Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo

ANEWS.co, PONOROGO — Dampak kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di wilayah pinggiran Kabupaten Ponorogo mendapat perhatian serius dari sejumlah lembaga kemanusiaan dan otoritas penanggulangan bencana. Guna meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem, BAZNAS Kabupaten Ponorogo resmi menggandeng armada tangki Palang Merah Indonesia (PMI) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo untuk melaksanakan operasi distribusi air bersih secara terpadu dan cuma-cuma.
Langkah kedaruratan ini menyasar langsung ke salah satu titik krisis paling parah, yakni warga yang bermukim di Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung. Kawasan yang terletak di daerah perbukitan ini kerap kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan harian akibat mengeringnya sejumlah sumber air permukaan sejak beberapa bulan terakhir. Kehadiran ratusan ribu liter air ini menjadi penyelamat sementara bagi ratusan kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan peternakan di lereng gersang tersebut.
Ketua BAZNAS Ponorogo, Sukarni, menjelaskan bahwa pergerakan taktis ini didanai melalui optimalisasi penyaluran dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat. Logistik kedaruratan tersebut dialokasikan secara cepat agar langsung menyentuh pemukiman yang benar-benar membutuhkan pasokan logistik air bersih siap konsumsi.
"Saat ini, kami bersama rekan-rekan PMI tengah mendistribusikan total sekitar 100.000 liter air bersih ke wilayah kekeringan. Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 20 kali secara berkala guna menyisir titik-titik krisis air di Ponorogo," kata Sukarni saat memberikan keterangan pers terkait peta jalan distribusi bantuan pada Rabu (30/9/2026).
Lebih lanjut, Sukarni membeberkan bahwa strategi jangka pendek dengan mengandalkan truk tangki ini ke depan akan dikombinasikan dengan solusi infrastruktur yang lebih permanen. Berdasarkan koordinasi dengan tim lapangan, BAZNAS Ponorogo berencana memberikan bantuan material pipanisasi serta mesin pompa pendorong. Hal ini dipicu oleh temuan adanya sumber air potensial di dataran bawah Dukuh Kroyo yang dinilai cukup kuat untuk ditarik ke penampungan pemukiman atas.
"Harapan ke depan, di bagian yang dilanda kekeringan seperti wilayah ini, dari BAZNAS akan menyokong bantuan berupa jaringan pipanisasi dan mesin pendorong air seperti pompa. Tujuannya agar air bisa ditarik dan dialirkan langsung ke penampungan atas. Berdasarkan pengecekan, ternyata di bagian bawah kawasan ini memiliki potensi sumber air yang cukup melimpah untuk ditarik ke atas. Melalui infrastruktur ini, ditargetkan tahun depan sudah tidak perlu ada pengiriman bantuan air tangki lagi secara rutin karena kebutuhan warga sudah terpenuhi secara mandiri," pungkas Sukarni secara optimis.
Langkah jangka panjang ini sejalan dengan kebijakan baru yang sedang digodok oleh BPBD Ponorogo. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, membenarkan bahwa instansinya tengah mengubah pola penanganan bencana kekeringan musiman di wilayah-wilayah kritis agar alokasi anggaran daerah menjadi lebih berdaya guna dan semi permanen.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya kita mengupayakan beberapa titik air melalui sumur dalam, sekarang pola penanganan kita alihkan dan arahkan menuju pembangunan jaringan pipanisasi agar air bersih bisa terdistribusi lebih merata dan menjangkau lebih banyak KK," jelas Masun. Dalam skema berkelanjutan tersebut, BPBD bertugas menyiapkan tandon penampung komunal, sedangkan pemenuhan pipa akan didukung penuh oleh BAZNAS.
Di sisi lain, kelancaran distribusi logistik air berskala jumbo ini ditopang penuh oleh kesiapsiagaan unit armada taktis serta personel dari PMI Ponorogo. Ketua Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Luhur Karsanto, M.Si, memastikan seluruh proses penyaluran di medan terjal perbukitan Sampung dikawal ketat oleh relawan Korps Sukarela (KSR) agar bantuan berjalan aman dan tertib sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
"Kebersamaan dan kolaborasi antara pengurus, relawan, serta segenap mitra strategis seperti BAZNAS dan BPBD merupakan fondasi utama bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat. PMI berkomitmen untuk tidak pernah berhenti menunjukkan aksi nyata di medan pengabdian demi meringankan beban warga," tegas Luhur Karsanto. 

Penulis: Zabidi 

Editor: Redaksi

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo
  • Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo
  • Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo
  • Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo
  • Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo
  • Kolaborasi BAZNAS, PMI, dan BPBD Salurkan 100.000 Liter Air Bersih di Ponorogo

Posting Komentar