Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali


LINTAS86.com, JAYAPURA – Dua perempuan datang dengan cerita berbeda ke Markas PMI Provinsi Papua di Jalan Trikora No. 7, Jayapura, Kamis (17/9/2026).

Yang satu mencoba mengalahkan rasa takut untuk pertama kalinya. Yang lain datang meneruskan kebiasaan yang telah ia jalani sejak remaja.

Mereka adalah Mala, staf BNI Papua, dan Syaakira Mahardika, perempuan berusia 28 tahun.

Pertemuan dua kisah itu terjadi tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).

Mala menjalani donor darah untuk pertama kalinya. Sementara pada hari yang sama, Syaakira mencapai tonggak istimewa dalam perjalanan kemanusiaannya, donor darah ke-50.

Angkanya berbeda jauh. Namun keduanya datang dengan alasan yang hampir sama: ingin berbagi kepada orang lain.

Mala Pernah Merasakan Berharganya Darah dari Orang Lain

Bagi Mala, keberanian untuk menjadi pendonor tidak muncul begitu saja.

Ia pernah berada dalam kondisi yang berlawanan dengan apa yang dilakukannya hari itu.

Bukan sebagai pemberi, melainkan sebagai orang yang membutuhkan darah.

Mala menceritakan dirinya pernah menjalani operasi dan saat itu membutuhkan bantuan darah. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam sekaligus menumbuhkan keinginannya untuk suatu saat dapat membantu orang lain.

“Dulu saya pernah membutuhkan darah saat operasi dan mendapat bantuan dari PMI. Sejak itu saya ingin sekali bisa membantu sesama melalui donor darah,” cerita Mala.

Keinginan itu akhirnya terwujud ketika PMI Provinsi Papua membuka pelayanan donor darah sukarela dalam momentum HUT ke-81 PMI.

Tetapi ada satu tantangan yang harus terlebih dahulu ia kalahkan, yakni rasa takut.

Sebagai pendonor pertama, Mala mengaku sempat tegang ketika hendak menjalani proses donor.

“Awalnya takut dan deg-degan. Tapi setelah berhasil donor rasanya lega dan bahagia banget. Semoga darah saya bisa bermanfaat untuk orang lain yang membutuhkan,” ungkapnya.

Donor pertama tersebut menjadi perjalanan personal bagi Mala.

Ia pernah merasakan bagaimana berharganya darah yang diberikan orang lain ketika dirinya membutuhkan. Kini ia mencoba meneruskan kebaikan yang sama melalui darah yang disumbangkannya.

Syaakira Mahardika Memulai Donor Sejak Usia 17 Tahun

Beberapa langkah dari perjalanan pertama Mala, ada cerita lain yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Syaakira Mahardika mulai mendonorkan darahnya ketika masih berusia 17 tahun.

Seiring waktu, donor darah tumbuh menjadi kebiasaan.

Pada Kamis, 17 September 2026, ketika usianya telah mencapai 28 tahun, Syaakira mendapatkan momentum yang sulit dilupakan.

Donor yang dilakukannya tepat pada HUT ke-81 PMI menjadi donor ke-50 sepanjang perjalanannya sebagai pendonor sukarela.

Baginya, angka 50 bukan hanya catatan tentang berapa kali jarum donor pernah menyentuh lengannya.

Ia memaknainya sebagai perjalanan rasa syukur.

“Saya bersyukur sejak umur 17 tahun sudah rutin berdonor darah dan hari ini tepat yang ke-50 kali. Artinya, selama ini saya masih diberi kesehatan dan masih dipercaya untuk berbagi kebaikan,” ujar Syaakira Mahardika.

Selama kondisi kesehatannya memungkinkan, Syaakira ingin mempertahankan kebiasaan tersebut.

“Bagi saya ini bentuk ikhlas dan rasa syukur. Selama masih sehat dan masih bisa donor, saya ingin terus berbagi,” katanya.

Antara Donor Pertama dan Donor ke-50

Cerita Mala dan Syaakira Mahardika seakan memperlihatkan dua sisi perjalanan seorang pendonor sukarela.

Mala baru saja melangkah di garis awal.

Ia masih mengingat rasa takut dan deg-degan ketika mencoba pertama kali. Namun pengalaman pernah membutuhkan darah mendorongnya untuk berani.

Syaakira sudah berada jauh di depan dengan catatan 50 kali donor. Tetapi perjalanan itu juga bermula dari sebuah langkah pertama ketika dirinya berusia 17 tahun.

Keduanya menunjukkan bahwa donor darah dapat memiliki arti personal yang berbeda.

Bagi Mala, donor menjadi cara membalas kebaikan yang pernah diterimanya.

Bagi Syaakira, donor menjadi ungkapan rasa syukur karena masih dikaruniai kesehatan untuk membantu orang lain.

HUT PMI Papua Dirayakan Sederhana

Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, ST, mengatakan HUT ke-81 PMI di Papua sengaja diperingati secara sederhana karena masih banyak masyarakat yang menghadapi situasi kemanusiaan.

“Kami merayakan HUT ke-81 PMI kali ini dengan sederhana karena mengingat saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di berbagai daerah. Di Papua sendiri kami prihatin dengan masyarakat di Lanny Jaya yang menghadapi cuaca ekstrem, di Nabire yang masih diselimuti kabut asap tebal, serta Kota Jayapura yang baru saja mengalami kebakaran besar,” ujar Zakius.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama internal PMI, kemudian dilanjutkan dengan donor darah sukarela untuk masyarakat di Unit Donor Darah PMI Provinsi Papua.

Masyarakat ternyata memberikan respons tinggi. Hingga malam, pendonor masih berdatangan ke markas PMI untuk menyumbangkan darahnya.

Pendonor mendapatkan bingkisan sembako, sementara sejumlah mitra PMI Papua turut mendukung kegiatan dengan menyediakan jamuan bagi masyarakat yang hadir.

Kebaikan Bisa Dimulai dari Langkah Pertama

HUT ke-81 PMI mengusung semangat “Peduli, Bergerak, Bersama.”

Di Jayapura, cerita Mala dan Syaakira memberikan gambaran sederhana tentang bagaimana semangat tersebut dapat dijalankan.

Tidak semua orang harus langsung mencapai donor ke-50.

Bahkan perjalanan panjang seperti yang dijalani Syaakira juga bermula dari satu keberanian untuk melakukan donor pertama.

Mala baru memulai langkah itu.

Setelah pernah membutuhkan pertolongan orang lain, kini ia memiliki pengalaman pertamanya berada di sisi yang berbeda, menjadi orang yang memberikan.

Sementara Syaakira menunjukkan bahwa satu tindakan baik dapat dilakukan kembali, dipertahankan, dan akhirnya menjadi bagian dari perjalanan hidup.

Satu baru donor pertama kali.

Satu telah mencapai 50 kali.

Namun keduanya membawa pesan yang sama: ketika kondisi kesehatan memungkinkan, berbagi kepada sesama dapat dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali
  • Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali
  • Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali
  • Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali
  • Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali
  • Pernah Butuh Darah, Kini Mala Berani Donor Pertama Kali, Syaakira Genap 50 Kali

Posting Komentar