PMI Pasok Bantuan Terpal Untuk Kelas Darurat SD Inpres Madambake
LINTAS86.com, NAGEKEO - Penanganan dampak krisis pendidikan di daerah terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memerlukan pola penanganan logistik yang adaptif dan cepat. Guna mendukung keberlanjutan masa depan akademik anak daerah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto menyalurkan intervensi bantuan berupa lembaran kain terpal tebal ke SD Inpres Madambake, Kecamatan Nangaroro, Senin, 7 September 2026. Bantuan terpal digunakan untuk melengkapi komponen tenda darurat yang disiapkan sebagai ruang belajar sementara bagi siswa.
Distribusi logistik darurat ini berakar dari pemanfaatan saluran komunikasi berbasis komunitas di media sosial yang bergerak kilat di lapangan. Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, memaparkan kronologi koordinasi jarak jauh antara pihak sekolah terdampak gempa dan jajaran unit markas PMI yang berlangsung sangat responsif tanpa birokrasi berbelit.
“Komunikasi ini tiga sampai empat hari lalu. Ada postingan di grup yang meminta komunikasi dengan PMI. Kurang dari 10 menit kami dihubungi sekolah,” ujar Kristianus Pantaleon Jogo saat menjelaskan kronologi penanganan bantuan kemanusiaan tersebut.
Setelah melakukan koordinasi teknis, pihak PMI mengetahui bahwa warga sekolah bersama jajaran komite telah bergerak swadaya merakit kerangka kayu penopang untuk tenda darurat. Guna mempercepat pemanfaatannya, PMI langsung mengambil peran mengisi kekurangan material utama atap pelindung. Kristianus menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh memfasilitasi kebutuhan darurat sarana pendidikan agar anak-anak tidak kehilangan hak belajarnya pascabencana.
“Kita fasilitasi jika ada sekolah yang membutuhkan terpal atau kebutuhan lainnya untuk menunjang pembelajaran di sekolah,” kata Kristianus secara optimis.
Langkah taktis penyediaan kelas darurat ini memegang peranan sangat krusial bagi stabilitas wilayah. Pasalnya, SD Inpres Madambake merupakan salah satu sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Kecamatan Nangaroro.
Dukungan terhadap kelas darurat serta pengadaan terpal penunjang ini diharapkan dapat membantu ratusan siswa dan belasan tenaga pendidik melanjutkan kegiatan belajar mengajar secara berkelanjutan di tengah proses pemulihan pascagempa. Melalui kolaborasi ini, diharapkan trauma psikologis anak-anak akibat gempa perlahan dapat terkikis seiring kembalinya rutinitas belajar mereka.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
Posting Komentar