Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai


LINTAS86.com, MANGGARAI — Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mendampingi relawan dari tiga kabupaten untuk merakit prototipe Hunian Sementara (Huntara) di Desa Robek, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Hunian darurat ini dirancang khusus dengan konsep panggung menggunakan material bambu sebagai solusi teknis menghadapi ancaman gempa dan banjir.
Pelatihan berbasis praktik lapangan ini diikuti oleh 15 personel yang dikirim langsung dari struktur regional. Masing-masing wilayah, yaitu Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, mengutus 5 orang relawan untuk menguasai metode konstruksi shelter darurat ini.
Koordinator Shelter utusan PMI Pusat, Tri Putra Dana Rahyanto, memaparkan bahwa pemilihan bambu didasarkan pada kajian mendalam terhadap potensi lokal Flores. Ketersediaan pohon bambu yang melimpah di ketiga kabupaten tersebut menjadi modal utama agar material mudah didapat saat situasi darurat.
Selain faktor ketersediaan bahan baku, arsitektur bambu dipilih karena memiliki fleksibilitas struktur yang baik terhadap guncangan gempa bumi. Penggunaan material alami ini juga memberikan kenyamanan termal yang lebih baik bagi para pengungsi.
"Materinya terbuat dari bambu, karena menurut kajian kita, tiga wilayah ini banyak bambu. Shelter atau hunian itu nanti ukurannya 4×6 meter, tinggi dari tanah ke lantai 50 cm, sementara di dalamnya ada kamar, 3 buah jendela, dan atap yang terbuat dari bambu. Jadi huntara kelihatannya beda, dengan harapan masyarakat merasa nyaman dengan bambu yaitu lebih dingin dibandingkan material seperti seng," urai Danang secara rinci.
Desain rumah panggung setinggi setengah meter dari permukaan tanah sengaja diterapkan untuk menyiasati ancaman banjir. Struktur ini berfungsi menahan laju luapan air permukaan agar bagian dalam hunian tetap kering dan aman digunakan sebagai tempat tinggal sementara.
Pada pelaksanaan hari pertama, tim penasihat shelter dari PMI Pusat bersama para relawan berfokus pada pekerjaan fondasi awal. Mereka melakukan pemetaan lahan serta menentukan koordinat presisi untuk mendirikan tiang-tiang penyangga utama bangunan.
"Konsep huntara ini adalah panggung, dengan alasan menurut kajian risiko bencana ketiga kabupaten ini rawan akan banjir dan gempa, jadi hari ini kita setting titik-titik yang akan jadi kaki-kakinya atau tiangnya," tutup Danang.
Proses perakitan prototipe ini diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu agar fungsinya sebagai model percontohan bisa segera diuji coba. Melalui transfer keahlian teknis ini, PMI menargetkan ketersediaan logistik dan infrastruktur hunian darurat di daratan Flores dapat dipenuhi secara mandiri oleh relawan setempat.
Penulis: Edho 
Editor: Redaksi
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai
  • Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai
  • Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai
  • Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai
  • Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai
  • Antisipasi Banjir, PMI Desain Huntara Panggung 4x6 dari Bambu di Manggarai

Posting Komentar