Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo


LINTAS86.com,  NAGEKEO — Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyisakan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur yang masif. Di tengah masa-masa sulit pascabencana, gelombang kepedulian dari berbagai penjuru tanah air terus mengalir deras ke bumi Flores. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik. Mereka melintasi batas pulau demi mengantarkan langsung bantuan logistik, sembako, dan santunan duka kepada keluarga para korban yang kehilangan anggota keluarganya.
Bantuan kemanusiaan ini diserahkan secara simbolis dan estafet oleh Ketua PMI Kabupaten Gresik, H. Achmad Nadlir, kepada perwakilan PMI Kabupaten Nagekeo. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses distribusi di lapangan berjalan dengan cepat, tepat sasaran, dan langsung diterima oleh 13 keluarga korban jiwa yang tercatat meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa dahsyat itu terjadi. Sinergi antardaerah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong bangsa Indonesia tidak pernah pudar, terutama saat menghadapi situasi darurat kebencanaan.
Bupati Gresik menegaskan bahwa pergerakan logistik ini merupakan hasil urunan dan kepedulian kolektif dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Gresik. Berbagai organisasi seperti Baznas, Korpri, PKK, Dharma Wanita, hingga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bahu-membahu mengumpulkan dana dan barang dalam waktu singkat untuk membantu meringankan beban hidup para penyintas di NTT. Sinergi lintas sektoral ini mencerminkan rasa persaudaraan yang kuat antar-sesama warga negara tanpa memandang jarak geografis.
“Semoga bantuan yang disalurkan dari seluruh elemen, yaitu Pemkab Gresik, Baznas, PMI, Korpri, PKK, Dharma Wanita, PGRI, dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang mengalami gempa bumi,” ujar Bupati Gresik dalam pernyataan resminya terkait pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gresik berharap donasi yang dikirimkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan darurat, melainkan juga menyentuh aspek-aspek vital pemulihan pascabencana lainnya. Berdasarkan asesmen awal, wilayah terdampak gempa di Nagekeo sangat membutuhkan pasokan medis tambahan untuk mencegah persebaran penyakit di kamp pengungsian, serta dukungan material untuk memulihkan fasilitas umum dan hunian warga yang hancur. Oleh karena itu, bantuan dialokasikan secara fleksibel agar dapat mendukung pemulihan jangka pendek dan menengah.
“Kami berharap bantuan ini bisa membantu kebutuhan korban terdampak, terutama logistik harian, kebutuhan medis, hingga pemulihan fasilitas umum dan hunian yang rusak akibat gempa,” lanjut Bupati Gresik, menekankan pentingnya keberlanjutan pemulihan pascabencana di lapangan.
Tidak sekadar mengirimkan barang melalui ekspedisi kargo, rombongan dari Pemkab Gresik dan PMI Gresik memilih untuk turun langsung ke zona bencana di Nagekeo. Mereka mendatangi rumah-rumah duka, berdialog dengan para janda, anak yatim, dan orang tua yang kehilangan orang tercinta. Kehadiran fisik ini membawa dampak psikologis yang besar bagi para penyintas, memberikan penguatan moral di tengah rasa trauma yang masih membayangi kehidupan mereka sehari-hari akibat gempa susulan.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas ketulusan yang ditunjukkan oleh masyarakat Gresik. Menurutnya, aksi jemput bola dengan mendatangi langsung korban di pulau yang berbeda merupakan potret solidaritas kemanusiaan tingkat tinggi yang sangat menyentuh hati masyarakat Nagekeo.
“Atas nama PMI Nagekeo dan masyarakat Kabupaten Nagekeo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan PMI Gresik atas kepedulian serta bantuan yang diberikan kepada keluarga korban bencana,” ujar Kristianus Pantaleon Jogo saat menyambut rombongan di posko utama.
Bagi PMI Nagekeo, kedatangan rekan sejawat dari Jawa Timur ini membuktikan bahwa manajemen penanggulangan bencana berbasis kemitraan berjalan dengan sangat baik di lingkungan Palang Merah Indonesia. Logistik yang dikirimkan akan segera didistribusikan menggunakan armada taktis ke desa-desa terpencil di pelosok Nagekeo yang akses jalannya sempat terputus akibat tanah longsor pascagempa.
“Kami sangat menghargai karena mereka tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi hadir langsung, melihat langsung kondisi keluarga terdampak dan korban bencana. Ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan yang sangat berarti bagi masyarakat Nagekeo,” kata Kristianus dengan nada haru.
Kini, bantuan sembako dan santunan tunai tersebut telah mulai disalurkan ke tangan yang berhak. Meskipun nilai materiil tidak akan pernah bisa menggantikan nyawa yang telah hilang, kehadiran bantuan ini menjadi simbol bahwa masyarakat Flores tidak berjalan sendirian dalam melewati badai ujian ini. Solidaritas yang lahir dari rasa kehilangan ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk turut mengambil bagian dalam masa pemulihan jangka panjang di Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Zabidi
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo
  • Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo
  • Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo
  • Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo
  • Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo
  • Solidaritas Tanpa Batas Pemkab Gresik untuk Nagekeo

Posting Komentar