Inovasi AI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Banyuwangi
LINTAS86.com, BANYUWANGI — Penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana alam di Kabupaten Banyuwangi kini memasuki babak baru melalui penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kolaborasi strategis antara PMI, Atma Connect, GDPC, dan Humanitech meresmikan peluncuran Pilot Resilient Community Coach (RCC) yang berlangsung pada 1–2 September 2026.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan PMI Pusat, PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Banyuwangi, instansi pemerintah daerah seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, dan BMKG, hingga para relawan SIBAT dari empat desa/kelurahan dampingan (Tamanbaru, Mojopanggung, Bakungan, dan Pengatigan).
Berbeda dengan pendekatan pengembangan aplikasi konvensional, Pilot RCC menempatkan relawan dan masyarakat lokal sebagai subjek utama dalam pengujian serta penyempurnaan sistem. Field Director Atma Connect, Alfan Kasdar, menjelaskan pentingnya melibatkan komunitas sejak tahap awal perancangan teknologi.
“Kami tidak ingin membangun teknologi untuk komunitas dari jauh. Kami ingin membangunnya bersama mereka. Pengalaman relawan, pengetahuan masyarakat, dan kondisi di lapangan akan menjadi bagian dari proses pengembangan RCC sejak awal,” ujar Alfan Kasdar.
Penggunaan aplikasi RCC memungkinkan warga memetakan risiko wilayah, memahami langkah mitigasi yang presisi, dan menjalankan simulasi penanganan darurat secara mandiri. Manager Program Global Disaster Preparedness Center (GDPC), Dedi Junadi, menambahkan bahwa inovasi kemanusiaan harus mampu terintegrasi secara harmonis ke dalam sistem lokal yang sudah berjalan.
“Inovasi dalam kesiapsiagaan bencana bukan hanya tentang memperkenalkan teknologi baru, tetapi bagaimana solusi tersebut dapat menjawab kebutuhan nyata, memperkuat kapasitas lokal dan bekerja dalam sistem yang sudah ada. Pilot RCC memberi peluang untuk menguji inovasi langsung bersama PMI, relawan, dan masyarakat sehingga kita dapat belajar apa yang benar-benar bekerja dan bagaimana RCC ini dapat memperkuat kesiapsiagaan komunitas secara berkelanjutan,” ungkap Dedi Junadi.
Pembelajaran yang diperoleh dari empat wilayah pilot di Banyuwangi ini nantinya akan menjadi rujukan utama dalam menyempurnakan platform RCC. Kedepannya, model kesiapsiagaan berbasis AI dan kearifan lokal ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah rawan bencana lainnya di Indonesia.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar