Mobile Klinik PMI Surakarta Layani Puluhan Penyintas Gempa di Nagekeo
Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim medis tanggap darurat PMI Solo mengandalkan unit layanan Mobile Klinik untuk menjangkau pemukiman warga secara langsung. Berdasarkan data rekapitulasi posko medis, sebanyak 52 warga dari 20 kepala keluarga berhasil menerima penanganan kesehatan dasar. Komposisi penerima manfaat tersebut didominasi oleh kelompok rentan, yang terdiri atas 13 orang laki-laki dan 39 orang perempuan, di mana sebagian besar di antaranya merupakan warga lanjut usia (lansia).
Kondisi lingkungan pascagempa yang berdebu serta faktor stres psikologis memicu timbulnya berbagai keluhan kesehatan harian pada tubuh para pengungsi. Dokter PMI Kota Surakarta, Dr. Prihatmoko, menjelaskan bahwa mayoritas penyakit yang ditemukan meliputi ISPA dan penyakit degeneratif. Pihak medis langsung mendistribusikan obat-obatan serta vitamin dosis tinggi guna mendongkrak sistem imunitas tubuh para penyintas.
“Keluhan yang kami temukan cukup beragam, di antaranya batuk, pilek, pusing, pegal-pegal, dan hipertensi. Kami melakukan pemeriksaan serta memberikan penanganan sesuai dengan kondisi dan keluhan masing-masing warga,” ujar Dr. Prihatmoko mengonfirmasi jenis penyakit pascabencana di lokasi.
Kehadiran tim medis dari Jawa Tengah ini mendapat sambutan yang luar biasa hangat serta rasa haru dari para penyintas yang bertahan di pos penampungan sementara.
Salah seorang warga lansia setempat yang menerima pengobatan gratis mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian para relawan yang bersedia datang dari tempat yang sangat jauh demi memeriksa kondisi fisik masyarakat pelosok NTT.
"Kami di sini sangat kesulitan pergi ke puskesmas karena akses jalan rusak akibat guncangan gempa bumi beberapa waktu lalu. Kedatangan dokter dari PMI Solo dengan membawa obat-obatan gratis ini seperti jawaban atas doa-doa kami yang sedang sakit pusing dan batuk-batuk," tutur salah satu warga perwakilan penyintas gempa dengan mata berkaca-kaca.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi

Posting Komentar