PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores

 

LINTAS86.comNAGEKEO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo mendirikan tenda darurat di dua sekolah menengah pertama sebagai upaya mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar pascagempa yang mengguncang wilayah Flores. Bantuan tersebut diberikan agar siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran di tengah masa pemulihan pascabencana.

Tenda darurat didirikan di SMP Negeri 1 Aesesa dan SMP Negeri 1 Aesesa Selatan. PMI Kabupaten Nagekeo memasang dua tenda di SMP Negeri 1 Aesesa dan tujuh tenda di SMP Negeri 1 Aesesa Selatan, sehingga total terdapat sembilan tenda yang digunakan sebagai ruang belajar sementara.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu sekolah yang menghadapi kendala dalam menjalankan aktivitas pendidikan setelah gempa. Kehadiran tenda darurat diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran tatap muka sambil menunggu kondisi sekolah kembali normal.

Di SMP Negeri 1 Aesesa, fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh 368 siswa dan 42 guru. Sementara di SMP Negeri 1 Aesesa Selatan, tenda digunakan oleh 171 siswa dan 26 guru. Secara keseluruhan, bantuan PMI mendukung aktivitas belajar bagi 607 penerima manfaat yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik.

Sebelum tenda darurat tersedia, proses belajar mengajar dilakukan secara daring menggunakan aplikasi WhatsApp. Guru mengirimkan materi dan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dari rumah masing-masing. Namun, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh tidak berjalan optimal karena tidak semua siswa memiliki perangkat telepon pintar yang memadai.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran secara penuh. Karena itu, keberadaan ruang belajar sementara menjadi solusi untuk mengembalikan aktivitas belajar mengajar secara langsung.

Kepala SMP Negeri 1 Aesesa, Paulus Niku Woda, mengatakan bantuan PMI sangat membantu sekolah dalam menjaga keberlangsungan proses pendidikan.

“Tenda darurat yang didirikan oleh PMI ini sangat membantu kami dalam proses pembelajaran. Tenda ini digunakan sebagai tempat belajar sementara bagi siswa selama kondisi pascagempa belum memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar seperti biasanya,” ujarnya.

Menurut Paulus, pembelajaran tatap muka melalui ruang belajar sementara dinilai lebih efektif dibandingkan metode daring yang sebelumnya diterapkan selama masa darurat.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian dari respons kemanusiaan PMI dalam penanganan pascabencana.

“PMI Kabupaten Nagekeo berupaya hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pendirian tenda darurat di sekolah ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami agar kegiatan belajar siswa tetap dapat berjalan di tengah kondisi pascagempa,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa PMI tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat, tetapi juga mendukung keberlangsungan layanan pendidikan yang menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak terdampak bencana.

Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan agar siswa tidak kehilangan kesempatan belajar selama masa pemulihan. Karena itu, PMI terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk memantau kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan.

Selain menyediakan ruang belajar sementara, PMI juga berkomitmen mendukung upaya pemulihan masyarakat melalui berbagai layanan kemanusiaan sesuai kebutuhan yang berkembang di wilayah terdampak.

Pendirian sembilan tenda darurat di dua sekolah tersebut diharapkan dapat membantu mengembalikan aktivitas pembelajaran secara bertahap sekaligus memberikan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Bagi sekolah, bantuan tersebut menjadi solusi sementara untuk menjaga keberlangsungan pendidikan. Sementara bagi para siswa, kehadiran ruang belajar darurat memungkinkan mereka kembali mengikuti kegiatan belajar secara langsung dan lebih efektif.

Melalui langkah ini, PMI Kabupaten Nagekeo menegaskan komitmennya untuk mendukung pemulihan pascagempa, termasuk pada sektor pendidikan, agar anak-anak tetap memperoleh hak belajar mereka meskipun berada dalam situasi darurat akibat bencana.

Penulis: Wilhelmina Wuda

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores
  • PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores
  • PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores
  • PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores
  • PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores
  • PMI Nagekeo Dirikan Tenda Darurat untuk Dukung Pembelajaran Pascagempa Flores

Posting Komentar