Sentuhan Humanis Bripda Johan Susetya: Menjaga Kedamaian Antrean Air di Desa Munggu
LINTAS86.com, PONOROGO - Musim kemarau yang melanda Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, membawa ujian berat bagi kehidupan masyarakat setempat. Keterbatasan sumber air bersih berdampak langsung pada 123 Kepala Keluarga (KK) atau setara 510 jiwa. Untuk menopang kebutuhan paling mendasar warga terdampak, pasokan air bersih yang dibutuhkan mencapai sekitar 30.000 liter setiap minggunya. Angka ini mencerminkan betapa berharganya setiap tetes air yang disalurkan melalui armada tangki bantuan.
Di tengah situasi krisis air yang rentan memicu ketegangan emosional, hadir sosok Bripda Johan Susetya, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Munggu. Bagi Bripda Johan, pengabdiannya di lapangan tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memastikan proses distribusi bantuan air bersih berjalan secara tertib, adil, dan tanpa friksi sosial.
Menyadari bahwa potensi gesekan antarwarga sangat mungkin terjadi akibat rasa khawatir tak kebagian pasokan, Bripda Johan mengambil langkah antisipatif sebelum bantuan air bersih dari lembaga terkait tiba di lokasi. Ia secara aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada warga agar tetap tenang dan tidak saling berebut.
“Langkah yang saya ambil sebagai Bhabinkamtibmas Desa Munggu untuk menata warga agar tertib dan merata yaitu sebelum datangnya bantuan air bersih kita mengedukasi atau memberikan imbauan kepada warga bahwa bantuan air bersih cukup untuk semua warga jadi tidak perlu saling mendahului, ambil air secara bergantian tidak perlu berebut,” ujar Bripda Johan.
Guna mempercepat proses penyaluran dan menekan masa tunggu antrean, Bripda Johan menerapkan metode penampungan terpusat yang praktis. Bantuan air yang disalurkan tidak langsung dibagikan secara acak kepada warga satu per satu dari selang utama, melainkan dipindahkan terlebih dahulu ke dalam wadah penampungan khusus yang dilengkapi dengan banyak titik keran.
“Setelah bantuan air datang, air tidak langsung dibagikan tetapi dipindah dulu dalam tampungan air yang tersedia yang memiliki banyak kran air sehingga warga bisa mengambil secara bersamaan dan tidak perlu menunggu terlalu lama,” jelasnya.
Pendekatan taktis dan humanis yang diterapkan Bripda Johan terbukti efektif meredam potensi konflik. Kehadirannya yang ikut membantu warga mengangkut air tidak hanya mempecepat alur distribusi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang menenangkan di tengah situasi krisis kekeringan.
BERITA 2
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Posting Komentar