumbara merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan bagi anggota PMR agar memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan kemanusiaan.
“Jumbara merupakan salah satu bentuk pembinaan dan ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, melakukan evaluasi, serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana yang gembira, bersahabat dan partisipatif,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurut Noor Tamami, anggota PMR merupakan bagian dari generasi muda yang kelak akan menjadi relawan kemanusiaan dan agen perubahan di tengah masyarakat. Karena itu, pembinaan tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Ia berharap melalui kegiatan PMR akan tumbuh generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu memberikan dukungan kepada teman sebaya, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kreatif, mampu bekerja sama, serta memiliki sikap bersahabat dan ceria.
“PMR adalah cikal bakal relawan masa depan. Melalui pembinaan yang tepat, mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan dan sesama,” katanya.
Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam Jumbara tahun ini adalah Peer Support atau dukungan teman sebaya. Materi tersebut mengajarkan peserta bagaimana memberikan bantuan, motivasi, dan semangat kepada teman-temannya agar mampu menjalani kehidupan yang sehat dan positif.
Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat remaja saat ini tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga berbagai persoalan sosial yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, terutama teman sebaya.
Selain materi Peer Support, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan keterampilan yang berkaitan dengan kepalangmerahan dan kesiapsiagaan bencana. Di antaranya simulasi pertolongan pertama, perawatan keluarga, ayo siaga bencana, kesehatan remaja, uji wawasan kepalangmerahan, hingga pembuatan vlog edukatif.
Ketua Panitia Jumbara PMR tingkat Madya, Ari Budi Waluyani, S.Pd, menjelaskan bahwa seluruh peserta menjalani program home stay atau menginap di rumah warga selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, konsep tersebut sengaja diterapkan agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan belajar mengenai kehidupan sosial di lingkungan sekitar.
“Peserta menginap di rumah penduduk dengan tujuan agar adik-adik PMR dapat membaur dan berada di tengah-tengah masyarakat, belajar sambil berkegiatan dengan melibatkan unsur di sekelilingnya,” ungkapnya.
Selain kegiatan yang dilombakan, panitia juga menggelar sejumlah agenda pendukung seperti pentas seni, outbound kepemimpinan, bakti sosial pembagian sembako, serta layanan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga karena selain menjadi sarana pendidikan karakter bagi pelajar, juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Jumbara PMR tingkat Madya tahun 2026 ini, PMI Banjarnegara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki empati, semangat kemanusiaan, serta kesiapan menjadi relawan masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat.
Posting Komentar