PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana

Siswa foto bersama usai mengikuti sosialisasi kebencanaan yang dilaksanakan PMI Kabupaten Lumajang di Wonokerto, Gucialit, Rabu (30/9/2026). Foto: Dokumentasi PMI Kabupaten Lumajang

LINTAS86.com, LUMAJANG – PMI Kabupaten Lumajang melanjutkan sosialisasi kebencanaan di lingkungan pendidikan dengan menyasar SDN Wonokerto 1 dan SDN Wonokerto 3, Rabu (30/9/2026). Siswa mendapatkan pengetahuan mengenai jenis bencana hingga tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan hari kedua rangkaian edukasi kebencanaan PMI di wilayah Wonokerto sekaligus bagian dari peringatan HUT ke-81 PMI.

Dalam sosialisasi hari ini, relawan PMI Kabupaten Lumajang memberikan materi mengenai jenis-jenis bencana, risiko yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar, serta tindakan sebelum, saat, dan sesudah bencana.

Siswa juga diperkenalkan pada pentingnya mengenali potensi bahaya dan menjaga keselamatan diri.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan pendekatan edukatif dan interaktif. Cara tersebut digunakan agar pengetahuan kebencanaan lebih mudah diterima oleh siswa dan tidak berhenti pada penjelasan teoritis.

Interaksi antara relawan dan siswa menjadi salah satu bagian pembelajaran. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias selama materi berlangsung.

Kepala SDN 03 Wonokerto, Misto, S.Pd., menyebut pengetahuan kebencanaan tersebut bermanfaat bagi anak didiknya. Menurut dia, lingkungan tempat siswa tinggal memiliki lebih dari satu ancaman bencana.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PMI Kabupaten Lumajang karena sudah datang ke lembaga kami untuk bersosialisasi tentang kebencanaan dengan membawa ilmu dan pengetahuan baru bagi siswa-siswi SDN 03 Wonokerto. Kegiatan sosialisasi ini sangat berdampak bagi siswa-siswi kami yang notabenenya hidup di area yang mempunyai ancaman bencana lebih dari satu,” ujarnya.

Keterangan tersebut sekaligus menjadi alasan mengapa materi keselamatan menjadi bagian penting dalam kegiatan hari kedua.

Siswa tidak hanya dikenalkan dengan beragam bencana. Materi diarahkan agar mereka mengetahui tindakan yang tepat dalam menghadapi situasi darurat.

Sekolah berharap pembelajaran serupa dapat kembali digelar sehingga pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan.

“Tentunya, kami berharap kegiatan ini bisa disambung di lain hari agar silaturahmi dan ilmu pengetahuan dari PMI tidak terputus,” kata Misto.

Sosialisasi Rabu ini melanjutkan kegiatan yang dimulai di Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, pada Selasa (29/9/2026).

Pada hari pertama, tiga lembaga pendidikan menjadi sasaran kegiatan, yakni SD Negeri 02 Wonokerto, TK Dharma Wanita Wonokerto, dan SMP Satu Atap Wonokerto.

Data dalam laporan kegiatan mencatat sebanyak 100 siswa SD Negeri 02 Wonokerto mengikuti edukasi tersebut. Peserta dari TK Dharma Wanita Wonokerto berjumlah 32 siswa, sementara SMP Satu Atap Wonokerto sebanyak 45 siswa.

Dengan demikian, peserta pada hari pertama berjumlah 177 siswa.

PMI Kabupaten Lumajang saat itu melibatkan satu pengurus, tiga staf markas, dan tiga relawan dalam pelaksanaan kegiatan. Materi berfokus pada pengenalan jenis bencana serta cara melakukan penyelamatan diri.

Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang Nurhadi Santoso mengatakan rangkaian tersebut menjadi bagian dari momentum HUT ke-81 PMI.

“Ini rangkaian kegiatan HUT PMI ke-81. Aksi kemanusiaan berupa sosialisasi kebencanaan sejak dini ini diisi dengan edukasi kebencanaan, untuk mengenalkan jenis-jenis bencana dan cara untuk menyelamatkan diri. Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan lembaga pendidikan agar edukasi kebencanaan ini melahirkan generasi yang tetap peduli dan bergerak bersama,” kata Nurhadi pada Selasa (29/9/2026) malam.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan tetap berada pada kesiapsiagaan siswa. SDN Wonokerto 1 dan SDN Wonokerto 3 menjadi sekolah berikutnya yang menerima sosialisasi.

Berbeda dengan data pelaksanaan sehari sebelumnya, bahan kegiatan 30 September tidak mencantumkan jumlah siswa yang mengikuti sosialisasi di kedua sekolah tersebut. Karena itu, jumlah peserta hari kedua tidak dicantumkan dalam berita ini.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Lumajang mendorong pengenalan kebencanaan sejak usia sekolah. Pengetahuan dasar mengenai risiko, keselamatan diri, serta tindakan darurat diharapkan menjadi bekal siswa dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan mereka.

Bagi sekolah, program itu juga membuka ruang kolaborasi untuk melanjutkan pendidikan kesiapsiagaan, sehingga materi keselamatan tidak hanya diberikan ketika terjadi bencana tetapi dipelajari sebelum kondisi darurat muncul.


Penulis: Muhammad Dwi Lucky
Editor: Muhammad Dwi Lucky


Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana
  • PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana
  • PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana
  • PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana
  • PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana
  • PMI Lumajang Datangi SDN Wonokerto 1 dan 3, Siswa Dibekali Cara Menghadapi Bencana

Posting Komentar