Perkuat Tanggap Bencana, Relawan PMI Se-Daratan Flores Ikuti Bimtek PSS dan Promkes
LINTAS86.com, NAGEKEO, Lintas86.com – Upaya memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi M7,7 Flores terus dilakukan. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) dan On the Job Training (OJT) layanan Psychosocial Support Service (PSS) serta Promosi Kesehatan (Promkes) yang digelar di Hotel Flores Mandiri, Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada 19–20 September 2026.
Kegiatan yang diinisiasi PMI Kabupaten Nagekeo ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas relawan dalam mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Flores.
Untuk memperluas dampak pelatihan, PMI Kabupaten Nagekeo melibatkan peserta dari PMI Kabupaten Sikka, Ende, Ngada, dan Manggarai Timur. Sebanyak 11 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari tujuh personel layanan PSS dan empat personel layanan Promkes.
Pelatihan memadukan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung di titik layanan tanggap darurat bencana. Metode tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan dalam situasi lapangan.
Tim pendamping layanan yang terlibat merupakan gabungan dari PMI Bali, PMI Lampung Selatan, PMI Jakarta Selatan, dan PMI Jakarta Timur. Materi PSS difasilitasi oleh I Ketut Sassu Budi Satwam, Kris Saptana, dan Made Yogi Artha Sudarta, sedangkan materi Promkes disampaikan oleh Nabila Nursepti Aryanti dan Nurlaela.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Badan Diklat PMI Pusat. Kepala Badiklat PMI Pusat, Dwi Hariyadi, hadir secara daring melalui Microsoft Teams untuk memberikan orientasi kepada para peserta OJT.
Koordinator Tim Layanan Kesehatan, I Ketut Sassu Budi Satwam, mengatakan setiap PMI sebenarnya telah memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan untuk mendukung layanan kemanusiaan.
“Dari hasil mencari informasi di beberapa kabupaten, masing-masing PMI sebenarnya telah memiliki sumber daya. Tugas kami adalah menguatkan kapasitas mereka sehingga mereka dapat berkegiatan dalam jangka panjang dan berkesinambungan,” ujarnya.
Koordinator Lapangan TDB PMI Provinsi NTT, Adrian Jeharun, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas relawan menjadi faktor penting dalam mendukung layanan kepada masyarakat terdampak gempa bumi M7,7 Flores.
“Kita perlu dorong pelatihan bagi semua relawan PMI yang terlibat dalam respon TDB ini agar kualitas layanan PMI semakin baik,” tegas Adrian.
Melalui kegiatan ini, PMI berharap kualitas layanan dukungan psikososial dan promosi kesehatan di wilayah terdampak dapat semakin meningkat, sehingga proses pemulihan masyarakat pascabencana berjalan lebih cepat dan efektif.

Posting Komentar