Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas

LINTAS86.com, JAKARTA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi babak baru bagi pelayanan kemanusiaan di Ibu Kota. Gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, Kamis (17/9/2026).

Gedung yang berada di Jalan Kramat Raya No. 47, Jakarta Pusat itu diharapkan memperkuat pelayanan kemanusiaan, terutama pelayanan donor darah dan berbagai kegiatan operasional PMI.

Peresmian bertepatan dengan HUT ke-81 PMI yang mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama.”

Kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat, baik dalam situasi normal, keadaan darurat maupun ketika terjadi bencana.

Jusuf Kalla: PMI Tidak Punya Kantor, tetapi Markas

Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla menegaskan bahwa keberadaan gedung tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai fasilitas perkantoran.

Menurutnya, PMI memiliki karakter pelayanan yang berbeda karena harus siap memberikan pelayanan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan.

“PMI itu tidak punya kantor tetapi markas,” tegas Jusuf Kalla.

Konsep markas, menurut penjelasan dalam kegiatan tersebut, mencerminkan pelayanan PMI yang tidak dibatasi sebagaimana jam kerja kantor pada umumnya.

Masyarakat dapat membutuhkan bantuan kemanusiaan kapan saja, sehingga kesiapsiagaan menjadi salah satu unsur penting dalam pelayanan PMI.

Jusuf Kalla turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan berupa hibah pembangunan fasilitas tersebut.

Ia memandang pembangunan markas PMI sebagai bagian dari kepentingan kemanusiaan karena fasilitas yang tersedia pada akhirnya digunakan untuk melayani masyarakat.

Anggaran Pembangunan Rp233,17 Miliar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan gedung baru PMI Provinsi DKI Jakarta menelan anggaran sebesar Rp233,17 miliar yang berasal dari APBD DKI Jakarta.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sekaligus menunjukkan pemanfaatan pajak masyarakat untuk pembangunan fasilitas pelayanan.

“Saya dengan Bapak Jusuf Kalla merasa kagum dengan gedung ini. Artinya, gedung ini dibangun dari pajak. Orang membayar pajak, dan Jakarta adalah kota yang memberikan transparansi terhadap pemanfaatan pajak,” kata Pramono Anung.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan mengenai penerapan Nucleic Acid Test (NAT) di DKI Jakarta untuk mendukung pemeriksaan dalam pelayanan darah, termasuk mendeteksi HIV dan hepatitis.

Sementara Jusuf Kalla menyebut PMI memiliki 225 Unit Donor Darah (UDD) di seluruh Indonesia. Ia menilai fasilitas UDD PMI DKI Jakarta menjadi salah satu fasilitas yang memiliki kelengkapan pelayanan.

Dua Gedung untuk Pelayanan dan Operasional

Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta Beky Mardani mengatakan fasilitas yang baru diresmikan tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik.

Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan hasil proses panjang dalam meningkatkan sarana pelayanan kemanusiaan PMI di Jakarta.

“Atas nama keluarga besar PMI Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan hibah pembangunan gedung ini. Pembangunan gedung dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta, sampai dengan tahap penyelesaian dan finishing,” kata Beky.

Beky juga memberikan penghargaan kepada pengurus PMI periode sebelumnya yang telah merintis dan memperjuangkan pengembangan fasilitas tersebut.

“Apa yang kita saksikan hari ini merupakan sebuah gagasan yang telah dirintis sebelumnya, kemudian dilanjutkan dan diwujudkan bersama sehingga pada hari ini PMI Provinsi DKI Jakarta memiliki gedung yang lebih memadai untuk menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin berkembang,” ujarnya.

Gedung baru PMI DKI Jakarta terdiri atas Gedung A dan Gedung B yang memiliki fungsi berbeda tetapi saling terintegrasi.

Gedung A diperuntukkan bagi pelayanan publik, donor darah konvensional dan apheresis, fasilitas pertemuan serta berbagai kegiatan PMI.

Sementara Gedung B mendukung operasional, termasuk laboratorium dan administrasi Unit Donor Darah, fungsi kemarkasan serta Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta.

“Dengan demikian, gedung ini bukan hanya menyediakan ruang kerja, tetapi membangun satu ekosistem pelayanan PMI yang mempertemukan fungsi pelayanan, fungsi kemarkasan, fungsi koordinasi dan fungsi pengelolaan organisasi dalam suatu lingkungan yang lebih modern dan terintegrasi,” tutur Beky.

Di usia ke-81 tahun, keberadaan markas baru tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan PMI DKI Jakarta dalam menjalankan misi kemanusiaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Semangat “Peduli, Bergerak, Bersama” pun tidak hanya menjadi tema peringatan, tetapi diharapkan terwujud melalui pelayanan yang semakin mudah diakses, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penulis: Benhil M.
Editor: Redaksi 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas
  • Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas
  • Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas
  • Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas
  • Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas
  • Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Jusuf Kalla: Bukan Kantor, tetapi Markas

Posting Komentar