SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi

 LINTAS86.comPONOROGO – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan belajar, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat. SMK Negeri 2 Ponorogo memperkuat langkah tersebut melalui pemeriksaan sarana proteksi kebakaran bersama Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Kamis (17/9/2026).

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo, Bambang Supeno, melakukan inspeksi terhadap sejumlah sarana keselamatan kebakaran di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan perangkat proteksi tersedia, ditempatkan dengan tepat, serta dalam kondisi siap digunakan ketika dibutuhkan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah 13 unit alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di sejumlah bagian SMKN 2 Ponorogo.

13 APAR Diperiksa

Bambang mengecek kondisi, kelayakan, hingga penempatan APAR di lingkungan sekolah.

Menurutnya, ruangan yang memiliki potensi bahaya kebakaran perlu dilengkapi APAR sesuai tingkat risikonya. Peralatan tersebut juga perlu dipastikan laik digunakan dan tidak melewati masa kedaluwarsa.

Penempatan APAR tak kalah penting. Alat pemadam harus berada di lokasi strategis agar mudah terlihat, dijangkau dan digunakan ketika muncul kondisi darurat.

Dari hasil pemeriksaan, secara umum APAR yang tersedia di SMKN 2 Ponorogo masih tergolong baru. Namun, tim menemukan media pemadam di dalam beberapa tabung mengalami penggumpalan.

Kondisi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pemeliharaan agar APAR dapat tetap berfungsi secara optimal saat diperlukan.

Dapur dan Bengkel Kuliner Jadi Perhatian

Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada APAR. Sistem proteksi kebakaran aktif di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian, khususnya pada area dapur atau bengkel Kuliner yang memiliki aktivitas penggunaan berbagai peralatan dan sumber panas.

Bambang menyarankan agar aspek keselamatan kebakaran menjadi bagian dari perencanaan maupun pengembangan bangunan sekolah.

Kebutuhan sistem deteksi dan alarm kebakaran hingga sprinkler otomatis dapat dipertimbangkan dengan menyesuaikan karakteristik bangunan dan hasil kajian teknis.

Kepadatan bangunan juga perlu diperhitungkan dalam pengembangan sistem proteksi kebakaran.

Pada bangunan dengan tingkat risiko dan kepadatan tertentu, penyediaan sistem hidran gedung dapat menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan. Sistem tersebut dapat didukung sumber cadangan air, pompa pemadam dan perangkat selang sesuai kebutuhan teknis.

Jalur Evakuasi Harus Jelas dan Mudah Dikenali

Selain sarana pemadaman, jalur evakuasi menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Jalur tersebut perlu jelas, mudah dikenali dan tidak terhalang agar siswa, guru maupun tenaga kependidikan dapat menggunakannya untuk menuju titik kumpul jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

Kesiapan fasilitas juga perlu berjalan beriringan dengan pemahaman warga sekolah mengenai langkah yang harus dilakukan dalam situasi tersebut.

Bambang mengatakan inspeksi merupakan bagian dari upaya Damkar Ponorogo dalam memberikan pelayanan sekaligus memperkuat mitigasi dan pencegahan kebakaran di lingkungan pendidikan.

“Kami memberikan edukasi dan pengarahan agar sarana proteksi kebakaran dapat dipastikan kondisinya dan ditempatkan secara tepat. Yang tidak kalah penting adalah kesiapsiagaan seluruh warga sekolah,” terang Bambang.

Keamanan LPG Turut Menjadi Perhatian

Potensi bahaya dari penggunaan liquefied petroleum gas (LPG) di area dapur juga mendapat perhatian dalam inspeksi.

Pengelolaan tabung maupun instalasi LPG perlu dilakukan secara aman, termasuk memperhatikan jarak antara sumber gas dengan sumber penyalaan.

Penempatan tabung LPG juga perlu mempertimbangkan keamanan dan ketersediaan ventilasi memadai. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko apabila terjadi kebocoran gas.

Aspek tersebut menjadi relevan karena sekolah memiliki area praktik yang menggunakan peralatan dan sumber panas dalam kegiatan pembelajaran.

Kepala Sekolah Apresiasi Edukasi Damkar

Kepala SMKN 2 Ponorogo, Suryanto, mengapresiasi kehadiran Damkar Ponorogo dalam memberikan pemeriksaan sekaligus edukasi terkait pencegahan kebakaran.

Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan pemahaman tambahan bagi sekolah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan warga sekolah.

“Terima kasih atas kehadiran Damkar Ponorogo yang telah memberikan edukasi dan pengarahan. Ini sangat penting bagi kami untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan di lingkungan sekolah,” ujar Suryanto.

Inspeksi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan di lingkungan SMKN 2 Ponorogo.

 

Kesiapsiagaan tidak hanya diwujudkan melalui ketersediaan APAR dan sarana proteksi kebakaran lainnya. Pemeliharaan peralatan, pengelolaan sumber risiko, jalur evakuasi yang mudah dikenali, serta pemahaman seluruh warga sekolah mengenai tindakan saat keadaan darurat juga menjadi bagian penting.

Dengan kesiapan fasilitas dan peningkatan pengetahuan warga sekolah, lingkungan pendidikan diharapkan semakin aman sekaligus memiliki kemampuan merespons dengan tepat apabila menghadapi kondisi darurat.

Penulis: Amin
Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi
  • SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi
  • SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi
  • SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi
  • SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi
  • SMKN 2 Ponorogo Perkuat Sekolah Aman, Damkar Cek 13 APAR dan Jalur Evakuasi

Posting Komentar