84 Orang Ikuti Pemeriksaan Kesehatan di SLB Karya Murni Ruteng
LINTAS86.com, MANGGARAI – Sebanyak 84 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan saat PMI Kabupaten Manggarai menggelar layanan kemanusiaan di SLB Karya Murni Ruteng, Jumat, 25 September 2026. Kegiatan tersebut juga mencakup promosi kesehatan, dukungan psikososial, serta distribusi perlengkapan kebersihan diri.
Peserta pemeriksaan kesehatan terdiri atas 35 laki-laki dan 49 perempuan. Berdasarkan laporan kegiatan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, dan hipertensi.
Selain pemeriksaan dan pengobatan, tim promosi kesehatan (promkes) memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), enam langkah mencuci tangan, serta etika batuk dan bersin.
Relawan PMI Darius Lagut mengatakan edukasi PHBS dan praktik mencuci tangan menjadi bagian awal pelayanan kepada siswa.
“Saat kegiatan kami awali dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi dan simulasi enam langkah mencuci tangan,” kata Darius.
Proses edukasi membutuhkan keterlibatan guru karena sebagian siswa berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Guru membantu menjembatani komunikasi antara relawan dan peserta agar materi dapat disampaikan dengan lebih baik.
Sementara itu, layanan Psychosocial Support Service (PSS) diisi dengan sejumlah aktivitas, termasuk simulasi kesiapsiagaan menghadapi gempa.
Chelsea (15), salah seorang siswa, menceritakan pengalamannya ketika gempa terjadi. Keterangan Chelsea disampaikan menggunakan bahasa isyarat dengan bantuan gurunya, Maria Novalia N Karmel.
“Saat gempa itu, saya dengan teman-teman sedang berdoa. Kami kaget lalu lari keluar ruangan. Karena adanya gempa susulan, saya dan teman-teman takut dan tidak berani masuk ruangan,” kata Chelsea.
Fasilitator PSS, Rusliansyah, mengatakan kegiatan diberikan untuk membangun kembali semangat siswa sekaligus mengenalkan tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi gempa.
“Hari ini kami belajar bergembira dengan anak-anak yang sekolah di sini. Kegiatannya adalah bagaimana membangkitkan semangat anak-anak kita yang berkebutuhan khusus, yaitu menerapkan simulasi gempa, di antaranya apa yang harus dilakukan, apalagi rata-rata siswa yang ada di sini tinggal di asrama,” ujarnya.
Rusliansyah mengatakan para guru dilibatkan selama kegiatan untuk membantu komunikasi dengan siswa.
“Saat kegiatan berlangsung kami libatkan para guru untuk berkolaborasi sebagai penyambung komunikasi dengan siswa. Para siswa dan pihak sekolah juga menerima kami dengan antusias yang sangat luar biasa,” katanya.
Guru SLB Karya Murni, Verawaty Cangkung, S.Pd., mengatakan siswa mengikuti kegiatan dengan aktif.
“Saya mewakili suster dan rekan-rekan guru menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari PMI untuk beberapa kegiatan positif yang diberikan kepada sekolah kami seperti layanan kesehatan, promkes, trauma healing, dan lain-lain. Kegiatannya sangat seru dan anak-anak sangat aktif ketika bergoyang dan simulasi gempa lewat musik,” katanya.
Pada kegiatan yang sama, sebanyak 58 orang menerima bantuan berupa dignity kit dan hygiene kit. Bantuan yang didistribusikan terdiri atas masing-masing 31 kotak.
Koordinator lapangan Albertus W. B. Dugis, S.Kep., menjelaskan dignity kit diperuntukkan bagi kebutuhan khusus perempuan, sedangkan hygiene kit berisi perlengkapan kebersihan diri.
Selain distribusi bantuan, kata dia, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan dan pengobatan bagi warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan, promosi kesehatan, serta PSS.
SLB Karya Murni tercatat memiliki 78 siswa dan 25 guru. Sekolah tersebut melayani siswa pada sejumlah jenjang pendidikan dengan kategori kebutuhan khusus yang berbeda, termasuk siswa tunarungu.
Pihak sekolah berharap kerja sama pelayanan kemanusiaan dapat berlanjut, termasuk melalui pemeriksaan golongan darah yang dapat mendukung kegiatan kemanusiaan pada masa mendatang.
Penulis: Edho
Editor: Redaksi
Posting Komentar