HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura

LINTAS86.com, JAYAPURA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Papua berlangsung sederhana namun penuh makna. Masyarakat terus berdatangan mengikuti donor darah sukarela di Markas PMI Provinsi Papua, Jalan Trikora No. 7, Jayapura, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan diawali dengan doa bersama internal jajaran PMI Provinsi Papua. Setelah itu, Unit Donor Darah (UDD) PMI Papua yang berada di lantai satu markas membuka pelayanan donor darah bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat ternyata di luar perkiraan. Hingga malam, warga masih berdatangan untuk mendonorkan darah secara sukarela.

Pendonor yang hadir juga mendapatkan bingkisan sembako. Sejumlah mitra PMI Papua turut mendukung kegiatan dengan menyediakan kue dan jamuan bagi para pendonor.

Momentum tersebut menjadi bagian dari semangat HUT ke-81 PMI yang tahun ini mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama.”

Zakius Degei: HUT PMI Dirayakan Sederhana

Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, ST, mengatakan peringatan HUT ke-81 PMI di Papua sengaja dilaksanakan secara sederhana.

Kesederhanaan tersebut tidak terlepas dari keprihatinan PMI terhadap masyarakat yang sedang menghadapi berbagai bencana dan persoalan kemanusiaan.

“Kami merayakan HUT ke-81 PMI kali ini dengan sederhana karena mengingat saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di berbagai daerah. Di Papua sendiri kami prihatin dengan masyarakat di Lanny Jaya yang menghadapi cuaca ekstrem, di Nabire yang masih diselimuti kabut asap tebal, serta Kota Jayapura yang baru saja mengalami kebakaran besar,” ujar Zakius Degei.

Di tengah keprihatinan tersebut, donor darah menjadi salah satu cara PMI Papua mengisi hari jadinya dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mala Pertama Kali Donor Darah

Di antara masyarakat yang datang terdapat Mala, staf BNI Papua. Kamis itu menjadi pengalaman pertamanya mendonorkan darah.

Keputusan Mala untuk menjadi pendonor memiliki cerita tersendiri. 

Ia mengaku pernah menjalani operasi dan saat itu membutuhkan bantuan darah.

Pengalaman tersebut kemudian menumbuhkan keinginan untuk melakukan hal serupa bagi orang lain.

“Dulu saya pernah membutuhkan darah saat operasi dan mendapat bantuan dari PMI. Sejak itu saya ingin sekali bisa membantu sesama melalui donor darah,” tutur Mala.

Meski keinginan tersebut sudah lama tersimpan, rasa takut tetap muncul ketika pertama kali duduk sebagai calon pendonor.

“Awalnya takut dan deg-degan karena baru pertama kali. Setelah berhasil donor rasanya lega dan bahagia sekali. Semoga darah yang saya berikan bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan,” katanya.

Momen tersebut membawa Mala pada posisi yang berbeda. Jika dahulu ia pernah membutuhkan darah, kini dirinya ikut menyumbangkan darah untuk membantu orang lain.

Syaakira Mahardika Genap Donor Darah 50 Kali

Cerita berbeda datang dari Syaakira Mahardika.

Pria berusia 28 tahun itu bukan pendatang baru dalam kegiatan donor darah. Ia mengaku telah rutin berdonor sejak berusia 17 tahun.

Namun donor pada Kamis tersebut terasa istimewa.

Tepat pada HUT ke-81 PMI, Syaakira mencapai donor darah ke-50.

“Saya bersyukur sejak usia 17 tahun sudah rutin berdonor dan hari ini tepat donor yang ke-50. Artinya, selama ini saya masih diberikan kesehatan dan masih dipercaya untuk berbagi kebaikan kepada sesama,” ungkap Syaakira.

Baginya, kemampuan untuk terus menjadi pendonor merupakan sesuatu yang patut disyukuri.

“Ini menjadi bentuk ikhlas dan rasa syukur saya. Selama masih sehat dan masih bisa donor, saya ingin tetap berbagi,” tambahnya.

Dari Ucapan Selamat Menjadi Aksi Kemanusiaan

Para pendonor yang berdatangan turut menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 PMI. Mereka berharap PMI semakin maju, sukses, dan semakin dekat di hati masyarakat.

Namun pada peringatan kali ini, ucapan selamat tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata.

Masyarakat datang membawa bentuk kepedulian yang berbeda, yakni menyumbangkan darah secara sukarela bagi mereka yang suatu saat membutuhkan.

Di tengah kesederhanaan peringatan, ada Mala yang berhasil mengatasi rasa takut untuk memulai donor pertamanya. Ada pula Syaakira yang telah menjaga semangat berbagi hingga mencapai donor ke-50.

Dua perjalanan berbeda tersebut bertemu dalam satu semangat: peduli, bergerak, dan bersama membantu sesama.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura
  • HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura
  • HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura
  • HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura
  • HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura
  • HUT ke-81 PMI, Warga Antusias Donor Darah hingga Malam di Jayapura

Posting Komentar