Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM

LINTAS86.comPONOROGO – Suasana religius menyelimuti Lapangan Lingkungan Segading, Kelurahan Pakunden, Ponorogo, Rabu malam (16/9/2026). Ratusan warga berkumpul mengikuti Segading Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lantunan sholawat yang menggema menjadi pengikat kebersamaan warga malam itu. Masyarakat dari Lingkungan Segading, Pakunden, dan wilayah sekitar memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diprakarsai Karang Taruna Panji Gading.

Tidak hanya menjadi momentum keagamaan, Segading Bersholawat juga menghadirkan ruang silaturahmi bagi masyarakat. Di sekitar lokasi kegiatan, geliat ekonomi warga ikut terasa dengan hadirnya sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sholawat dan Hadrah Semarakkan Malam Maulid Nabi

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan hadrah yang mengiringi lantunan sholawat.

Jamaah kemudian bersama-sama mengikuti sholawat dan kajian keagamaan. Suasana semakin semarak dengan kehadiran Gus Fuad dan Gus Farhan Li Ulil Albab.

Penampilan Hadrah Biajmala Dzikro dan Anjani Al Habsyi turut mewarnai malam peringatan Maulid Nabi tersebut.

Sejumlah pejabat dan tokoh setempat juga hadir, di antaranya Camat Ponorogo, Lurah Pakunden, serta para tamu undangan.

Kebersamaan warga dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Gus Fuad Ajak Warga Semangat Mengaji

Dalam tausiyahnya, Gus Fuad menyampaikan sejumlah hikmah yang dapat dipetik dari momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya menjaga semangat untuk mengaji dan menuntut ilmu.

Masyarakat diajak tidak berhenti belajar serta terus mendekat kepada para ulama untuk mendapatkan ilmu dan keteladanan yang baik.

“Ulama adalah pewaris nabi. Maka kita harus mendekat kepada ulama. Insyaallah, kita akan ketularan kebaikannya,” pesan Gus Fuad dalam kajiannya.

Semangat menuntut ilmu, menurutnya, juga perlu berjalan beriringan dengan adab.

Ilmu yang dimiliki seseorang diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat membentuk akhlak sekaligus memberikan manfaat kepada diri sendiri dan lingkungan.

Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang hendak ditanamkan melalui peringatan Maulid Nabi, terutama kepada generasi muda.

Maulid Nabi Jadi Ruang Mempererat Kebersamaan Warga

Segading Bersholawat tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berkumpul untuk mengikuti kegiatan keagamaan.

Momentum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan masyarakat.

Warga dari berbagai kalangan dapat bertemu, bersholawat dan mengikuti kajian dalam satu tempat.

Keterlibatan Karang Taruna Panji Gading dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan peran generasi muda dalam menghidupkan aktivitas keagamaan dan sosial di lingkungannya.

Melalui kegiatan positif seperti ini, anak muda dapat mengambil bagian dalam menjaga tradisi kebersamaan sekaligus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan.

UMKM Ikut Merasakan Keramaian Segading Bersholawat

Keramaian Segading Bersholawat juga terlihat di sepanjang Jalan Anjani, Ponorogo.

Sejumlah pelaku UMKM membuka lapak untuk menawarkan berbagai dagangan kepada warga yang datang mengikuti kegiatan.

Kehadiran ratusan jamaah membuat aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan ikut bergerak.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat berskala lingkungan juga dapat memberikan ruang bagi pedagang dan pelaku usaha kecil untuk mengenalkan serta menjual produk mereka.

Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan dari sisi religius dan sosial, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bukan Sekadar Seremonial

Peringatan Maulid Nabi melalui Segading Bersholawat diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

Pesan mengenai menuntut ilmu, menjaga adab, mendekat kepada ulama, serta memperkuat kebersamaan diharapkan dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah lantunan sholawat dan kajian keagamaan, kegiatan itu sekaligus mempertemukan tiga unsur kehidupan masyarakat dalam satu momentum, yakni spiritualitas, kebersamaan sosial, dan ekonomi warga.

Dari Lapangan Segading, semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pun hadir bukan hanya melalui kemeriahan acara, tetapi juga melalui ajakan untuk terus belajar, memperbaiki akhlak, menjaga persaudaraan, dan memberi manfaat kepada sesama.

Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM
  • Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM
  • Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM
  • Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM
  • Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM
  • Segading Bersholawat, Ratusan Warga Ponorogo Peringati Maulid Nabi dan Hidupkan UMKM

Posting Komentar