Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue

LINTAS86.com, SIKKA – Operasi distribusi bantuan kemanusiaan fase kedua bagi masyarakat terdampak bencana resmi dilaksanakan di wilayah Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9/2026). Penyaluran logistik harian ini diagendakan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak tanggal 22 hingga 26 September 2026, guna memastikan suplai kebutuhan bagi warga terpencil tidak mengalami kekosongan.
Berdasarkan verifikasi data operasional terkini di lapangan, distribusi bantuan logistik harian disalurkan secara merata ke tiga wilayah administratif, yakni Desa Maluriwu, Desa Reruwairere, dan Desa Tuanggeo, serta satu fasilitas pelayanan medis di Puskesmas Tuanggeo. Langkah operasional jarak jauh ini menempuh jalur pelayaran laut sejauh 65 kilometer dari wilayah daratan Maumere menggunakan kapal angkut.
Rincian muatan bantuan untuk Desa Maluriwu terdiri dari 20 dos air mineral, 21 lembar tikar, 24 lembar terpal, 1 karton sabun, 3 pasang radio beserta baterai, 4 karung mi instan, 23 lembar selimut, 20 lembar sarung, 4 unit perlengkapan kebersihan, 2 pasang perlengkapan tambahan, 1 buah senter, 1 karung berisi 24 buah ember, 4 dos vitamin, 1 dos biskuit Tango, dan 1 dos biskuit standar.
Sementara untuk wilayah Desa Reruwairere, data logistik mencatat penyaluran berupa 20 dos air mineral, 21 lembar tikar, 24 lembar terpal, 1 karton sabun, 3 pasang radio dan baterai, 4 karung mi instan, 23 lembar selimut, 20 lembar sarung, 4 unit perlengkapan, 2 pasang perlengkapan tambahan, 1 buah senter, serta 1 karung ember berisi 24 buah. Bergerak ke Desa Tuanggeo, bantuan dialokasikan spesifik dalam bentuk perlengkapan siap pakai, meliputi 73 kotak hygiene kit (alat kebersihan), 18 kotak baby kit (perlengkapan bayi), dan 15 tas dignity kit (perlengkapan kebutuhan perempuan).
Sekretaris Desa Reruwairere, Maria Florida Punga, melakukan verifikasi jumlah warganya yang masuk dalam daftar terdampak bencana kali ini. Ia menyebutkan bahwa pasokan ini sangat mendesak bagi kehidupan warga pesisir.
"Wilayah kami memiliki 358 kepala keluarga, dengan 326 KK atau sekitar 941 jiwa terdampak. Apalagi bantuan radio, ini sangat senang anak-anak mendengarkan. Ini radio yang kita gunakan waktu gempa tahun 1992. Sekarang mendapatkan dari PMI, ini bisa kami putar di rumah," kata Maria Florida Punga mengonfirmasi data warganya.
Data khusus mengenai pasokan pendukung kesehatan juga diverifikasi untuk Puskesmas Tuanggeo. Bantuan menyasar perlindungan kelompok rentan dengan rincian penerima manfaat sebanyak 35 jiwa bayi, 39 jiwa penyandang disabilitas, 19 jiwa ibu hamil, serta 15 jiwa ibu nifas. Seluruh rangkaian pemindahan logistik dari kapal hingga ke titik pembagian dilaporkan berjalan dengan tertib dan tercatat lengkap dalam sistem data kebencanaan daerah.

Penulis: Haafiid

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue
  • Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue
  • Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue
  • Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue
  • Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue
  • Operasi Logistik Fase Dua Jangkau Ratusan Warga Terdampak di Pulau Palue

Posting Komentar