Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan

LINTAS86.comMANGGARAI — Gempa bumi pertengahan Agustus lalu tidak hanya meretakkan dinding-dinding rumah di Dusun Lewar, Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat. 

Ia juga menyisakan trauma mendalam di hati anak-anak kecil yang saban hari ketakutan menunggu gempa susulan. Namun pada Selasa (22/9/2026), bayang-bayang ketakutan itu sejenak berganti dengan tawa riang saat rombongan relawan kemanusiaan berhasil menginjakkan kaki di dusun terpencil tersebut.

Untuk sampai ke Dusun Lewar, 20 relawan bertaruh nyawa menyeberangi lautan bergelombang dengan perahu motor kecil, lalu berjalan kaki menyusuri garis pantai berbatu terjal sejauh 7 kilometer. Perjalanan ekstrem selama berjam-jam itu dilakukan hanya untuk satu tujuan: memeluk luka warga terdampak dan mengembalikan keceriaan anak-anak yang terenggut bencana.

Di halaman SDN Lewar, ruang dukungan psikososial (Psychosocial Support Service) dibuka. Tim mengajak anak-anak mewarnai dan bermain ular tangga edukatif. Di antara derai tawa itu, ada Marselina Isra Sinar (13), murid kelas 6 SD. Matanya berbinar saat memegang pensil warna. Selama berminggu-minggu, jiwanya terguncang oleh cemas dan rasa takut akan runtuhnya atap sekolah mereka.

"Saya merasa senang dan bangga bisa bermain dan belajar bersama kakak-kakak relawan. Selama ini kami merasa takut dan cemas karena gempa susulan. Sebelumnya, kami belum pernah merasakan bahagianya bermain dan belajar bersama seperti ini," kata Isra dengan polosnya.

Tak hanya anak-anak, para ibu dan lansia juga memeluk erat bantuan dignity kit dan perlengkapan kesehatan yang dibagikan. Bagi Erna Dian (36), warga setempat, bantuan khusus perempuan yang dibawa tim relawan adalah jawaban atas impian yang selalu ia panjatkan di dalam tenda darurat.

"Impian saya setiap malam di tenda kecil yang terus diguncang gempa ini adalah adanya bantuan khusus untuk perempuan, anak-anak, dan lansia. Bantuan seperti ini sangat berarti sekali buat kami masyarakat Dusun Lewar," tutur Erna penuh haru.

Kepala Sekolah SDN Lewar, Benyamin Neho, S.Pd, turut menyampaikan apresiasi serta harapannya di tengah keterbatasan fasilitas sekolah yang rusak. 

"Kami tetap menjalankan proses belajar mengajar di tenda darurat sesuai instruksi. Semoga kehadiran rombongan kemanusiaan ini menjadi pembuka pintu bagi lembaga lain untuk berkunjung ke sekolah terpencil kami," harap Benyamin.


Penulis: Edho 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan
  • Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan
  • Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan
  • Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan
  • Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan
  • Ketika Senyum Anak-Anak Penyintas Gempa Lewar Menyembuhkan Lelah Rombongan Kemanusiaan

Posting Komentar