Lima Warga Mojokerto Terkait KM Virgo Transport 8 Ditelusuri, Tiga Masih Dalam Pencarian
LINTAS86.com, Mojokerto – Tiga warga Kabupaten Mojokerto masih dalam pencarian terkait KM Virgo Transport VIII. Sementara itu, dua warga lainnya telah dapat berkomunikasi dengan keluarga atau diketahui keberadaannya.
Perkembangan tersebut diperoleh dari asesmen terhadap lima keluarga yang dilakukan PMI Kabupaten Mojokerto.
Petugas tidak hanya mendatangi keluarga di daerah asal. Penelusuran informasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak di luar Mojokerto.
Didik Soedarsono dari PMI Kabupaten Mojokerto menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan PMI Provinsi Jawa Timur, PMI Kalimantan Selatan, dan Posko BASARNAS di Surabaya untuk mengikuti perkembangan informasi.
Menurut Didik, pembaruan yang diperoleh dari proses koordinasi akan diteruskan setelah terdapat perkembangan lebih lanjut.
Kabar Salah Satu Warga Diperoleh dari Banjarmasin
Dua dari lima keluarga telah mendapatkan perkembangan mengenai orang terdekat mereka.
Seorang warga Kecamatan Mojoanyar yang bekerja sebagai ABK bagian koki dilaporkan sudah dapat berkomunikasi dengan keluarganya.
Meski komunikasi sudah terjalin, saat asesmen berlangsung pihak keluarga masih memerlukan informasi mengenai lokasi penampungan warga tersebut.
Sementara itu, keberadaan warga Kecamatan Trawas diketahui melalui koordinasi lintas daerah.
Warga yang bekerja sebagai pengemudi truk ekspedisi tersebut berdasarkan informasi yang diterima petugas telah berada di Banjarmasin.
Informasi itu diperoleh PMI Kabupaten Mojokerto setelah berkoordinasi dengan jaringan PMI di Kalimantan Selatan.
Perkembangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penelusuran informasi tidak selalu selesai di daerah asal warga.
Warga Pacet, Dlanggu, dan Jetis Masih Dicari
Tiga warga yang masih dalam pencarian berasal dari wilayah Pacet, Dlanggu, dan Jetis.
Warga Pacet diketahui merupakan awak truk ekspedisi. Sementara warga Dlanggu merupakan pengemudi truk pengangkut sayuran.
Satu warga lainnya dari Jetis diketahui bekerja sebagai pemusik di kapal.
Keluarga telah menyerahkan sejumlah keterangan yang bisa mendukung proses pencarian dan identifikasi kepada pihak terkait.
LINTAS86.com tidak memuat nama maupun inisial mereka, termasuk alamat rinci, nomor kontak, dan ciri khusus yang terdapat dalam laporan asesmen.
Data tersebut lebih tepat digunakan dalam jalur penanganan resmi daripada disebarluaskan kepada publik.
Informasi Diverifikasi Melalui Koordinasi
Asesmen terhadap keluarga menjadi salah satu bagian dari penelusuran.
Didik menerangkan, proses tersebut dilakukan bersamaan dengan koordinasi lintas daerah sehingga perkembangan mengenai warga dapat diterima dari jaringan yang menangani informasi di lokasi berbeda.
Dalam kasus warga Trawas, misalnya, keberadaannya diketahui melalui koordinasi dengan PMI di Kalimantan Selatan.
Sementara Posko BASARNAS di Surabaya menjadi salah satu pihak yang dihubungi dalam mengikuti perkembangan penanganan.
Alur tersebut penting terutama ketika keluarga, lokasi pencarian, dan tempat keberadaan penyintas tidak berada dalam satu daerah.
Bagi keluarga, perkembangan yang telah diverifikasi juga membantu membedakan informasi resmi dari kabar yang sumbernya belum jelas.
Tiga Keluarga Masih Menunggu Perkembangan
Perkembangan sementara kini membagi keadaan lima keluarga menjadi dua.
Dua keluarga telah memperoleh kabar mengenai orang terdekat mereka. Tiga keluarga lainnya masih menunggu hasil pencarian.
Di balik proses tersebut terdapat kebutuhan yang sama: memperoleh informasi yang dapat memberikan kepastian.
Karena itu, perkembangan penelusuran tidak hanya menyangkut pembaruan data penanganan. Setiap informasi pada akhirnya berhubungan dengan keluarga yang menanti kabar tentang orang terdekatnya.
Asesmen dan koordinasi masih menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan tersebut.
Hingga informasi terakhir yang dihimpun, dua warga telah terhubung atau diketahui keberadaannya, sedangkan tiga warga Mojokerto lainnya masih dalam pencarian.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar