Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan


LINTAS86.com, WONOGIRI - Yayasan tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa kekuatan kebersamaan yang telah dibangun warga selama proses pengadaan ambulans perlu dijaga dan dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Bagi warga Slogoretno, ambulans desa bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari gerakan kepedulian yang lebih luas.

Pembentukan Yayasan Slogoretno Peduli disepakati dalam musyawarah warga yang digelar setelah ambulans resmi dimiliki masyarakat. Dalam forum itu, warga sepakat bahwa keberhasilan menghimpun dana ratusan juta rupiah merupakan modal sosial yang sangat berharga dan perlu dikelola melalui wadah yang lebih terstruktur.

Melalui musyawarah tersebut, Cuk Widada, S.Pd., M.M. dipercaya menjadi Ketua Yayasan Slogoretno Peduli. Kehadiran yayasan diharapkan menjadi rumah bersama bagi seluruh warga, baik yang tinggal di Desa Slogoretno maupun mereka yang berada di berbagai daerah perantauan.

Menurut Cuk Widada, kekuatan terbesar yang dimiliki masyarakat saat ini bukan hanya ambulans yang berhasil diwujudkan, tetapi rasa saling percaya yang tumbuh di tengah warga selama proses penggalangan dana berlangsung.

"Kami ingin semangat kebersamaan yang telah terbangun tetap terjaga. Yayasan ini nantinya tidak hanya mengelola ambulans desa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan kontribusi warga untuk kemajuan desa," ujarnya.

Ia menilai keberhasilan masyarakat mengumpulkan dana hampir seperempat miliar rupiah dalam waktu relatif singkat merupakan bukti kuat bahwa warga memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan bersama.

Baginya, kepercayaan masyarakat tersebut harus dijaga dengan sistem organisasi yang profesional, transparan, dan terbuka. Karena itu, yayasan akan menerapkan tata kelola yang memungkinkan seluruh warga mengetahui program yang dijalankan serta penggunaan dana yang dihimpun.

"Yang paling penting adalah menjaga amanah masyarakat. Karena itu yayasan akan dikelola secara terbuka agar seluruh warga mengetahui bagaimana program dijalankan dan dana dimanfaatkan," katanya.

Mengawal Operasional Ambulans Desa

Pada tahap awal, salah satu fokus utama Yayasan Slogoretno Peduli adalah memastikan ambulans desa dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Yayasan akan menyusun sistem pengelolaan yang mencakup biaya operasional, pemeliharaan kendaraan, kebutuhan bahan bakar, administrasi pelayanan, hingga mekanisme penggunaan ambulans untuk masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting agar ambulans yang telah menjadi milik bersama tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu melayani masyarakat dalam waktu yang panjang.

Keberadaan ambulans desa selama ini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi warga yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit, ibu hamil, lansia, maupun pasien yang memerlukan penanganan medis darurat.

Dengan adanya sistem pengelolaan yang jelas, masyarakat berharap ambulans dapat menjadi layanan kesehatan yang mudah diakses dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Namun, peran yayasan tidak akan berhenti pada pengelolaan ambulans semata. Berbagai program sosial lainnya mulai disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kemanusiaan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Jadi Mitra Pembangunan Desa

Kepala Desa Slogoretno, Suparmanto, menyambut baik pembentukan Yayasan Slogoretno Peduli. Menurutnya, yayasan dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam memperkuat pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

"Pemerintah desa sangat mendukung pembentukan yayasan ini. Kami berharap yayasan dapat menjadi sarana bagi warga untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan desa," ujarnya.

Menurut Suparmanto, keberhasilan pengadaan ambulans desa menunjukkan bahwa masyarakat Slogoretno memiliki modal sosial yang sangat kuat.

Semangat gotong royong yang tumbuh tidak hanya menghasilkan fasilitas publik berupa ambulans, tetapi juga melahirkan kesadaran kolektif untuk terus bergerak memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia meyakini pembangunan desa tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Ketika masyarakat memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap kampung halamannya, berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui kerja sama dan partisipasi aktif warga.

Karena itu, pemerintah desa berharap Yayasan Slogoretno Peduli mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Merangkul Warga Perantauan

Salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan yayasan adalah membangun jaringan koordinator wilayah di berbagai kota dan provinsi setelah legalitas badan hukum yayasan selesai diterbitkan.

Keberadaan jaringan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi dengan warga perantauan yang selama ini menjadi bagian penting dalam berbagai gerakan sosial Desa Slogoretno.

Saat pengadaan ambulans berlangsung, kontribusi warga yang tinggal di luar daerah menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat tercapainya target pengumpulan dana.

Karena itu, yayasan ingin memastikan hubungan antara warga di kampung halaman dan para perantau tetap terjalin erat melalui berbagai program kolaboratif.

Koordinator wilayah nantinya diharapkan dapat menjadi penghubung komunikasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pembangunan desa.

Banyak warga perantauan menyambut baik pembentukan yayasan tersebut. Mereka menilai adanya wadah resmi akan memudahkan koordinasi, penyaluran bantuan sosial, hingga keterlibatan dalam program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dari Kepedulian Menjadi Gerakan Sosial

Bagi masyarakat Slogoretno, ambulans desa adalah simbol dari kekuatan gotong royong. Dari sebuah gerakan urunan warga lahir fasilitas publik yang sangat dibutuhkan. Dari keberhasilan itu tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga semangat kebersamaan melalui sebuah lembaga sosial.

Pembentukan Yayasan Slogoretno Peduli menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat tidak berhenti pada satu kegiatan. Sebaliknya, keberhasilan tersebut justru menjadi titik awal lahirnya gerakan sosial yang lebih besar dan berkelanjutan.

Kini harapan masyarakat tertuju pada yayasan yang baru dibentuk tersebut. Mereka berharap Yayasan Slogoretno Peduli mampu menjadi motor penggerak berbagai program kemanusiaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan sosial lainnya yang dapat memperkuat persatuan warga lintas generasi.

Dengan semangat yang sama saat mewujudkan ambulans desa, warga optimistis Yayasan Slogoretno Peduli akan menjadi fondasi baru bagi lahirnya berbagai gerakan kebaikan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Desa Slogoretno di masa depan.

Penulis: Tarmin

Editor: Redaksi

 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan
  • Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan
  • Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan
  • Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan
  • Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan
  • Tak Berhenti di Ambulans, Warga Slogoretno Bangun Gerakan Kebaikan

Posting Komentar