Sambangi Ponorogo City Expo, Plt Bupati Bunda Lisdyarita Apresiasi Karya Siswa SMKN 2
LINTAS86.com, PONOROGO — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H. (Bunda Lisdyarita), memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan inovasi karya para siswa SMKN 2 Ponorogo. Apresiasi tersebut disampaikan langsung saat beliau menyambangi stan pameran sekolah kejuruan tersebut dalam rangkaian gelaran Ponorogo City Expo (PCE) 2026 di Alun-Alun Ponorogo, Minggu (6/9/2026).
Kehadiran Bunda Lisdyarita di stan SMKN 2 Ponorogo di tengah kunjungan kerjanya membedah potensi pendidikan vokasi daerah. Disambut hangat oleh jajaran guru pendamping serta para siswa, Bunda Lisdyarita menyaksikan dari dekat berbagai stan pameran yang menampilkan hasil karya praktik siswa dari berbagai jurusan keahlian.
Dalam peninjauan tersebut, para siswa SMKN 2 Ponorogo memamerkan deretan produk unggulan dari enam konsentrasi keahlian, meliputi jurusan Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Kuliner, Usaha Layanan Pariwisata (ULW), Desain dan Produksi Busana, Perhotelan, hingga Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TKJ).
Bunda Lisdyarita meluangkan waktu cukup lama untuk berinteraksi langsung dengan para pelajar. Beliau menggali informasi mendalam mengenai latar belakang ide, proses manufaktur, hingga nilai guna dari setiap karya yang dipajang. Tak berhenti pada memberikan pujian verbal, Plt Bupati Ponorogo tersebut turut menunjukkan bentuk dukungan konkretnya dengan memborong sejumlah produk karya siswa.
Dukungan langsung dari pimpinan daerah ini menghadirkan kebanggaan mendalam bagi para siswa. Pengalaman karyanya dibeli langsung oleh Plt Bupati menjadi dorongan moral yang membuktikan bahwa kualitas pembelajaran vokasi di SMKN 2 Ponorogo mampu menghasilkan produk berskala komersial yang diakui publik.
Mengomentari gelaran pameran secara keseluruhan, Bunda Lisdyarita berharap PCE 2026 yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo dapat menjadi pemicu lahirnya wirausahawan muda baru di bidang kreativitas dan UMKM.
“Semoga dengan adanya Ponorogo City Expo ini, semangat berkarya pelajar dan pelaku UMKM semakin tumbuh, dan perekonomian masyarakat Ponorogo pun ikut terangkat,” tutur Bunda Lisdyarita.
Ajang Ponorogo City Expo 2026 sendiri resmi dibuka pada Jumat (4/9/2026) malam dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Selain menjadi etalase komersial UMKM, ajang ini dirancang sebagai sarana edukasi publik untuk mengenalkan potensi dan inovasi karya dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo.
Keikutsertaan SMKN 2 Ponorogo di PCE 2026 menegaskan transformasi peran SMK yang tidak hanya mendidik calon tenaga kerja industri, melainkan juga membentuk mentalitas kewirausahaan, kemampuan berinovasi, serta penciptaan produk yang bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat.
Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Plt Bupati Ponorogo di stan sekolahnya. Ia menilai PCE 2026 sebagai sarana ujian publik bagi kualitas pengajaran di sekolah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa siswa SMK tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan inovasi. Melalui pameran ini, masyarakat dapat melihat secara langsung potensi siswa SMKN 2 Ponorogo,” ujar Suryanto.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pengalaman bertatap muka langsung dengan konsumen di area expo melatih soft skills para siswa secara komprehensif, mulai dari kemampuan komunikasi bisnis hingga pelayanan pelanggan.
“Ini juga menjadi pembelajaran nyata bagi siswa. Mereka belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, memperkenalkan produk, dan memahami bahwa sebuah karya harus mampu memberikan nilai dan manfaat,” imbuhnya.
Senada dengan Kepala Sekolah, Waka Humas SMKN 2 Ponorogo, Tarmin, S.Kom., menegaskan pentingnya membawa hasil pembelajaran keluar dari batas dinding kelas menuju ruang publik.
“Bagi SMKN 2 Ponorogo, ini bukan sekadar agenda pameran. Kami membawa proses pembelajaran vokasi ke ruang publik. Masyarakat bisa melihat langsung bahwa siswa SMK mampu menghasilkan karya, berinovasi, sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi,” tegas Tarmin.
Melalui pameran berbasis pengalaman (experiential learning) ini, para siswa SMKN 2 Ponorogo yang memegang enam konsentrasi keahlian—Kuliner, Desain dan Produksi Busana, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, TKJ, Perhotelan, dan ULW—berhasil membuktikan kompetensi teknis, kecakapan komunikasi, serta jiwa kewirausahaan mereka di hadapan publik dan jajaran pimpinan daerah.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar