960 Masker Dibagikan Saat Asap Kebakaran TPA Ncolang Ganggu Warga dan Pengguna Jalan
LINTAS86.com, MANGGARAI – Sebanyak 960 masker dibagikan kepada masyarakat terdampak asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ncolang di Desa Poco, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Rabu (30/9/2026).
Pembagian dilakukan oleh relawan PMI Kabupaten Manggarai dan menyasar tidak hanya warga sekitar TPA, tetapi juga para pengendara serta masyarakat yang melintasi jalur Poco-Satar Ngkeling.
Distribusi tersebut menjadi respons terhadap kondisi asap yang masih dirasakan masyarakat di kawasan sekitar TPA Ncolang.
Ketua PMI Kabupaten Manggarai, Hironnymus A. Kaunang, BcKn., turut hadir memantau pelaksanaan pembagian masker.
Ia mengatakan 960 masker telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
“PMI bersama jajaran relawannya sudah bergerak cepat dengan membagikan sebanyak 960 pcs masker kepada masyarakat terdampak asap TPA Ncolang ini,” jelas Hironnymus.
Distribusi masker belum dinyatakan selesai pada jumlah tersebut. Menurut Hironnymus, penyaluran selanjutnya akan disesuaikan dengan ketersediaan persediaan.
“PMI akan terus berupaya melanjutkan pembagian masker sesuai dengan ketersediaan stok yang ada,” katanya.
Kepala Markas PMI Kabupaten Manggarai, Oswal E. Mario, S.Kep., Ns., menjelaskan tujuan distribusi adalah membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap, khususnya terhadap kelompok masyarakat yang berada dan beraktivitas di sekitar TPA.
“Respons cepat dengan membagikan 960 masker ini merupakan upaya kami dalam mencegah gangguan pernapasan pada masyarakat di sekitar lokasi TPA Ncolang, terutama anak-anak dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar TPA Ncolang,” kata Oswal.
Stok masker disiapkan melalui koordinasi
Kebutuhan masker di Manggarai juga mendapat respons dari tingkat provinsi.
Setelah menerima laporan mengenai kebakaran TPA Ncolang, dilakukan koordinasi untuk mendukung kebutuhan masker bagi masyarakat terdampak.
Severinus Poso menyampaikan adanya koordinasi dengan PMI Kabupaten Manggarai sekaligus gudang hub PMI di Labuan Bajo.
“Ini bencana yang perlu respon cepat. Kami sudah koordinasikan dengan PMI Manggarai agar segera menyiapkan masker dan PMI Provinsi siap membeli masker di Ruteng sehingga segera dibagikan ke masyarakat terdampak. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak gudang hub PMI agar bisa memprioritaskan permintaan masker dari PMI Manggarai,” katanya.
Koordinasi tersebut menjadi penting karena kelanjutan pendistribusian masker akan bergantung pada ketersediaan stok.
Di sisi lain, laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa asap masih memengaruhi aktivitas di sekitar TPA.
Wartiana Lebek, warga Desa Poco, menyampaikan bahwa keberadaan masker membantu masyarakat yang selama beberapa hari berhadapan dengan asap dan bau dari lokasi TPA.
“Saya sangat berterima kasih kepada PMI Kabupaten Manggarai yang telah membantu kami dengan memberikan masker. Jujur, kami sangat membutuhkan masker di sini karena asap dari TPA yang disertai dengan bau yang tidak enak ini sangat mengganggu kami dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Wartiana, kondisi lebih terasa ketika malam.
Asap dari lokasi kebakaran disebut masih menyebar ke lingkungan permukiman dan bahkan memasuki rumah warga.
“Jujur saja, beberapa hari terakhir kondisi ini sangat meresahkan dan mengganggu aktivitas kami. Asap dari kebakaran sampah di lokasi TPA Ncolang masih terasa, terlebih pada malam hari ketika asap menyebar hingga masuk ke dalam rumah-rumah kami. Sehingga, untuk makan saja rasanya tidak nyaman,” jelas Wartiana.
Informasi dari warga tersebut menunjukkan bahwa area terdampak tidak dapat dilihat hanya dari sekitar titik TPA.
Masyarakat yang tinggal di Desa Poco menghadapi asap di lingkungan tempat tinggal, sedangkan pengguna jalan turut terpapar ketika melewati kawasan terdampak.
Karena kondisi tersebut, warga yang melewati wilayah Ruteng-Reo diimbau menggunakan masker. Pengendara juga diminta meningkatkan kehati-hatian karena asap kebakaran TPA Ncolang disebut cukup tebal.
Warga berharap perhatian berlanjut
Wartiana meminta agar penanganan dampak kebakaran tidak hanya dilakukan melalui pembagian masker.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan dukungan lanjutan yang dapat membantu mengurangi risiko terhadap kesehatan selama asap masih mengganggu kawasan tempat tinggal.
“Kami berharap agar Pemerintah Kabupaten Manggarai dan PMI Kabupaten Manggarai selalu memberikan perhatian khusus kepada kami, bukan hanya melalui pembagian masker, melainkan juga bantuan lainnya yang dapat mengurangi risiko terhadap kesehatan kami di sini,” katanya.
Ia juga menyampaikan permintaan kepada pemerintah terkait keberadaan armada pemadam kebakaran di wilayah TPA Ncolang.
“Kami juga memohon kepada pemerintah agar sekiranya perlu ditambahkan mobil Damkar khusus untuk wilayah TPA Ncolang,” ujar Wartiana.
Hingga informasi kegiatan tersebut disampaikan, distribusi yang tercatat mencapai 960 masker. Belum terdapat angka dalam bahan mengenai jumlah keseluruhan warga terdampak ataupun luasan wilayah yang terpapar.
Belum dicantumkan pula informasi mengenai penyebab kebakaran, luas area yang terbakar, maupun waktu api berhasil dikendalikan. Karena itu, informasi tersebut tidak diasumsikan dalam pemberitaan.
Fakta yang tersedia menunjukkan bahwa penanganan saat ini berfokus pada dampak asap terhadap masyarakat. Distribusi masker dilakukan kepada warga dan pengguna jalan, sementara penambahan persediaan dikoordinasikan untuk memungkinkan pelayanan berlanjut.
Selama asap masih memengaruhi jalur dan permukiman di sekitar TPA Ncolang, masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut diminta menggunakan masker dan pengendara perlu memperhatikan kondisi jalan.
Penulis: Oche
Editor: Redaksi
Posting Komentar