Perkuat TDB Gempa NTT, PMI Bali Kembali Kirim Dua Relawan
Pengiriman tenaga bantuan ini menegaskan konsistensi PMI Bali yang tidak pernah absen mengulurkan tangan ketika terjadi bencana alam di tanah air. Dua personel yang mendapat mandat tugas kemanusiaan tersebut adalah Ns. I Putu Edi Pratama, S.Kep., yang bertindak selaku Staf Posko, serta I Gede Arya Adi Gunawan, S.Kep., selaku Staf Markas PMI Kabupaten Tabanan.
Keduanya dijadwalkan bertolak dari Bali menuju NTT pada Sabtu (5/9/2026) dan akan mendermakan tenaganya selama 14 hari masa penugasan. Bergabungnya kedua personel ini difokuskan untuk memperkuat lini pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus menyokong alur koordinasi operasional di Posko Utama PMI NTT agar seluruh bentuk bantuan dan intervensi medis mendarat secara cepat dan efektif di lapangan.
Langkah ini merupakan gelombang penguatan lanjutan, mengingat sebelumnya PMI Provinsi Bali juga telah menerjunkan beberapa tenaga ahli ke NTT. Para relawan gelombang pertama tersebut telah sukses meletakkan fondasi manajemen bencana, mulai dari set up Posko Utama, penyelenggaraan program sanitasi dan air bersih (Water, Sanitation, and Hygiene/WASH), hingga pendampingan teknis oleh Koordinator Lapangan (Korlap).
Sebelum bertolak ke tempat penugasan, salah satu relawan yang diberangkatkan, I Gede Arya Adi Gunawan, S.Kep., menegaskan bahwa misi utama yang mereka usung tidak hanya sekadar menangani luka fisik, melainkan juga mengedukasi masyarakat terkait pola hidup sehat di area pengungsian.
"Saya berharap dalam pelaksanaan tugas, masyarakat yang belum terpapar informasi kesehatan bisa terpapar dengan baik sehingga terjadi perubahan perilaku dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan masyarakat lebih peduli akan isu-isu kesehatan, serta dapat mengimplementasikan sikap dan perilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan sehari-hari," tutur I Gede Arya Adi Gunawan, S.Kep.
Bagi organisasi Palang Merah Indonesia Provinsi Bali, pengiriman tenaga relawan lintas pulau ini bukan sekadar pemenuhan instruksi penugasan kerja. Langkah ini merupakan wujud konkret filosofi kepalangmerahan untuk senantiasa hadir dan bergerak bersama, menyatukan energi demi meringankan beban penderitaan sesama di mana pun musibah melanda.
Penulis: Riska
Editor: Redaksi

Posting Komentar