428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan

LINTAS86.com, MALANG – Sebanyak 428 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira mengikuti Uji Kecakapan PMR Kabupaten Malang yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang di SMK Widya Dharma Turen, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Malang tersebut menjadi agenda pembinaan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi kemampuan anggota PMR dalam berbagai bidang kepalangmerahan. Selain menilai penguasaan materi, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter kemanusiaan bagi generasi muda.

Uji kecakapan dibuka langsung oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Malang, Aprillijanto, SE., MM., yang hadir mewakili Ketua PMI Kabupaten Malang.

Dalam sambutannya, Aprillijanto mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pengujian dengan sungguh-sungguh karena kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang telah dijalani para anggota PMR di sekolah masing-masing.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar proses penilaian untuk mengetahui siapa yang terbaik, melainkan kesempatan bagi peserta untuk mengukur pencapaian kemampuan yang telah dimiliki.

“Uji kecakapan ini menjadi tolok ukur bagi adik-adik PMR untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap materi yang selama ini dipelajari. Ikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh dan jadikan ini sebagai bagian dari proses belajar,” kata Aprillijanto.

Ia juga menegaskan bahwa anggota PMR merupakan generasi muda yang memiliki kesempatan istimewa untuk mendalami nilai-nilai kemanusiaan melalui organisasi kepalangmerahan.

“Anggota PMR adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan hidayah untuk mengenal dunia kepalangmerahan. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Tujuh Bidang Menjadi Materi Pengujian

Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten Malang membagi peserta ke dalam tujuh bidang kecakapan yang menjadi fokus pengujian.

Data panitia menunjukkan bidang Sanitasi Kesehatan (Sankes) menjadi kategori dengan jumlah peserta terbesar, yakni 213 orang. Selanjutnya bidang Pertolongan Pertama (PP) diikuti 95 peserta, bidang Kepalangmerahan sebanyak 70 peserta, Ayo Siaga Bencana (ASB) sebanyak 16 peserta, Donor Darah sebanyak 14 peserta, Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) sebanyak 11 peserta, serta bidang Kepemimpinan sebanyak sembilan peserta.

Seluruh peserta mengikuti tahapan pengujian sesuai bidang yang dipilih. Materi yang diberikan tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga keterampilan praktik yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembinaan PMR.

Pada bidang Pertolongan Pertama misalnya, peserta diuji kemampuan melakukan penanganan awal korban kecelakaan, pembidaian, hingga sistem triase yang digunakan dalam situasi kedaruratan. Sementara peserta bidang Sanitasi Kesehatan mendapat materi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan lingkungan, serta pengelolaan sanitasi.

Untuk bidang Donor Darah, peserta diperkenalkan lebih jauh mengenai sistem pelayanan donor darah, persyaratan donor, hingga pentingnya ketersediaan darah bagi masyarakat. Sedangkan peserta bidang ASB memperoleh materi terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Proses pengujian berlangsung sepanjang hari dengan melibatkan fasilitator PMI Kabupaten Malang serta relawan yang telah mendapatkan pelatihan spesialisasi sesuai bidang masing-masing.

Kehadiran penguji yang memiliki kompetensi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan penilaian dilakukan secara objektif sesuai standar pembinaan PMR.

Komitmen PMI Kabupaten Malang

Pelaksanaan Uji Kecakapan PMR tahun ini juga menunjukkan komitmen PMI Kabupaten Malang terhadap pengembangan kapasitas generasi muda.

Seluruh pembiayaan kegiatan didukung oleh PMI Kabupaten Malang sebagai bentuk investasi organisasi dalam pembinaan anggota PMR. Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk pelaksanaan pengujian, tetapi juga menjadi bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia muda di bidang kemanusiaan.

Bagi PMI Kabupaten Malang, PMR memiliki peran strategis sebagai wadah pembelajaran bagi pelajar untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini.

Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, anggota PMR diajak tidak hanya memahami teori kepalangmerahan, tetapi juga mengembangkan kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberadaan PMR juga menjadi salah satu sarana pembentukan karakter bagi pelajar. Mereka belajar bekerja sama dalam tim, melatih kepemimpinan, membangun komunikasi yang baik, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, evaluasi melalui Uji Kecakapan PMR dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.

Pengalaman Berharga dari Bidang Pertolongan Pertama

Di antara ratusan peserta, banyak yang mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

Salah satunya adalah Marcelinho, anggota PMR Wira dari SMKN 2 Turen yang memilih bidang Pertolongan Pertama.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga yang tidak selalu diperoleh di lingkungan sekolah.

