Kisah Santri Asal Batam Mencoba Donor Darah
LINTAS86.com, PONOROGO – Rasa penasaran acap kali menjadi pintu pembuka bagi seseorang untuk melakukan hal-hal baru dalam hidupnya, tak terkecuali dalam urusan aksi kemanusiaan. Hal itulah yang dirasakan oleh Aulia Hani'atur Rofi'ah, seorang santriwati di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo asal Batam, saat memberanikan diri untuk mengikuti donor darah untuk pertama kalinya.
Bagi Hani, pengalaman pertama ini berawal dari rasa ingin tahu yang mendalam akibat banyaknya mitos dan cerita seputar donor darah yang sering ia dengar dari orang-orang di sekitarnya. Banyak narasi menyebutkan bahwa setelah mendonorkan darah, tubuh seseorang akan langsung merasa pusing, mual, hingga lemas.
"Pengalaman pertama ini berawal dari rasa penasaran ingin merasakan bagaimana rasanya donor darah. Soalnya kata orang-orang kan bisa bikin pusing, mual, terus lemas. Jadi saya ingin membuktikan fakta yang sesungguhnya itu seperti apa," ujar Hani saat menceritakan alasannya ikut serta dalam aksi donor darah.
Saat melangkahkan kaki ke lokasi donor darah dan duduk di kursi pemeriksaan, perasaan campur aduk tak bisa ia sembunyikan. Rasa cemas dan grogi sempat menghantuinya sewaktu proses pengambilan darah hendak dimulai.
"Awalnya di sana tentu berdebar-debar dan sempat merasa panas dingin. Tetapi setelah dijalani ternyata biasa saja. Oh, ternyata seperti ini rasanya, jadi saya tidak takut lagi," lanjut santriwati asal Batam tersebut.
Setelah melewati seluruh proses pengambilan darah hingga selesai, Hani menyadari bahwa kekhawatiran dan mitos negatif yang selama ini ia dengar sama sekali tidak terbukti. Rasa takutnya hilang berganti dengan kepuasan batin karena telah berhasil mengalahkan rasa ragu dalam dirinya.
Selain demi membuktikan fakta kesehatan, Hani memahami betul bahwa darah yang ia sumbangkan memiliki dampak besar bagi regenerasi sel di dalam tubuhnya sekaligus membantu menyelamatkan nyawa sesama yang sedang membutuhkan transfusi.
"Semoga darah ini bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan. Saya berharap semua orang yang diberikan kesempatan bisa mengikhlaskan darahnya untuk didonorkan. Selain berguna untuk orang lain, sirkulasi darah di dalam tubuh kita juga bisa berganti dengan yang lebih segar," ungkapnya penuh harap.
Menutup pengalamannya, Hani menyampaikan pesan motivasi bagi generasi muda dan masyarakat luas agar tidak ragu mendonorkan darah. Ia percaya bahwa kebaikan sekecil apa pun akan berdampak luas jika dilakukan secara ikhlas.
"Semoga kalian diberikan keikhlasan untuk mendonorkan darah, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain," tutup Hani dengan senyum mengembang.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Posting Komentar