Relawan Spesialis Banyuwangi Berangkat ke NTT, Ini 4 Tugasnya untuk Hunian Pascagempa
| Tri Putra Dana R ditugaskan ke NTT untuk mendukung penanganan hunian dalam fase pemulihan pascagempa Flores. |
LINTAS86.com, BANYUWANGI - PMI Kabupaten Banyuwangi mengirim Tri Putra Dana R atau Danang ke Nusa Tenggara Timur untuk mendukung penanganan hunian dalam fase pemulihan pascagempa Flores, Minggu (28/9/2026).
Danang memiliki spesialisasi retrofitting atau penguatan rumah aman gempa serta hunian darurat. Ia akan bergabung dengan Tim Satgana Nasional PMI dalam penugasan tahap pertama selama 14 hingga 21 hari.
Pengiriman relawan dilakukan sebagai tindak lanjut permintaan PMI Pusat dan PMI Provinsi NTT untuk memperkuat kebutuhan personel pada fase pemulihan awal.
Gempa Flores terjadi pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan informasi BMKG, parameter pemutakhiran gempa tercatat M7,7 dengan kedalaman 15 kilometer dan pusat gempa berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.
Empat Tugas Relawan di NTT
Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, M.M., mengatakan ada empat pekerjaan utama yang akan dijalankan tim.
Pertama, asesmen pasar untuk memetakan ketersediaan material bangunan lokal, antara lain kayu, bambu, seng, dan semen.
Kedua, pembuatan prototipe hunian. Tim direncanakan membuat satu hingga dua contoh hunian sementara yang dapat menjadi acuan dalam proses berikutnya.
Ketiga, finalisasi kriteria penerima manfaat. Proses ini direncanakan dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, dan PMI NTT.
Lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, janda, serta pemilik rumah rusak berat disebut menjadi bagian dari kelompok yang diperhitungkan dalam menentukan prioritas penerima.
Keempat, penyusunan rencana aksi intervensi per kabupaten berdasarkan tingkat kerusakan, akses logistik, dan kebutuhan masyarakat.
“Pak Danang adalah salah satu relawan terbaik kami. Fokus utama tim di NTT bukan hanya distribusi bantuan, tetapi memastikan bantuan tepat sasaran, aman gempa, dan berkelanjutan,” ujar Nurhadi.
Penugasan Danang menambah dukungan personel dengan kemampuan khusus untuk pemulihan warga. Sebelumnya, relawan Flores juga dibekali keterampilan untuk mendampingi masyarakat terdampak gempa, termasuk melalui layanan dukungan psikososial dan promosi kesehatan.
Kemampuan menghadapi bencana juga perlu dibangun sebelum seorang relawan diterjunkan dalam operasi. Di Banyuwangi, upaya kesiapsiagaan masyarakat antara lain dilakukan melalui penguatan keluarga agar lebih siap menghadapi risiko bencana.
Menurut PMI Banyuwangi, Danang telah memperoleh pelatihan retrofitting tingkat nasional.
Ia juga disebut pernah terlibat dalam operasi gempa di Bawean, Gresik dan Palu, Sulawesi Tengah, serta operasi pascabencana banjir di Sumatera dan Aceh.
Selama penugasan di NTT, Danang akan bergabung dengan Tim Satgana Nasional PMI di bawah koordinasi PMI Pusat.
“Ini adalah wujud dari Siamo Tutti Fratelli, kita semua bersaudara. Dari Banyuwangi untuk Flores. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Banyuwangi untuk keselamatan relawan dan kelancaran operasi kemanusiaan di NTT,” pungkas Nurhadi.
Penulis: Amin
Editor: Redaksi
Posting Komentar