“Saya mendapatkan pengalaman baru terutama tentang pembidaian dan penanganan korban menggunakan sistem triase. Materi ini sangat menarik karena bisa digunakan dalam situasi nyata,” katanya.

Marcelinho berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika suatu saat harus membantu orang sakit ataupun korban kecelakaan.

“Semoga apa yang saya pelajari hari ini bisa bermanfaat dan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan,” tambahnya.

Pengalaman seperti yang dirasakan Marcelinho menunjukkan bahwa kegiatan PMR tidak hanya bersifat teoritis. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengenal langsung berbagai prosedur yang biasa digunakan dalam pelayanan kemanusiaan.

Menambah Pengetahuan Tentang Kesehatan

Hal serupa dirasakan Ayu, peserta dari SMK Widya Dharma yang mengikuti bidang Sanitasi Kesehatan.

Meskipun mengaku cukup lelah mengikuti seluruh tahapan kegiatan, Ayu menilai banyak manfaat yang diperoleh selama proses pengujian berlangsung.

“Kegiatannya seru dan menyenangkan walaupun cukup melelahkan. Saya dapat banyak pengetahuan baru,” ujarnya.

Salah satu materi yang menurutnya paling menarik adalah pembahasan mengenai gizi dan kesehatan.

“Saya jadi lebih memahami tentang gizi dan pentingnya menjaga kesehatan. Materi yang diberikan mudah dipahami dan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ayu juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan karena memberikan kesempatan bagi anggota PMR untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi karena sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.

Bertemu Teman Baru dan Menambah Wawasan

Bagi Putri, peserta dari SMK PGRI Sumbermanjing Wetan yang memilih bidang kesehatan remaja, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena mempertemukannya dengan banyak peserta dari sekolah lain.

Menurutnya, selain mendapatkan ilmu baru, ia juga memperoleh kesempatan memperluas jejaring pertemanan.

“Saya senang karena bisa belajar banyak hal baru dan bertemu teman-teman dari sekolah lain,” katanya.

Putri mengaku memperoleh wawasan yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan.

“Banyak informasi yang sebelumnya belum saya ketahui, dan di sini saya bisa mempelajarinya. Kegiatannya sangat bermanfaat,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PMR tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga membangun hubungan sosial antarpelajar dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang.

Donor Darah Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

Sementara itu, Josse, anggota PMR Wira dari SMAN 1 Turen yang mengikuti bidang Donor Darah, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pelayanan donor darah.

Menurutnya, sebelum mengikuti pengujian ia menganggap donor darah merupakan proses yang sederhana. Namun setelah mempelajari materi yang diberikan, ia memahami banyak aspek yang harus diperhatikan.

“Ternyata donor darah tidak sesederhana yang saya bayangkan. Ada banyak hal yang harus dipahami agar proses donor darah berjalan aman dan sesuai prosedur,” katanya.

Pengetahuan tersebut menurutnya sangat penting karena dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai donor darah.

Josse berharap kegiatan Uji Kecakapan PMR di masa mendatang dapat menghadirkan tantangan yang lebih menarik dan inovatif.

“Saya berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa dibuat lebih menantang dan semakin menarik untuk diikuti,” ujarnya.

Menyiapkan Generasi Muda yang Peduli

Pelaksanaan Uji Kecakapan PMR Kabupaten Malang tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis peserta. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama.

Di tengah berbagai tantangan sosial, kesehatan, dan kebencanaan yang dihadapi masyarakat, keberadaan anak-anak muda yang memahami prinsip-prinsip kemanusiaan menjadi kebutuhan penting.

Melalui PMR, para pelajar diperkenalkan pada nilai-nilai sukarela, kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika mereka berinteraksi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

PMI Kabupaten Malang berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan hanya memahami teori tentang kesehatan, donor darah, pertolongan pertama, atau kesiapsiagaan bencana, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain.

Dengan demikian, Uji Kecakapan PMR bukan hanya menjadi sarana evaluasi kemampuan, melainkan juga menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang tanggap, terampil, peduli, dan siap berkontribusi dalam berbagai aktivitas kemanusiaan.

Ke depan, PMI Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan PMR melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas agar semakin banyak generasi muda yang mampu menjadi pelopor kepedulian di lingkungannya.

Penulis: M. Alfin Fikri
Editor: Redaksi 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • 428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan
  • 428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan
  • 428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan
  • 428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan
  • 428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan
  • 428 Anggota PMR di Kabupaten Malang Ikuti Uji Kecakapan

Posting Komentar